Menguat di Panggung Geopolitik, Indonesia Dikunjungi Tiga Pemimpin Dunia dalam Sepekan
Rabu, 08 Juli 2026 - 21:28 WIB
loading...
A
A
A
Adapun kunjungan PM Modi, menurut Yuddy, menjadi puncak pekan diplomasi dengan capaian paling konkret. Pertemuan bilateral Prabowo–Modi menghasilkan 14 nota kesepahaman dan enam inisiatif strategis di sektor pertahanan, keamanan maritim, ekonomi digital, hingga energi, termasuk kontrak sistem rudal BrahMos dan peluncuran Indonesia Open Network (ION).
Namun bagi Yuddy, warisan paling dahsyat dari kunjungan Modi justru terletak pada diplomasi budaya. Komitmen India mendukung restorasi Candi Prambanan melalui Archaeological Survey of India, lembaga yang sebelumnya menangani konservasi Angkor Wat, dinilai sebagai jembatan yang memperkokoh persahabatan kedua bangsa.
"Prambanan itu bukan sekadar batu candi. Ia adalah bukti hidup ikatan peradaban Indonesia dan India yang telah terjalin lebih dari seribu tahun. Ketika kedua pemimpin sepakat merawat warisan ini bersama, mereka sedang membangun jembatan persahabatan yang jauh lebih kokoh daripada sekadar perjanjian dagang. Ini diplomasi yang punya jiwa," ujarnya.
Yuddy menutup dengan pujian kepada kepemimpinan Presiden Prabowo. Menurutnya, sudah sepantasnya Presiden Prabowo, sebagai pemimpin negara terbesar di ASEAN, menjadi jangkar geopolitik kawasan yang didatangi para pemimpin dunia.
"Indonesia adalah negara terbesar di ASEAN, dan hari ini kita melihat para pemimpin dunia justru datang ke Jakarta. Ini bukan kebetulan. Ini buah dari kepemimpinan yang punya visi dan wibawa. Sudah sepantasnya Presiden Prabowo menjadi jangkar geopolitik kawasan, tempat berlabuhnya kepentingan banyak bangsa. Itulah yang patut kita apresiasi," pungkasnya.
Namun bagi Yuddy, warisan paling dahsyat dari kunjungan Modi justru terletak pada diplomasi budaya. Komitmen India mendukung restorasi Candi Prambanan melalui Archaeological Survey of India, lembaga yang sebelumnya menangani konservasi Angkor Wat, dinilai sebagai jembatan yang memperkokoh persahabatan kedua bangsa.
"Prambanan itu bukan sekadar batu candi. Ia adalah bukti hidup ikatan peradaban Indonesia dan India yang telah terjalin lebih dari seribu tahun. Ketika kedua pemimpin sepakat merawat warisan ini bersama, mereka sedang membangun jembatan persahabatan yang jauh lebih kokoh daripada sekadar perjanjian dagang. Ini diplomasi yang punya jiwa," ujarnya.
Yuddy menutup dengan pujian kepada kepemimpinan Presiden Prabowo. Menurutnya, sudah sepantasnya Presiden Prabowo, sebagai pemimpin negara terbesar di ASEAN, menjadi jangkar geopolitik kawasan yang didatangi para pemimpin dunia.
"Indonesia adalah negara terbesar di ASEAN, dan hari ini kita melihat para pemimpin dunia justru datang ke Jakarta. Ini bukan kebetulan. Ini buah dari kepemimpinan yang punya visi dan wibawa. Sudah sepantasnya Presiden Prabowo menjadi jangkar geopolitik kawasan, tempat berlabuhnya kepentingan banyak bangsa. Itulah yang patut kita apresiasi," pungkasnya.
(unt)
Lihat Juga :