AHY Hadiri Kampanye Nasional Grab, Dorong Percepatan Tranformasi Transportasi Ramah Lingkungan
Selasa, 30 Juni 2026 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
Menurut AHY, sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia membutuhkan sistem transportasi yang semakin efisien, baik di darat, laut, maupun udara. Di sisi lain, tantangan perubahan iklim dan emisi karbon menuntut pembangunan infrastruktur serta pertumbuhan ekonomi tetap berjalan secara berkelanjutan.
![AHY Hadiri Kampanye Nasional Grab, Dorong Percepatan Tranformasi Transportasi Ramah Lingkungan]()
"Kita ingin terus tumbuh ekonominya, terus membangun termasuk infrastrukturnya, tetapi tetap ramah terhadap lingkungan. Kita harus menjaga kelestarian bumi ini untuk anak cucu dan generasi penerus kita," katanya.
AHY menjelaskan sektor energi masih menjadi penyumbang terbesar emisi karbon nasional, yakni sekitar 55 persen. Dari jumlah tersebut, sektor transportasi menyumbang sekitar 22 persen, sementara hampir 89 persen emisi transportasi berasal dari transportasi darat.
Karena itu, pemerintah terus mendorong kebijakan yang berpihak pada transisi energi baru dan terbarukan, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil melalui percepatan elektrifikasi kendaraan.
"Semangat kita adalah bagaimana mengembangkan strategi dan kebijakan yang lebih berpihak pada transisi energi baru dan terbarukan. Kita ingin mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar berbasis fosil, apalagi di tengah dinamika geopolitik global yang sering memicu lonjakan harga minyak dunia," jelasnya.
.jpg)
"Kita ingin terus tumbuh ekonominya, terus membangun termasuk infrastrukturnya, tetapi tetap ramah terhadap lingkungan. Kita harus menjaga kelestarian bumi ini untuk anak cucu dan generasi penerus kita," katanya.
AHY menjelaskan sektor energi masih menjadi penyumbang terbesar emisi karbon nasional, yakni sekitar 55 persen. Dari jumlah tersebut, sektor transportasi menyumbang sekitar 22 persen, sementara hampir 89 persen emisi transportasi berasal dari transportasi darat.
Karena itu, pemerintah terus mendorong kebijakan yang berpihak pada transisi energi baru dan terbarukan, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil melalui percepatan elektrifikasi kendaraan.
"Semangat kita adalah bagaimana mengembangkan strategi dan kebijakan yang lebih berpihak pada transisi energi baru dan terbarukan. Kita ingin mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar berbasis fosil, apalagi di tengah dinamika geopolitik global yang sering memicu lonjakan harga minyak dunia," jelasnya.
Lihat Juga :