Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda
Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:10 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, Maria Dewi menjadi kandidat Ilmuwan Muda Terbaik berkat berbagai inovasi di bidang teknologi pangan berbasis fermentasi yaitu Tempe Semangit dengan kandungan protein mencapai 70 persen.
Produk ini memiliki daya serap protein yang lebih tinggi dibandingkan tempe biasa, menghadirkan cita rasa gurih alami, serta menjadi alternatif pangan bergizi yang mudah dikonsumsi oleh anak-anak.
Rektor Swiss German University Assoc Prof Dr Dipl.-Ing Samuel P Kusumocahyo mengatakan, masuknya SGU sebagai kandidat Perguruan Tinggi Swasta Terproduktif di Bidang STEM sekaligus terpilihnya dua peneliti SGU sebagai kandidat Ilmuwan Muda Terbaik merupakan pengakuan atas budaya riset yang terus dibangun di lingkungan universitas.
"Kami percaya bahwa riset yang berkualitas harus mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Karena itu, SGU akan terus mendorong kolaborasi lintas disiplin, memperkuat kemitraan dengan industri, serta menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia dan masyarakat global," ujarnya.
Melalui berbagai penelitian yang berorientasi pada solusi, Rektor yakin akan memperkuat SGU sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan inovasi berbasis STEM untuk menjawab tantangan masa depan sekaligus mendukung peningkatan daya saing Indonesia melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Produk ini memiliki daya serap protein yang lebih tinggi dibandingkan tempe biasa, menghadirkan cita rasa gurih alami, serta menjadi alternatif pangan bergizi yang mudah dikonsumsi oleh anak-anak.
Rektor Swiss German University Assoc Prof Dr Dipl.-Ing Samuel P Kusumocahyo mengatakan, masuknya SGU sebagai kandidat Perguruan Tinggi Swasta Terproduktif di Bidang STEM sekaligus terpilihnya dua peneliti SGU sebagai kandidat Ilmuwan Muda Terbaik merupakan pengakuan atas budaya riset yang terus dibangun di lingkungan universitas.
"Kami percaya bahwa riset yang berkualitas harus mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Karena itu, SGU akan terus mendorong kolaborasi lintas disiplin, memperkuat kemitraan dengan industri, serta menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia dan masyarakat global," ujarnya.
Melalui berbagai penelitian yang berorientasi pada solusi, Rektor yakin akan memperkuat SGU sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan inovasi berbasis STEM untuk menjawab tantangan masa depan sekaligus mendukung peningkatan daya saing Indonesia melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
(jon)
Lihat Juga :