Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Rabu, 17 Juni 2026 - 20:49 WIB
loading...
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melaporkan pelaksanaan haji tahun 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026). Foto/BPMI Setpres
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Hal itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) usai melaporkan pelaksanaan haji 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).
“Kami hari ini menghadap Presiden terkait dengan evaluasi. Kami melaporkan penyelenggaraan haji tahun 2026 ini, di mana beberapa poin kita mendapatkan nilai positif walaupun tidak menutup kemungkinan memang ada beberapa titik yang perlu disempurnakan,” kata Gus Irfan.
Baca juga: Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Menurut Irfan, capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama antara Kementerian Haji dan DPR sebagai Tim Pengawas Haji yang dinilai berjalan konstruktif.
Dia menjelaskan, tantangan penyelenggaraan haji 2026 cukup besar mengingat dirinya baru dilantik sebagai Menteri Haji pada September 2025 lalu. Sementara, tahapan penyelenggaraan haji dari Pemerintah Arab Saudi telah dimulai sejak Juni 2025, pihaknya harus mengejar ketertinggalan waktu.
“Artinya kita ketinggalan sekitar 3-4 bulan. Tapi, Alhamdulillah dengan kerja sama semua tim kita bisa mengejar ketinggalan itu dan Alhamdulillah hari ini saya terutama dengan DPR, dan saya sangat senang tadi Presiden memberikan apresiasi kepada penyelenggara haji pada tahun ini,” ujar dia.
Baca juga: Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Saat bertemu Presiden, Gus Irfan melaporkan sejumlah perbaikan layanan yang menjadi catatan positif penyelenggaraan haji tahun ini. Salah satunya adalah percepatan penerbitan visa jemaah yang telah selesai pada pertengahan Ramadan.
“Ini hal yang sangat-sangat luar biasa. Nusuk sudah mulai dibagikan di tanah air sehingga tidak ada lagi cerita jemaah yang terpisah dari keluarganya. Jemaah yang tidak mendapatkan hotel padahal sudah sampai di sana, jemaah yang tercecer di mana-mana tidak ada lagi,” ungkapnya.
Menurutnya, kualitas layanan haji tahun ini telah melampaui standar paket yang digunakan. Meski masih menggunakan skema Paket D, kualitas layanan yang diberikan disebut mendekati standar Paket C.
“Kemudian yang lainnya lagi kita sudah mulai melakukan kontrak-kontrak ini multi-years untuk bisa memastikan layanan harus baik dan bisa menjadi jaminan bagi pihak vendor untuk bisa memberikan layanan terbaik dan kita juga bisa mendapatkan harga yang lebih baik lagi,” jelasnya.
Dia menambahkan, Presiden Prabowo juga memberikan arahan peningkatan pelayanan ibadah haji pada tahun depan. Mulai terkait penyediaan konsumsi yang lebih baik dan lebih dini, serta penataan akomodasi hotel agar semakin nyaman bagi jemaah Indonesia.
“Presiden memberikan masukan-masukan untuk peningkatan layanan kepada jemaah haji terkait dengan tahun 2027 nanti. Termasuk bagaimana makanan-makanan bisa dipersiapkan lebih dini lagi,” imbuhnya.
“Kemudian bagaimana beliau juga memberikan masukan tentang penginapan-penginapan hotel-hotel yang harus juga lebih ditata lebih baik lagi,” pungkas Gus Irfan.
“Kami hari ini menghadap Presiden terkait dengan evaluasi. Kami melaporkan penyelenggaraan haji tahun 2026 ini, di mana beberapa poin kita mendapatkan nilai positif walaupun tidak menutup kemungkinan memang ada beberapa titik yang perlu disempurnakan,” kata Gus Irfan.
Baca juga: Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Menurut Irfan, capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama antara Kementerian Haji dan DPR sebagai Tim Pengawas Haji yang dinilai berjalan konstruktif.
Dia menjelaskan, tantangan penyelenggaraan haji 2026 cukup besar mengingat dirinya baru dilantik sebagai Menteri Haji pada September 2025 lalu. Sementara, tahapan penyelenggaraan haji dari Pemerintah Arab Saudi telah dimulai sejak Juni 2025, pihaknya harus mengejar ketertinggalan waktu.
“Artinya kita ketinggalan sekitar 3-4 bulan. Tapi, Alhamdulillah dengan kerja sama semua tim kita bisa mengejar ketinggalan itu dan Alhamdulillah hari ini saya terutama dengan DPR, dan saya sangat senang tadi Presiden memberikan apresiasi kepada penyelenggara haji pada tahun ini,” ujar dia.
Baca juga: Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Saat bertemu Presiden, Gus Irfan melaporkan sejumlah perbaikan layanan yang menjadi catatan positif penyelenggaraan haji tahun ini. Salah satunya adalah percepatan penerbitan visa jemaah yang telah selesai pada pertengahan Ramadan.
“Ini hal yang sangat-sangat luar biasa. Nusuk sudah mulai dibagikan di tanah air sehingga tidak ada lagi cerita jemaah yang terpisah dari keluarganya. Jemaah yang tidak mendapatkan hotel padahal sudah sampai di sana, jemaah yang tercecer di mana-mana tidak ada lagi,” ungkapnya.
Menurutnya, kualitas layanan haji tahun ini telah melampaui standar paket yang digunakan. Meski masih menggunakan skema Paket D, kualitas layanan yang diberikan disebut mendekati standar Paket C.
“Kemudian yang lainnya lagi kita sudah mulai melakukan kontrak-kontrak ini multi-years untuk bisa memastikan layanan harus baik dan bisa menjadi jaminan bagi pihak vendor untuk bisa memberikan layanan terbaik dan kita juga bisa mendapatkan harga yang lebih baik lagi,” jelasnya.
Dia menambahkan, Presiden Prabowo juga memberikan arahan peningkatan pelayanan ibadah haji pada tahun depan. Mulai terkait penyediaan konsumsi yang lebih baik dan lebih dini, serta penataan akomodasi hotel agar semakin nyaman bagi jemaah Indonesia.
“Presiden memberikan masukan-masukan untuk peningkatan layanan kepada jemaah haji terkait dengan tahun 2027 nanti. Termasuk bagaimana makanan-makanan bisa dipersiapkan lebih dini lagi,” imbuhnya.
“Kemudian bagaimana beliau juga memberikan masukan tentang penginapan-penginapan hotel-hotel yang harus juga lebih ditata lebih baik lagi,” pungkas Gus Irfan.
(shf)
Lihat Juga :