Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Rabu, 24 Juni 2026 - 20:32 WIB
loading...
Pemrakarsa 98 Resolution Network, Wignyo Prasetyo menilai tuntutan dihentikannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tak memiliki visi terhadap bangsa. Termasuk visi Indonesia Emas 2045. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Tuntutan dihentikannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh segelintir kalangan dinilai tak memiliki visi terhadap bangsa. Termasuk visi Indonesia Emas 2045.
"Mereka tidak mau melihat apa yang dikehendaki Presiden Prabowo di mana bangsa ini sedang menuju zaman keemasan 2045," kata salah satu pemrakarsa 98 Resolution Network, Wignyo Prasetyo, di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Baca juga: MBG Dihentikan saat Libur Sekolah, BGN Sebut Hemat Anggaran Rp3 Triliun
Menurut Wignyo, Presiden Prabowo sangat paham untuk menuju Indonesia Emas 2045 bangsa ini harus mencetak generasi yang cerdas dan sehat. Untuk itu negara harus menjamin nutrisi yang baik bagi anak-anak sejak dini.
"Presiden Prabowo mencanangkan Program MBG ini agar negara dapat menjamin gizi yang baik untuk anak-anak kita sejak dini," ujarnya.
Wignyo menekankan Prabowo sudah melihat jauh ke depan bahwa generasi yang sehat dan cerdas tidak mungkin dapat dicapai jika Indonesia masih menghadapi berbagai masalah kesehatan pada anak-anak.
Baca juga: Prabowo Sindir Penolak MBG: Enggak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
"Sekitar 9 juta anak mengalami stunting, 4,5 juta balita menderita gizi buruk, 65% anak sekolah tidak sarapan. Kondisi-kondisi seperti ini lah yang akan menjadi penghambat pembangunan SDM unggul kelak di tahun-tahun ke depan, dan Presiden Prabowo mengerti benar itu," jelas Wignyo.
"Karenanya sudah sangat benar program MBG itu, di mana negara 'memberi' makanan yang bernutrisi, bergizi untuk anak-anak kita," sambungnya.
Wignyo menegaskan Program MBG ini harus dilanjutkan, karena ini salah satu jalan utama menuju visi Indonesia Emas dengan generasi yang sehat dan cerdas.
"Demi masa depan generasi kita yang kuat Program MBG ini harus dilanjutkan, tentu saja disertai dengan berbagai koreksi dan perbaikan tata kelolanya, dan Presiden sedang melakukan pembenahan-pembenahan itu," tegasnya.
"Mereka tidak mau melihat apa yang dikehendaki Presiden Prabowo di mana bangsa ini sedang menuju zaman keemasan 2045," kata salah satu pemrakarsa 98 Resolution Network, Wignyo Prasetyo, di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Baca juga: MBG Dihentikan saat Libur Sekolah, BGN Sebut Hemat Anggaran Rp3 Triliun
Menurut Wignyo, Presiden Prabowo sangat paham untuk menuju Indonesia Emas 2045 bangsa ini harus mencetak generasi yang cerdas dan sehat. Untuk itu negara harus menjamin nutrisi yang baik bagi anak-anak sejak dini.
"Presiden Prabowo mencanangkan Program MBG ini agar negara dapat menjamin gizi yang baik untuk anak-anak kita sejak dini," ujarnya.
Wignyo menekankan Prabowo sudah melihat jauh ke depan bahwa generasi yang sehat dan cerdas tidak mungkin dapat dicapai jika Indonesia masih menghadapi berbagai masalah kesehatan pada anak-anak.
Baca juga: Prabowo Sindir Penolak MBG: Enggak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
"Sekitar 9 juta anak mengalami stunting, 4,5 juta balita menderita gizi buruk, 65% anak sekolah tidak sarapan. Kondisi-kondisi seperti ini lah yang akan menjadi penghambat pembangunan SDM unggul kelak di tahun-tahun ke depan, dan Presiden Prabowo mengerti benar itu," jelas Wignyo.
"Karenanya sudah sangat benar program MBG itu, di mana negara 'memberi' makanan yang bernutrisi, bergizi untuk anak-anak kita," sambungnya.
Wignyo menegaskan Program MBG ini harus dilanjutkan, karena ini salah satu jalan utama menuju visi Indonesia Emas dengan generasi yang sehat dan cerdas.
"Demi masa depan generasi kita yang kuat Program MBG ini harus dilanjutkan, tentu saja disertai dengan berbagai koreksi dan perbaikan tata kelolanya, dan Presiden sedang melakukan pembenahan-pembenahan itu," tegasnya.
(shf)
Lihat Juga :