Indonesia-India Kerja Sama Program Rudal Canggih BrahMos dan Udara ke Udara
Rabu, 08 Juli 2026 - 19:01 WIB
loading...
Indonesia dan India menandai babak baru kerja sama pertahanan. Kerja sama ini diresmikan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat bertemu Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Indonesia dan India menandai babak baru kerja sama pertahanan. Kerja sama ini diresmikan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta.
Kerja sama pertama adalah penandatanganan kontrak sistem pertahanan pesisir untuk rudal supersonik BrahMos. Kesepakatan ini diresmikan dengan disaksikan oleh CEO BrahMos Aerospace Jailteerth Raghavendra Joshi dan perwakilan Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Baca juga: Indonesia-India Sepakati 15 Kerja Sama, Restorasi Candi Prambanan hingga Rudal BrahMos
Kerja sama kedua adalah perjanjian kerja sama rudal udara-ke-udara antara Republikorp dan Bharat Dynamics Limited (BDL). Kerja sama ini diresmikan dan disaksikan Direktur Produksi BDL Cmde Sujay Kapoor (Purn) dan Chairman Republikorp Norman Joesoef.
Perjanjian ini menetapkan landasan bagi pengembangan bersama sistem rudal udara-ke-udara untuk mendukung armada pesawat tempur generasi saat ini maupun generasi masa depan Indonesia.
"Kesepakatan ini juga mempertegas pentingnya kemampuan pertahanan pesisir dalam memperkokoh postur keamanan maritim Indonesia serta menjaga perairan strategis negara," ujar Norman Joesoef, Rabu (8/7/2026).
Baca juga: Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Melalui kemitraan ini, kata dia, kedua negara akan menggabungkan keahlian teknologi, pengalaman operasional, dan kapasitas industri mereka untuk memperkuat pengembangan, integrasi, pemeliharaan, dan keberlanjutan rudal.
Upaya bersama ini membangun landasan yang kuat untuk kerja sama industri jangka panjang yang akan menghasilkan nilai strategis, sekaligus berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan keamanan kawasan.
"Bagi Indonesia, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan kemampuan industri pertahanannya dan meningkatkan ketahanan industri pertahanan nasional," ucapnya.
Selain mendukung modernisasi kekuatan pertahanan Indonesia, kemitraan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sumber-sumber eksternal untuk sistem pertahanan yang krusial, sekaligus meningkatkan kesiapan operasional jangka panjang Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kerja sama pertama adalah penandatanganan kontrak sistem pertahanan pesisir untuk rudal supersonik BrahMos. Kesepakatan ini diresmikan dengan disaksikan oleh CEO BrahMos Aerospace Jailteerth Raghavendra Joshi dan perwakilan Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Baca juga: Indonesia-India Sepakati 15 Kerja Sama, Restorasi Candi Prambanan hingga Rudal BrahMos
Kerja sama kedua adalah perjanjian kerja sama rudal udara-ke-udara antara Republikorp dan Bharat Dynamics Limited (BDL). Kerja sama ini diresmikan dan disaksikan Direktur Produksi BDL Cmde Sujay Kapoor (Purn) dan Chairman Republikorp Norman Joesoef.
Perjanjian ini menetapkan landasan bagi pengembangan bersama sistem rudal udara-ke-udara untuk mendukung armada pesawat tempur generasi saat ini maupun generasi masa depan Indonesia.
"Kesepakatan ini juga mempertegas pentingnya kemampuan pertahanan pesisir dalam memperkokoh postur keamanan maritim Indonesia serta menjaga perairan strategis negara," ujar Norman Joesoef, Rabu (8/7/2026).
Baca juga: Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Melalui kemitraan ini, kata dia, kedua negara akan menggabungkan keahlian teknologi, pengalaman operasional, dan kapasitas industri mereka untuk memperkuat pengembangan, integrasi, pemeliharaan, dan keberlanjutan rudal.
Upaya bersama ini membangun landasan yang kuat untuk kerja sama industri jangka panjang yang akan menghasilkan nilai strategis, sekaligus berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan keamanan kawasan.
"Bagi Indonesia, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan kemampuan industri pertahanannya dan meningkatkan ketahanan industri pertahanan nasional," ucapnya.
Selain mendukung modernisasi kekuatan pertahanan Indonesia, kemitraan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sumber-sumber eksternal untuk sistem pertahanan yang krusial, sekaligus meningkatkan kesiapan operasional jangka panjang Tentara Nasional Indonesia (TNI).
(shf)
Lihat Juga :