Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 09:57 WIB
loading...
Din Syamsuddin Ungkap...
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku sangat mengagumi Presiden Soekarno atau Bung Karno. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku sangat mengagumi Bung Karno dengan membaca hampir semua karya proklamator Republik Indonesia itu, terutama buku berjudul ‘’Di Bawah Bendera Revolusi’’. Menurut Din, hingga kini Bung Karno diakui sebagai tokoh yang dikagumi dunia internasional.

‘’Bung Karno tak terbantahkan, selain sebagai proklamator, beliau juga tokoh umat Islam Indonesia, bahkan tokoh yang dikagumi dunia internasional. Saya pernah ke Kairo, Mesir, di sana ternyata ada jalan Ahmad Sukarno,’’ ujar Din dalam acara Haul ke-56 Bung Karno di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026).

Maka itu, dia mengajak Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) mengikuti jejak Bung Karno memprakarsai dialog semua organisasi massa Islam membahas kondisi Indonesia terkini. Dia meminta sayap Islam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menjadi motor penggerak dialog, mulai dari mengundang peserta sampai memberi fasilitas dialog.

Baca juga: Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi

‘’Bung Karno dikenal sebagai solidarity maker, pemersatu Indonesia yang multikultural, lintas agama, lintas suku, lintas golongan. Bamusi sebagai organisasi sayap Islam PDI Perjuangan mestinya menangkap dan melanjutkan ajaran Bung Karno ini dalam bentuk api, bukan debu,’’ tegas mantan Ketua Umum MUI Pusat itu.

Din menilai, masukan dari ormas-ormas Islam untuk pemerintahan sangat penting agar roda pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto berjalan secara terukur. Guru Besar Ilmu Politik di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mencontohkan tidak tepat jika Indonesia saat ini terlibat dalam Board of Peace (BoP) bentukan AS sebab Palestina tidak membutuhkan organisasi perdamaian buatan Presiden Donald Trump itu.

‘’Kalau saja Bung Karno masih hidup, beliau tentu tidak setuju Indonesia masuk BoP itu. Darah Bung Karno adalah kemerdekaan tanpa syarat buat Palestina sebab kemerdekaan adalah hak segala bangsa,’’ kata doktor ilmu politik lulusan University of California, Los Angeles, (UCLA), AS itu.

Lihat video: Mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin Optimistis Prabowo Bisa Berantas Korupsi


Menurut Din, Bung Karno tidak hanya dicatat sejarah sebagai solidarity maker, tapi ada tiga label lain yang melekat dalam dirinya. Pertama, Bung Karno dikenal gigih mengintegrasikan wawasan kebangsaan dan wawasan keagamaan, khususnya keislaman.

Kedua Bung Karno dikenal pandai bergaul dengan tokoh-tokoh nasional lintas mazhab. Ketiga Bung Karno terkenal dengan konsep Tri Sakti yang selalu digadang-gadangnya.

‘’Apakah saat ini Indonesia benar-benar berjalan di bawah payung Tri Sakti? Inilah yang harus kita dialogkan. Benarkah kita benar-benar berdaulat dalam politik seperti ajaran Tri Sakti? Apakah kita benar-benar berdikari dalam ekonomi? Tak kalah penting, apakah kita cukup berkepribadian dalam budaya?’’ tegas Din Syamsuddin.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat PP Bamusi Ahmad Basarah menyambut baik ajakan Din Syamsuddin agar PP Bamusi memprakarsai dialog ormas-ormas Islam. Ketua DPP PDIP ini menilai, hanya lewat dialog terbuka dan jujur, gagasan besar dan positif tentang kondisi Indonesia saat ini bisa dicarikan jalan keluar.

Optimisme yang sama disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PP Bamusi, Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah. Anggota DPR dari Dapil Gresik dan Lamongan ini bahkan menyatakan sebaiknya ajakan positif Din Syamsuddin itu dilaksanakan secepatnya, jika perlu Juli mendatang.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Perkuat Akses Pendidikan,...
Perkuat Akses Pendidikan, UMJ Resmikan Kampus Tulang Bawang Lampung
Rekomendasi
Prancis vs Irak: Les...
Prancis vs Irak: Les Bleus Ancam Kubur Mimpi Singa Mesopotamia
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Berita Terkini
Breaking News, Kejaksaan...
Breaking News, Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa!
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Megawati Gelar Silaturahmi...
Megawati Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Ada Istri Gus Dur hingga Romo Magnis
GIC: Ziarah Kapolri...
GIC: Ziarah Kapolri Bentuk Penghormatan Tulus terhadap Tokoh Bangsa Tanpa Kecuali
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved