Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:09 WIB
loading...
A A A
Kemanfaatan (Zweckmäßigkeit), yakni hukum harus menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat; serta kepastian hukum (Rechtssicherheit), yaitu adanya aturan yang jelas agar masyarakat terlindungi dari kesewenang-wenangan. “Ketiga nilai tersebut tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Dia mengatakan, kepastian hukum tanpa keadilan akan melahirkan kekakuan. “Keadilan tanpa kepastian hukum berpotensi menciptakan ketidakpastian. Sementara kemanfaatan yang mengabaikan moral hanya akan menjadikan hukum sebagai alat pragmatis kekuasaan,” katanya.

Karena itu, Pieter Zulkifli menegaskan setiap penyelenggara negara memikul tanggung jawab moral untuk mengemban amanah rakyat secara bermartabat, menjunjung tinggi kebenaran, serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Dia juga mengutip filsuf Prancis Montesquieu yang pernah mengingatkan, 'There is no greater tyranny than that which is perpetrated under the shield of law', yakni tidak ada tirani yang lebih besar daripada tirani yang dilakukan atas nama hukum.

"Kalimat itu tetap relevan hingga hari ini. Ketika hukum kehilangan independensinya, bukan hanya individu yang dirugikan, melainkan seluruh sistem ekonomi ikut membayar harga yang mahal. Dunia usaha menjadi ragu mengambil risiko. Investor memilih menunggu. Lapangan pekerjaan melambat tercipta," jelasnya.

Pieter mengatakan bahwa pada saat yang sama publik juga berharap setiap program pemerintah benar-benar diarahkan untuk kepentingan rakyat, bukan menjadi ruang konsolidasi politik ataupun alat membangun loyalitas kelompok tertentu.

Dikatakannya, program sosial, pembangunan ekonomi, koperasi, maupun kebijakan strategis harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. "Negara tidak boleh memberi ruang bagi munculnya persepsi bahwa kebijakan publik dimanfaatkan untuk kepentingan di luar kepentingan masyarakat luas," kata Mantan Ketua Komisi III DPR ini.

Lebih jauh lagi, suara moral tidak boleh menghilang. Tokoh agama, akademisi, cendekiawan, media, dan masyarakat sipil memiliki tanggung jawab yang sama untuk terus mengingatkan penyelenggara negara agar tetap berjalan dalam koridor etika. “Kekuasaan tanpa kontrol moral akan mudah tergelincir menjadi kesewenang-wenangan,” ungkapnya.

Dia juga mengutip pernyataan Aristoteles yang pernah berkata, 'The law is reason free from passion', di mana hukum adalah akal sehat yang terbebas dari nafsu. Menurutnya, kalimat sederhana ini sesungguhnya menjadi pengingat bagi siapa pun yang sedang memegang kekuasaan.

Sebab, kekuasaan akan selalu datang dan pergi, tetapi keadilan adalah warisan yang menentukan apakah sebuah bangsa dihormati atau justru dikenang karena pernah mengabaikannya. Pada akhirnya, kata dia, Indonesia tidak sedang kekurangan sumber daya, tidak pula kekurangan orang-orang cerdas.

Dia berpendapat, yang paling dibutuhkan hari ini adalah keberanian menempatkan hukum kembali pada martabatnya: sebagai penjaga keadilan, bukan pelayan kekuasaan. “Karena ketika hukum berdiri tegak di atas integritas dan hati nurani, ekonomi akan tumbuh, investasi datang, masyarakat memperoleh kepastian, dan generasi muda belajar bahwa kejujuran masih menjadi jalan terbaik untuk membangun masa depan bangsa,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Rekomendasi
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Aroma Konspirasi Mencuat....
Aroma Konspirasi Mencuat. Gol Dianulir Wasit, Iran Gagal Lolos Otomatis ke Fase Gugur
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Berita Terkini
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved