Tren Komentar Spam Judi Online Naik 128 Persen, Kini Pakai Sistem Bot Otomatis
Selasa, 30 Juni 2026 - 16:40 WIB
loading...
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengungkap tren komentar spam judi online di media sosial meningkat hingga 128 persen. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital mengungkap tren komentar spam judi online di media sosial meningkat hingga 128 persen. Modus baru yang digunakan memakai sistem otomatis atau bot. Sistem itu mampu membanjiri kolom komentar dalam waktu singkat.
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengatakan, lonjakan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah. “Dari beberapa temuan yang bisa kami sampaikan adalah komentar spam, kita memang melihat ada kenaikan sebesar 128 persen,” ujar Meutya di Kantor Komdigi, Selasa (30/6/2026).
Baca juga: Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
Berdasarkan hasil pantauan Komdigi, penyebaran komentar spam judi online paling banyak ditemukan di lima platform media sosial yakni TikTok sebesar 35 persen, Facebook 28 persen, Instagram 22 persen, YouTube 10 persen, dan X sebesar 5 persen.
“Kalau kita lihat modus ini menyeluruh menyasar berbagai platform, tidak hanya kepada satu platform. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaku tidak bergantung kepada satu platform tapi menyeluruh kepada lima platform,” katanya.
Sistem bot mampu memantau aktivitas media sosial secara real time. Unggahan yang mengalami lonjakan interaksi langsung diserang dengan ribuan komentar spam.
“Serangan yang dijalankan ditemukan menggunakan mesin otomatis. Operasi spam dilakukan menggunakan sistem yang memantau aktivitas media sosial secara real time, mendeteksi kenaikan interaksi, kemudian secara otomatis mengirim ribuan komentar spam pada berbagai platform sekaligus,” ungkapnya.
Karena menggunakan sistem otomatis, penyebaran promosi judi online dinilai jauh lebih cepat. Untuk itu, Komdigi kini telah berkoordinasi dengan Kepolisian, PPATK, OJK, dan BSSN untuk mengatasi hal tersebut.
Pemerintah juga menggandeng Meta Indonesia untuk membentuk tim bersama yang secara khusus menangani penyebaran judi online, termasuk modus terbaru berupa komentar spam. Kerja sama ini nantinya juga diperluas dengan mengajak platform digital lainnya.
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengatakan, lonjakan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah. “Dari beberapa temuan yang bisa kami sampaikan adalah komentar spam, kita memang melihat ada kenaikan sebesar 128 persen,” ujar Meutya di Kantor Komdigi, Selasa (30/6/2026).
Baca juga: Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
Berdasarkan hasil pantauan Komdigi, penyebaran komentar spam judi online paling banyak ditemukan di lima platform media sosial yakni TikTok sebesar 35 persen, Facebook 28 persen, Instagram 22 persen, YouTube 10 persen, dan X sebesar 5 persen.
“Kalau kita lihat modus ini menyeluruh menyasar berbagai platform, tidak hanya kepada satu platform. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaku tidak bergantung kepada satu platform tapi menyeluruh kepada lima platform,” katanya.
Sistem bot mampu memantau aktivitas media sosial secara real time. Unggahan yang mengalami lonjakan interaksi langsung diserang dengan ribuan komentar spam.
“Serangan yang dijalankan ditemukan menggunakan mesin otomatis. Operasi spam dilakukan menggunakan sistem yang memantau aktivitas media sosial secara real time, mendeteksi kenaikan interaksi, kemudian secara otomatis mengirim ribuan komentar spam pada berbagai platform sekaligus,” ungkapnya.
Karena menggunakan sistem otomatis, penyebaran promosi judi online dinilai jauh lebih cepat. Untuk itu, Komdigi kini telah berkoordinasi dengan Kepolisian, PPATK, OJK, dan BSSN untuk mengatasi hal tersebut.
Pemerintah juga menggandeng Meta Indonesia untuk membentuk tim bersama yang secara khusus menangani penyebaran judi online, termasuk modus terbaru berupa komentar spam. Kerja sama ini nantinya juga diperluas dengan mengajak platform digital lainnya.
(jon)
Lihat Juga :