Madam Halimah Yacob Membuka Harmony in Diversity Award Perdana di Jakarta
Rabu, 15 Juli 2026 - 19:05 WIB
loading...
Patron Harmony in Diversity Award, Madam Halimah Yacob membuka penyelenggaraan perdana Harmony in Diversity Award Ceremony di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Patron Harmony in Diversity Award, Madam Halimah Yacob membuka penyelenggaraan perdana Harmony in Diversity Award Ceremony yang digelar Temasek Foundation bekerja sama dengan 5P Global Movement di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Sebelumnya, Madam Halimah mengunjungi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.
Terowongan tersebut telah menjadi simbol harmoni antarumat beragama dan mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat saling pengertian serta hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman . Terinspirasi dari kunjungan tersebut, Madam Halimah mengatakan bahwa harmoni dibangun melalui pilihan-pilihan yang disengaja: menjangkau satu sama lain, saling mendengarkan, saling menghormati, dan membangun hubungan di tengah berbagai perbedaan. Harmoni bukanlah sesuatu yang dapat kita anggap akan selalu ada. Setiap generasi harus secara sadar berupaya memelihara dan memperkuatnya," katanya saat membuka Harmony in Diversity Award. Baca juga: Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
Di dunia yang semakin saling terhubung namun juga semakin terpolarisasi, menurutnya, pilihan-pilihan sederhana dalam kehidupan sehari-hari tersebut menjadi semakin penting. Di hadapan para pemimpin kawasan, anggota dewan juri, tokoh filantropi, pelaku usaha, perwakilan masyarakat sipil, serta para pemimpin lintas agama, Madam Halimah mengatakan Asia Tenggara telah lama menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi sumber kekuatan ketika masyarakat memilih saling memahami, bukan terpecah oleh perbedaan.
"Selama beberapa generasi, masyarakat kita telah menunjukkan bahwa hidup berdampingan dengan saling menghormati tetap memungkinkan, tanpa harus mengorbankan identitas masing-masing. Kita memahami bahwa harmoni adalah kemampuan untuk menghormati perbedaan sekaligus menyadari bahwa kita memiliki kemanusiaan yang sama. Namun, harmoni bukanlah sesuatu yang dapat kita anggap akan selalu ada. Setiap generasi harus secara sadar berupaya memelihara dan memperkuatnya," ujarnya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut penyelenggaraan perdana Harmony in Diversity Award sebagai sebuah inisiatif regional. Yang tidak sekadar memberikan penghargaan kepada individu, tetapi juga menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi perekat masyarakat Asia Tenggara yang kaya akan keberagaman budaya dan agama.
Ia mengatakan kiprah Cardinal Orlando Quevedo di Mindanao menunjukkan bagaimana perdamaian dapat dibangun melalui kasih sayang, rekonsiliasi, serta penghormatan terhadap martabat dan hak-hak dasar setiap manusia. Menag berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi semakin banyak individu dan komunitas di Asia Tenggara untuk memperkuat dialog, saling pengertian, dan harmoni.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penganugerahan Harmony in Diversity Award perdana kepada Cardinal Orlando Beltran Quevedo, O.M.I., Archbishop Emeritus of Cotabato, sebagai penghargaan atas dedikasinya selama puluhan tahun dalam membangun perdamaian dan dialog antaragama di Mindanao. Merefleksikan perjalanan Cardinal Quevedo, Madam Halimah menyoroti filosofi "Dialogue of Life", yakni keyakinan bahwa harmoni dibangun melalui hubungan-hubungan sederhana dalam kehidupan sehari-hari antara orang-orang dari latar belakang agama dan komunitas yang berbeda.
Harmony in Diversity Award memberikan penghargaan kepada individu-individu di Asia Tenggara yang telah menunjukkan kontribusi luar biasa dalam membangun harmoni di antara masyarakat dari berbagai latar belakang budaya. Melalui penghargaan kepada para agen perubahan yang menginspirasi, inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap berbagai upaya membangun harmoni di kawasan dan mendorong dialog yang bermakna. Termasuk membangun jejaring yang terus berkembang antara individu dan organisasi yang berkomitmen memperkuat kepercayaan, saling pengertian, dan harmoni di Asia Tenggara.
Dalam sambutan penutupnya, Executive Director and Chief Executive Officer Temasek Foundation, Ng Boon Heong mengatakan, penyelenggaraan perdana Harmony in Diversity Award menjadi awal dari sebuah platform regional yang berkelanjutan untuk memberikan penghargaan sekaligus mendukung individu-individu yang membangun jembatan antar komunitas di Asia Tenggara. Merujuk pada kunjungan Madam Halimah ke Terowongan Silaturahmi, Ng Boon Heong mengatakan bahwa terowongan tersebut bukan sekadar sebuah bangunan ikonik, melainkan simbol dari tujuan utama penghargaan ini.
"Terowongan itu lebih dari sekadar sebuah landmark. Terowongan tersebut merepresentasikan tujuan kita hari ini. Meskipun kita berasal dari agama, budaya, dan komunitas yang berbeda, kemanusiaan kita bersama adalah jembatan yang menghubungkan kita semua," ujarnya.
Ia berharap Harmony in Diversity Award akan terus berkembang sebagai platform regional yang menghubungkan individu dan organisasi yang berupaya memperkuat perdamaian dan harmoni di Asia Tenggara. Mewakili 5P Global Movement, Pendiri M. Arsjad Rasjid P.M. mengatakan: "Hari ini kita memberikan penghargaan kepada satu sosok yang luar biasa. Namun pada saat yang sama, kita juga memberikan penghormatan kepada begitu banyak orang di seluruh Asia Tenggara yang melalui tindakan-tindakan sederhana setiap hari terus memperkuat rasa saling percaya, saling memahami, dan harmoni di komunitas mereka. Kami berharap Harmony in Diversity Award dapat menginspirasi semakin banyak individu, organisasi, dan institusi untuk terus mendorong dialog dan saling pengertian di seluruh kawasan."
Menerima Harmony in Diversity Award perdana, Cardinal Orlando Beltran Quevedo mendedikasikan penghargaan tersebut kepada para pegiat perdamaian, pemimpin agama, dan anggota masyarakat yang selama ini dengan penuh ketulusan membangun saling pengertian di tengah berbagai perbedaan. "Saya menerima penghargaan ini dengan rasa syukur dan kerendahan hati, atas nama banyak komunitas, para pemimpin agama, dan para pegiat perdamaian yang melalui dedikasi mereka telah menunjukkan bahwa harmoni tumbuh melalui hubungan-hubungan sederhana dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya. Baca juga: Paus Fransiskus Kagumi Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral: Simbol Semangat Kerukunan
Selama lebih dari lima dekade, Cardinal Quevedo bekerja bersama komunitas Kristen, Muslim, dan masyarakat adat di Mindanao untuk mendorong dialog, rekonsiliasi, dan pembangunan perdamaian yang inklusif. Filosofi Dialogue of Life yang ia kembangkan—membangun kepercayaan melalui interaksi sehari-hari antarumat beragama dan antar komunitas—mencerminkan nilai-nilai yang ingin diangkat melalui Harmony in Diversity Award di seluruh Asia Tenggara.
Penyelenggaraan perdana penghargaan ini didahului oleh proses nominasi tingkat regional yang menerima lebih dari 70 nominasi dari berbagai negara di Asia Tenggara. Mencerminkan banyaknya individu dan organisasi yang setiap hari berupaya memperkuat harmoni di komunitas mereka. Penyelenggara berharap Harmony in Diversity Award akan terus berkembang sebagai platform regional yang menghubungkan individu dan organisasi, memperkuat dialog, serta menginspirasi semakin banyak pihak untuk membangun harmoni di seluruh Asia Tenggara.
Terowongan tersebut telah menjadi simbol harmoni antarumat beragama dan mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat saling pengertian serta hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman . Terinspirasi dari kunjungan tersebut, Madam Halimah mengatakan bahwa harmoni dibangun melalui pilihan-pilihan yang disengaja: menjangkau satu sama lain, saling mendengarkan, saling menghormati, dan membangun hubungan di tengah berbagai perbedaan. Harmoni bukanlah sesuatu yang dapat kita anggap akan selalu ada. Setiap generasi harus secara sadar berupaya memelihara dan memperkuatnya," katanya saat membuka Harmony in Diversity Award. Baca juga: Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
Di dunia yang semakin saling terhubung namun juga semakin terpolarisasi, menurutnya, pilihan-pilihan sederhana dalam kehidupan sehari-hari tersebut menjadi semakin penting. Di hadapan para pemimpin kawasan, anggota dewan juri, tokoh filantropi, pelaku usaha, perwakilan masyarakat sipil, serta para pemimpin lintas agama, Madam Halimah mengatakan Asia Tenggara telah lama menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi sumber kekuatan ketika masyarakat memilih saling memahami, bukan terpecah oleh perbedaan.
"Selama beberapa generasi, masyarakat kita telah menunjukkan bahwa hidup berdampingan dengan saling menghormati tetap memungkinkan, tanpa harus mengorbankan identitas masing-masing. Kita memahami bahwa harmoni adalah kemampuan untuk menghormati perbedaan sekaligus menyadari bahwa kita memiliki kemanusiaan yang sama. Namun, harmoni bukanlah sesuatu yang dapat kita anggap akan selalu ada. Setiap generasi harus secara sadar berupaya memelihara dan memperkuatnya," ujarnya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut penyelenggaraan perdana Harmony in Diversity Award sebagai sebuah inisiatif regional. Yang tidak sekadar memberikan penghargaan kepada individu, tetapi juga menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi perekat masyarakat Asia Tenggara yang kaya akan keberagaman budaya dan agama.
Ia mengatakan kiprah Cardinal Orlando Quevedo di Mindanao menunjukkan bagaimana perdamaian dapat dibangun melalui kasih sayang, rekonsiliasi, serta penghormatan terhadap martabat dan hak-hak dasar setiap manusia. Menag berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi semakin banyak individu dan komunitas di Asia Tenggara untuk memperkuat dialog, saling pengertian, dan harmoni.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penganugerahan Harmony in Diversity Award perdana kepada Cardinal Orlando Beltran Quevedo, O.M.I., Archbishop Emeritus of Cotabato, sebagai penghargaan atas dedikasinya selama puluhan tahun dalam membangun perdamaian dan dialog antaragama di Mindanao. Merefleksikan perjalanan Cardinal Quevedo, Madam Halimah menyoroti filosofi "Dialogue of Life", yakni keyakinan bahwa harmoni dibangun melalui hubungan-hubungan sederhana dalam kehidupan sehari-hari antara orang-orang dari latar belakang agama dan komunitas yang berbeda.
Harmony in Diversity Award memberikan penghargaan kepada individu-individu di Asia Tenggara yang telah menunjukkan kontribusi luar biasa dalam membangun harmoni di antara masyarakat dari berbagai latar belakang budaya. Melalui penghargaan kepada para agen perubahan yang menginspirasi, inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap berbagai upaya membangun harmoni di kawasan dan mendorong dialog yang bermakna. Termasuk membangun jejaring yang terus berkembang antara individu dan organisasi yang berkomitmen memperkuat kepercayaan, saling pengertian, dan harmoni di Asia Tenggara.
Dalam sambutan penutupnya, Executive Director and Chief Executive Officer Temasek Foundation, Ng Boon Heong mengatakan, penyelenggaraan perdana Harmony in Diversity Award menjadi awal dari sebuah platform regional yang berkelanjutan untuk memberikan penghargaan sekaligus mendukung individu-individu yang membangun jembatan antar komunitas di Asia Tenggara. Merujuk pada kunjungan Madam Halimah ke Terowongan Silaturahmi, Ng Boon Heong mengatakan bahwa terowongan tersebut bukan sekadar sebuah bangunan ikonik, melainkan simbol dari tujuan utama penghargaan ini.
"Terowongan itu lebih dari sekadar sebuah landmark. Terowongan tersebut merepresentasikan tujuan kita hari ini. Meskipun kita berasal dari agama, budaya, dan komunitas yang berbeda, kemanusiaan kita bersama adalah jembatan yang menghubungkan kita semua," ujarnya.
Ia berharap Harmony in Diversity Award akan terus berkembang sebagai platform regional yang menghubungkan individu dan organisasi yang berupaya memperkuat perdamaian dan harmoni di Asia Tenggara. Mewakili 5P Global Movement, Pendiri M. Arsjad Rasjid P.M. mengatakan: "Hari ini kita memberikan penghargaan kepada satu sosok yang luar biasa. Namun pada saat yang sama, kita juga memberikan penghormatan kepada begitu banyak orang di seluruh Asia Tenggara yang melalui tindakan-tindakan sederhana setiap hari terus memperkuat rasa saling percaya, saling memahami, dan harmoni di komunitas mereka. Kami berharap Harmony in Diversity Award dapat menginspirasi semakin banyak individu, organisasi, dan institusi untuk terus mendorong dialog dan saling pengertian di seluruh kawasan."
Menerima Harmony in Diversity Award perdana, Cardinal Orlando Beltran Quevedo mendedikasikan penghargaan tersebut kepada para pegiat perdamaian, pemimpin agama, dan anggota masyarakat yang selama ini dengan penuh ketulusan membangun saling pengertian di tengah berbagai perbedaan. "Saya menerima penghargaan ini dengan rasa syukur dan kerendahan hati, atas nama banyak komunitas, para pemimpin agama, dan para pegiat perdamaian yang melalui dedikasi mereka telah menunjukkan bahwa harmoni tumbuh melalui hubungan-hubungan sederhana dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya. Baca juga: Paus Fransiskus Kagumi Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral: Simbol Semangat Kerukunan
Selama lebih dari lima dekade, Cardinal Quevedo bekerja bersama komunitas Kristen, Muslim, dan masyarakat adat di Mindanao untuk mendorong dialog, rekonsiliasi, dan pembangunan perdamaian yang inklusif. Filosofi Dialogue of Life yang ia kembangkan—membangun kepercayaan melalui interaksi sehari-hari antarumat beragama dan antar komunitas—mencerminkan nilai-nilai yang ingin diangkat melalui Harmony in Diversity Award di seluruh Asia Tenggara.
Penyelenggaraan perdana penghargaan ini didahului oleh proses nominasi tingkat regional yang menerima lebih dari 70 nominasi dari berbagai negara di Asia Tenggara. Mencerminkan banyaknya individu dan organisasi yang setiap hari berupaya memperkuat harmoni di komunitas mereka. Penyelenggara berharap Harmony in Diversity Award akan terus berkembang sebagai platform regional yang menghubungkan individu dan organisasi, memperkuat dialog, serta menginspirasi semakin banyak pihak untuk membangun harmoni di seluruh Asia Tenggara.
(poe)
Lihat Juga :