Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Minggu, 21 Juni 2026 - 14:15 WIB
loading...
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin kembali menanggapi dinamika yang berkembang di lingkungan PBNU menjelang Muktamar ke-35 Agustus 2026. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin kembali menanggapi dinamika yang berkembang di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35. Muktamar PBNU bakal digelar Agustus 2026.
Melalui unggahan di akun X pribadinya pada Minggu (21/6/2026), Gus Muhaimin menegaskan Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang mengedepankan harmoni dan persatuan, bukan arena kompetisi politik.
Baca juga: Muktamar PBNU 2026 Digelar Agustus, Ini Daftar Panitianya
“NU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. NU itu orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan. Berbagai kemampuan dan kecerdasan sosial bersatu padu,” tulisnya.
Dalam unggahan tersebut, Gus Muhaimin juga menyampaikan pesan tegas kepada pihak-pihak yang dinilai membawa kepentingan politik ke dalam organisasi.
“Yang main-main di NU keluarkan aja. Yang berpolitik silakan di partai aja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai dinamika internal PBNU menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35. Meski tidak menyebut pihak tertentu, pesan Gus Muhaimin dinilai sebagai ajakan untuk menjaga khittah dan tradisi kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas NU.
Menutup unggahannya, Gus Muhaimin mengungkapkan kerinduannya kepada almarhum KH Hasyim Muzadi yang pernah memimpin PBNU pada periode 1999–2010. “Kangen Pak Hasyim Muzadi, rek!” tulisnya.
Ungkapan tersebut langsung menarik perhatian warganet dan memunculkan berbagai respons, terutama karena disampaikan di tengah menghangatnya dinamika menjelang Muktamar NU. "Waah iki, Gus..?" sahut @muhammad_husnil.
Melalui unggahan di akun X pribadinya pada Minggu (21/6/2026), Gus Muhaimin menegaskan Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang mengedepankan harmoni dan persatuan, bukan arena kompetisi politik.
Baca juga: Muktamar PBNU 2026 Digelar Agustus, Ini Daftar Panitianya
“NU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. NU itu orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan. Berbagai kemampuan dan kecerdasan sosial bersatu padu,” tulisnya.
Dalam unggahan tersebut, Gus Muhaimin juga menyampaikan pesan tegas kepada pihak-pihak yang dinilai membawa kepentingan politik ke dalam organisasi.
“Yang main-main di NU keluarkan aja. Yang berpolitik silakan di partai aja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai dinamika internal PBNU menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35. Meski tidak menyebut pihak tertentu, pesan Gus Muhaimin dinilai sebagai ajakan untuk menjaga khittah dan tradisi kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas NU.
Menutup unggahannya, Gus Muhaimin mengungkapkan kerinduannya kepada almarhum KH Hasyim Muzadi yang pernah memimpin PBNU pada periode 1999–2010. “Kangen Pak Hasyim Muzadi, rek!” tulisnya.
Ungkapan tersebut langsung menarik perhatian warganet dan memunculkan berbagai respons, terutama karena disampaikan di tengah menghangatnya dinamika menjelang Muktamar NU. "Waah iki, Gus..?" sahut @muhammad_husnil.
(jon)
Lihat Juga :