Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim

Rabu, 01 Juli 2026 - 21:59 WIB
loading...
Wali Kota Agustina Dorong...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
MEDAN - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari pesatnya pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menjaga sejarah, identitas, dan memori kolektif masyarakat. Berangkat dari visi tersebut, Pemerintah Kota Semarang menggagas Seminar Nasional "Menyelamatkan Heritage Kota Maritim: Sejarah dan Pengembangannya" sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Medan.

Seminar yang merupakan kolaborasi antara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (UNIMED), Pemerintah Kota Semarang, Program Doktor Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Rumah Sejarah Medan, dan Rumah Budaya Tangga Medan itu menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menjadikan pelestarian sejarah sebagai bagian dari arah pembangunan kota yang berkelanjutan.

Diikuti sekitar 100 peserta dari unsur akademisi dan Pemerintah Kota Semarang, forum tersebut tidak sekadar menjadi ruang diskusi ilmiah, melainkan momentum membangun gerakan bersama untuk menyelamatkan warisan kota-kota maritim Indonesia yang kini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, urbanisasi, degradasi kawasan pesisir, hingga krisis memori akibat derasnya arus informasi digital.

Menurut Agustina, kota yang maju tidak boleh kehilangan jati dirinya. Karena itu, pelestarian sejarah harus berjalan beriringan dengan pembangunan modern agar Semarang tetap tumbuh sebagai kota yang kompetitif tanpa tercerabut dari akar sejarahnya.

"Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi fondasi untuk membangun masa depan. Kota yang memahami sejarahnya akan memiliki identitas yang kuat, karakter yang jelas, dan arah pembangunan yang berkelanjutan," tegas Agustina pada Rabu (1/7).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui rencana pembangunan Semarang City Archive dan Museum Bahari Semarang yang diproyeksikan menjadi pusat dokumentasi sejarah, pendidikan, penelitian, inovasi, diplomasi budaya, sekaligus destinasi wisata sejarah. Kehadiran kedua institusi itu diharapkan memperkuat posisi Semarang sebagai kota maritim yang memiliki kekayaan sejarah sekaligus meningkatkan daya saing kota di tingkat nasional maupun global.

Dalam seminar tersebut, Agustina juga menegaskan bahwa museum dan arsip kota tidak boleh dipandang hanya sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi harus menjadi ruang hidup yang menghubungkan generasi masa kini dengan perjalanan panjang peradaban Semarang sebagai kota pelabuhan yang kosmopolitan.

Semangat tersebut mendapat penguatan dari para akademisi. Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum. menjelaskan bahwa Semarang telah berkembang sebagai kota maritim jauh sebelum masa kolonial dan menjadi ruang perjumpaan berbagai bangsa serta kebudayaan selama lebih dari seribu tahun. Identitas kosmopolitan itu menjadi modal penting bagi pembangunan kota saat ini.

Sementara itu, Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih, M.Si. mengingatkan pentingnya menjaga sejarah di era digital. Menurutnya, ancaman terhadap warisan sejarah kini tidak hanya berupa kerusakan fisik bangunan, tetapi juga muncul melalui disinformasi, hoaks sejarah, dan bias teknologi. Karena itu, digitalisasi arsip dan penguatan literasi sejarah menjadi langkah strategis yang perlu terus dikembangkan.

Perspektif yang lebih luas disampaikan Prof. Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S. yang menekankan bahwa penyelamatan situs-situs maritim Nusantara merupakan agenda nasional untuk menjaga bukti kejayaan peradaban bahari Indonesia.

Adapun Prof. Dr. Suryadi, M.A. dari Leiden University, Belanda, menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam digitalisasi serta repatriasi arsip kolonial yang hingga kini masih tersimpan di berbagai lembaga di Belanda. Arsip tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam merekonstruksi sejarah kota-kota maritim Indonesia, termasuk Semarang.

Komitmen Pemerintah Kota Semarang terhadap pelestarian sejarah juga diwujudkan melalui dua langkah nyata yang dilaksanakan bersamaan dengan seminar tersebut.

Pertama, penyerahan artefak dan arsip peradaban maritim koleksi Dr. Jimmy Lassang Manahara Siahaan, M. CP kepada Pemerintah Kota Semarang sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penyelamatan warisan sejarah bangsa.

Ke dua, repatriasi Warisan Sejarah Surat Kabar Semarang Tahun 1858–1942 dari Rumah Sejarah Medan kepada Pemerintah Kota Semarang. Pengembalian arsip tersebut menjadi tonggak penting dalam membangun kembali memori kolektif Kota Semarang sekaligus menjadi fondasi pengembangan Semarang City Archive.

Bagi Pemerintah Kota Semarang, keberhasilan membangun kota bukan hanya menghadirkan jalan yang baik, kawasan yang tertata, maupun infrastruktur yang modern. Lebih dari itu, pembangunan juga harus mampu menjaga identitas kota agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Melalui kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng, Pemerintah Kota Semarang terus menunjukkan bahwa pelestarian sejarah merupakan bagian dari strategi pembangunan kota. Dengan menghubungkan warisan masa lalu dengan inovasi masa depan, Semarang tidak hanya menjaga jejak peradabannya, tetapi juga menegaskan diri sebagai kota maritim yang maju, berbudaya, berdaya saing, dan siap menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan heritage perkotaan.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Semarang Raih Predikat...
Semarang Raih Predikat Kota Transformer Nasional Berkat Kepemimpinan Wali Kota Agustina
Sejarawan dan Akademisi...
Sejarawan dan Akademisi Apresiasi Kepemimpinan Wali Kota Agustina Selamatkan Artefak dan Arsip Kemaritiman
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Malam Ini, Road To Kilau...
Malam Ini, Road To Kilau Raya Langsung dari Kota Semarang Siap Mengguncang Simpang Lima
Pemkot Bontang Buka...
Pemkot Bontang Buka Karpet Merah Industri Pengalengan Ikan
Rekomendasi
Cinta Quran Foundation...
Cinta Quran Foundation Bangun RS Berbasis Wakaf Produktif
ITPLN Buka Peluang Ikatan...
ITPLN Buka Peluang Ikatan Kerja Bagi Mahasiswa Lewat Kolaborasi dengan APITU
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
Berita Terkini
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi BP2TD Mempawah Dilimpahkan ke Polri, CBA: Percepat Penanganan
KPK Buka Peluang Panggil...
KPK Buka Peluang Panggil Menhut terkait Penerimaan Pelepasan HPT Bupati Kuansing
Menekraf Ajak Generasi...
Menekraf Ajak Generasi Muda Berperan Aktif dalam Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indonesia
Breaking News! Kejagung...
Breaking News! Kejagung Tetapkan Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Ompreng MBG
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
Pasar Global Meluas,...
Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved