Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah ke Pemakaman Ali Khamenei
Jum'at, 10 Juli 2026 - 08:48 WIB
loading...
Menlu Sugiono bersama Ketua MPR Ahmad Muzani bertolak ke Iran, Kamis (9/7/2026) untuk menghadiri pemakaman Ali Khamenei. Foto: Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bersama Ketua MPR Ahmad Muzani bertolak ke Iran, Kamis (9/7/2026) malam untuk menghadiri prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei .
Rombongan delegasi Indonesia yang juga ikut ke Iran yakni Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq A Mughni, serta Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto.
Baca juga: Hadiri Pemakaman Khamenei, Medvedev: Iran Atasi Cobaan dengan Bermartabat
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yvonne Mewengkang mengatakan, selain memberikan penghormatan kepada pemimpin Iran Ali Khamenei, Menlu bakal melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Iran Abbas Araghchi.
“Menteri Luar Negeri akan melakukan kunjungan kerja ke Iran untuk pertemuan bilateral dengan Menlu Iran pada 10 Juli 2026. Menlu juga akan memenuhi undangan dari pemerintah Iran dalam rangka penghormatan terhadap almarhum Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran,” ujar Yvonne dikutip Jumat (10/7/2026).
“Dan sebagaimana disampaikan Pak Menlu sebelumnya, Ketua MPR RI juga akan turut serta dalam kunjungan ini dan melakukan pertemuan dengan Ketua Parlemen Iran,” ucapnya.
Pertemuan bilateral tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan Indonesia dan Iran baik di tingkat pemerintah maupun parlemen. “Kemudian, memperdalam kerja sama di berbagai bidang prioritas tentunya serta mempercepat koordinasi kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan regional dan global. Sementara itu, pertemuan antara Ketua MPR dan Ketua Parlemen Iran bertujuan untuk semakin memperkuat kemitraan antarparlemen sekaligus kerja sama antarmasyarakat kedua negara,” ungkapnya.
Selain agenda diplomatik, kunjungan ini juga melibatkan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia yakni PBNU dan Muhammadiyah. Menurut Yvonne, keikutsertaan perwakilan dari kedua organisasi tersebut mencerminkan eratnya hubungan Indonesia dan Iran serta sejalan dengan politik luar negeri Indonesia.
“Tentunya kunjungan ini mencerminkan eratnya hubungan kedua negara serta menegaskan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif,” katanya.
Rombongan delegasi Indonesia yang juga ikut ke Iran yakni Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq A Mughni, serta Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto.
Baca juga: Hadiri Pemakaman Khamenei, Medvedev: Iran Atasi Cobaan dengan Bermartabat
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yvonne Mewengkang mengatakan, selain memberikan penghormatan kepada pemimpin Iran Ali Khamenei, Menlu bakal melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Iran Abbas Araghchi.
“Menteri Luar Negeri akan melakukan kunjungan kerja ke Iran untuk pertemuan bilateral dengan Menlu Iran pada 10 Juli 2026. Menlu juga akan memenuhi undangan dari pemerintah Iran dalam rangka penghormatan terhadap almarhum Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran,” ujar Yvonne dikutip Jumat (10/7/2026).
“Dan sebagaimana disampaikan Pak Menlu sebelumnya, Ketua MPR RI juga akan turut serta dalam kunjungan ini dan melakukan pertemuan dengan Ketua Parlemen Iran,” ucapnya.
Pertemuan bilateral tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan Indonesia dan Iran baik di tingkat pemerintah maupun parlemen. “Kemudian, memperdalam kerja sama di berbagai bidang prioritas tentunya serta mempercepat koordinasi kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan regional dan global. Sementara itu, pertemuan antara Ketua MPR dan Ketua Parlemen Iran bertujuan untuk semakin memperkuat kemitraan antarparlemen sekaligus kerja sama antarmasyarakat kedua negara,” ungkapnya.
Selain agenda diplomatik, kunjungan ini juga melibatkan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia yakni PBNU dan Muhammadiyah. Menurut Yvonne, keikutsertaan perwakilan dari kedua organisasi tersebut mencerminkan eratnya hubungan Indonesia dan Iran serta sejalan dengan politik luar negeri Indonesia.
“Tentunya kunjungan ini mencerminkan eratnya hubungan kedua negara serta menegaskan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :