Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Senin, 22 Juni 2026 - 23:13 WIB
loading...
A
A
A
"Talenta yang mampu mengintegrasikan engineering mindset, business acumen, dan leadership capability akan memiliki daya saing yang lebih kuat di era transformasi digital," katanya.
Dalam sesi diskusi, peserta mendapat gambaran langsung dari pengalaman para pemimpin industri.
Direktur Keuangan INALUM Ken Permana membawakan materi bertajuk The Maverick's Leap: Breaking the Linear Career Myth. Alumnus Teknik Mesin ITS itu membagikan perjalanan kariernya hingga dipercaya menjadi Direktur Keuangan INALUM pada usia 34 tahun.
Menurut Ken, keberanian mengambil peluang baru dan kesiapan menghadapi tantangan menjadi faktor penting untuk menciptakan lompatan karier.
"Keberanian memulai, kemauan belajar, dan kesiapan menghadapi tantangan baru adalah modal utama untuk mencapai lompatan karier," ujarnya.
Sementara itu, Munadi Herlambang melalui materi The Architect's Blueprint: Structural Leadership & Corporate Governance menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi di tengah perubahan yang berlangsung semakin cepat. Ia menegaskan bahwa kemampuan teknis harus dibarengi kemampuan menerjemahkan ide ke dalam bahasa bisnis agar dapat diterima dan memberi dampak lebih luas.
"Engineer harus mampu berbicara dalam bahasa bisnis agar ide teknis dapat dipahami. Fondasi penting, tetapi kemampuan adaptasi yang membuat karier bertahan," ujarnya.
Munadi juga memperkenalkan konsep Unlearn, Relearn, and Own sebagai kerangka pengembangan diri generasi muda, dengan menekankan pentingnya integritas, karakter, dan pengembangan sumber daya manusia.
Dalam sesi diskusi, peserta mendapat gambaran langsung dari pengalaman para pemimpin industri.
Direktur Keuangan INALUM Ken Permana membawakan materi bertajuk The Maverick's Leap: Breaking the Linear Career Myth. Alumnus Teknik Mesin ITS itu membagikan perjalanan kariernya hingga dipercaya menjadi Direktur Keuangan INALUM pada usia 34 tahun.
Menurut Ken, keberanian mengambil peluang baru dan kesiapan menghadapi tantangan menjadi faktor penting untuk menciptakan lompatan karier.
"Keberanian memulai, kemauan belajar, dan kesiapan menghadapi tantangan baru adalah modal utama untuk mencapai lompatan karier," ujarnya.
Sementara itu, Munadi Herlambang melalui materi The Architect's Blueprint: Structural Leadership & Corporate Governance menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi di tengah perubahan yang berlangsung semakin cepat. Ia menegaskan bahwa kemampuan teknis harus dibarengi kemampuan menerjemahkan ide ke dalam bahasa bisnis agar dapat diterima dan memberi dampak lebih luas.
"Engineer harus mampu berbicara dalam bahasa bisnis agar ide teknis dapat dipahami. Fondasi penting, tetapi kemampuan adaptasi yang membuat karier bertahan," ujarnya.
Munadi juga memperkenalkan konsep Unlearn, Relearn, and Own sebagai kerangka pengembangan diri generasi muda, dengan menekankan pentingnya integritas, karakter, dan pengembangan sumber daya manusia.
Lihat Juga :