Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:47 WIB
loading...
A
A
A
Di sektor literatur, karya yang diterbitkan mencakup topik teknologi, pelindungan profesi, hingga budaya. Beberapa judul yang telah didistribusikan antara lain Pengantar Hukum Indonesia: Fondasi dan Transformasi di Era Digital dan Globalisasi, Hak Cipta dan Kecerdasan Buatan: Menempatkan AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pencipta, serta Aman Mengajar: Panduan Lengkap Guru Menghindari Kriminalisasi.
Selain itu, kajian kearifan lokal turut didokumentasikan melalui buku Bagaimana Menghormati Bali Secara Utuh. Di samping literasi teks, platform ini juga merilis serangkaian karya audio. Belasan album musik telah diproduksi dengan fokus pada tema sosial, spiritualitas, dan nasionalisme. Album-album tersebut meliputi Unity and Peace for the World, Depthera, Igenerasi, Ini Laguku (Remastered 2025), Ittiba, hingga Beyond Empathy.
"Strategi mengintegrasikan literasi teks dan karya audio di bawah satu ekosistem dirancang untuk menjangkau demografi yang lebih luas. Melalui pendekatan ini, edukasi hukum dan pelindungan HKI tidak lagi eksklusif di ruang sidang, melainkan melebur dalam keseharian masyarakat melalui buku dan musik," ujar Muhammad Ari Pratomo mengenai fungsi strategis perusahaan yang dibangunnya, Sabtu (27/6/2026).
Langkah korporasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi para profesional lain di Tanah Air dalam memanfaatkan instrumen legal dan kreatif secara bersamaan, guna membangun peradaban publik yang lebih melek hukum dan berbudaya.
Selain itu, kajian kearifan lokal turut didokumentasikan melalui buku Bagaimana Menghormati Bali Secara Utuh. Di samping literasi teks, platform ini juga merilis serangkaian karya audio. Belasan album musik telah diproduksi dengan fokus pada tema sosial, spiritualitas, dan nasionalisme. Album-album tersebut meliputi Unity and Peace for the World, Depthera, Igenerasi, Ini Laguku (Remastered 2025), Ittiba, hingga Beyond Empathy.
"Strategi mengintegrasikan literasi teks dan karya audio di bawah satu ekosistem dirancang untuk menjangkau demografi yang lebih luas. Melalui pendekatan ini, edukasi hukum dan pelindungan HKI tidak lagi eksklusif di ruang sidang, melainkan melebur dalam keseharian masyarakat melalui buku dan musik," ujar Muhammad Ari Pratomo mengenai fungsi strategis perusahaan yang dibangunnya, Sabtu (27/6/2026).
Langkah korporasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi para profesional lain di Tanah Air dalam memanfaatkan instrumen legal dan kreatif secara bersamaan, guna membangun peradaban publik yang lebih melek hukum dan berbudaya.
(rca)
Lihat Juga :