Sempat Diragukan, Menhaj Klaim Haji 2026 Jadi Salah Satu Penyelenggaraan Terbaik dalam Sejarah
Sabtu, 04 Juli 2026 - 12:28 WIB
loading...
Menhaj Moch. Irfan Yusuf menyatakan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 menjadi salah satu pelaksanaan haji terbaik dalam sejarah perhajian Indonesia. Foto/YouTube Kemenhaj
A
A
A
JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Moch. Irfan Yusuf (Gus Irfan) menyatakan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 menjadi salah satu pelaksanaan haji terbaik dalam sejarah perhajian Indonesia. Hal itu diungkapkan Gus Irfan dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M yang disiarkan lewat YouTube Kemenhaj, Sabtu (4/7/2026).
Irfan pun mengenang situasi tujuh bulan lalu ketika Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang baru dibentuk masih dipenuhi keraguan dari berbagai pihak. Menurutnya, banyak yang meragukan kemampuan kementerian baru tersebut dalam mengemban tanggung jawab besar penyelenggaraan ibadah haji.
Baca juga: Operasional Haji 2026 Selesai, Menhaj: Seluruh Jemaah Sudah Kembali ke Tanah Air
“Berdiri di mimbar ini saya kembali teringat ke tanggal 31 Januari, tepat tujuh bulan yang lalu. Saat itu, di tempat yang sama ini, di podium yang sama ini, kita berdiri melakukan penutupan pelatihan PPIH dengan penuh tanda tanya di benak banyak orang. Saya ingat betul, tujuh-delapan bulan lalu banyak yang underestimate dengan Kementerian Haji. Banyak yang meragukan apakah kementerian yang baru dibentuk ini sanggup memikul beban yang besar,” kata Gus Irfan.
Ia menjelaskan, tantangan semakin besar karena timeline penyelenggaraan haji telah berjalan sejak Juni, sementara regulasi terkait belum selesai. Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah baru dibentuk pada Agustus, sedangkan Menteri dan Wakil Menteri Haji dilantik pada September.
“Timeline haji sudah berjalan mulai Juni, sementara undang-undangnya belum selesai. Kementerian Haji dibentuk Agustus, Menteri Haji dan wakilnya dilantik September. Artinya, kita sudah tertinggal beberapa bulan dari pelaksanaan timeline haji,” ujarnya.
Baca juga: Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Meski demikian, Gus Irfan menilai berbagai keraguan tersebut berhasil dijawab melalui penyelenggaraan haji tahun 2026 yang sukses dilaksanakan. Ia menyebut keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat dan berbagai pihak.
“Banyak yang menganggap bahwa kita bisa melaksanakan sekadar melaksanakan haji saja sudah bisa, sudah bersyukur. Namun, pembuktian itu datang pada tanggal 1 Juli lalu. Kita telah menuliskan nama kita dalam sejarah perhajian Indonesia. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sukses menyelenggarakan haji tahun 2026, bahkan keberhasilan ini disebut oleh masyarakat dan berbagai pihak sebagai salah satu pelaksanaan haji terbaik yang pernah ada,” ujarnya.
Meski mendapat berbagai apresiasi, Gus Irfan menegaskan bahwa kementeriannya tidak boleh terlena dengan capaian tersebut. Menurutnya, masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus dievaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji di masa mendatang.
“Karena itu, Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Haji tahun 2026 ini tentu menjadi peluang, kesempatan untuk kita bisa menemukan berbagai kekurangan-kekurangan yang telah dan sedang kita laksanakan untuk menjadi bagian perbaikan pelayanan haji ke depan,” pungkasnya.
Irfan pun mengenang situasi tujuh bulan lalu ketika Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang baru dibentuk masih dipenuhi keraguan dari berbagai pihak. Menurutnya, banyak yang meragukan kemampuan kementerian baru tersebut dalam mengemban tanggung jawab besar penyelenggaraan ibadah haji.
Baca juga: Operasional Haji 2026 Selesai, Menhaj: Seluruh Jemaah Sudah Kembali ke Tanah Air
“Berdiri di mimbar ini saya kembali teringat ke tanggal 31 Januari, tepat tujuh bulan yang lalu. Saat itu, di tempat yang sama ini, di podium yang sama ini, kita berdiri melakukan penutupan pelatihan PPIH dengan penuh tanda tanya di benak banyak orang. Saya ingat betul, tujuh-delapan bulan lalu banyak yang underestimate dengan Kementerian Haji. Banyak yang meragukan apakah kementerian yang baru dibentuk ini sanggup memikul beban yang besar,” kata Gus Irfan.
Ia menjelaskan, tantangan semakin besar karena timeline penyelenggaraan haji telah berjalan sejak Juni, sementara regulasi terkait belum selesai. Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah baru dibentuk pada Agustus, sedangkan Menteri dan Wakil Menteri Haji dilantik pada September.
“Timeline haji sudah berjalan mulai Juni, sementara undang-undangnya belum selesai. Kementerian Haji dibentuk Agustus, Menteri Haji dan wakilnya dilantik September. Artinya, kita sudah tertinggal beberapa bulan dari pelaksanaan timeline haji,” ujarnya.
Baca juga: Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Meski demikian, Gus Irfan menilai berbagai keraguan tersebut berhasil dijawab melalui penyelenggaraan haji tahun 2026 yang sukses dilaksanakan. Ia menyebut keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat dan berbagai pihak.
“Banyak yang menganggap bahwa kita bisa melaksanakan sekadar melaksanakan haji saja sudah bisa, sudah bersyukur. Namun, pembuktian itu datang pada tanggal 1 Juli lalu. Kita telah menuliskan nama kita dalam sejarah perhajian Indonesia. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sukses menyelenggarakan haji tahun 2026, bahkan keberhasilan ini disebut oleh masyarakat dan berbagai pihak sebagai salah satu pelaksanaan haji terbaik yang pernah ada,” ujarnya.
Meski mendapat berbagai apresiasi, Gus Irfan menegaskan bahwa kementeriannya tidak boleh terlena dengan capaian tersebut. Menurutnya, masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus dievaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji di masa mendatang.
“Karena itu, Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Haji tahun 2026 ini tentu menjadi peluang, kesempatan untuk kita bisa menemukan berbagai kekurangan-kekurangan yang telah dan sedang kita laksanakan untuk menjadi bagian perbaikan pelayanan haji ke depan,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :