Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:27 WIB
loading...
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram sebagai momentum untuk melakukan transformasi diri dan sosial. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram sebagai momentum untuk melakukan transformasi diri dan sosial. Sebab, hijrah tidak sekadar dimaknai sebagai perpindahan fisik Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga perubahan cara pandang dari mentalitas kabilah menuju kehidupan umat yang inklusif, berkeadaban, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Hal itu disampaikan Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan pada peringatan Malam Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Masjid Istiqlal Jakarta yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam Kemenag) dalam rangkaian Peaceful Muharam, Senin, 15 Juni 2026.

"Hijrah bukan hanya perpindahan fisik Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Hijrah adalah transformasi sistem kemasyarakatan, dari masyarakat kabilah yang sempit dan primordial menuju masyarakat umat yang global, kosmopolitan, serta diikat oleh kasih sayang dan visi bersama," ujarnya, dikutip Selasa (16/6/2026).

Baca juga: Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

Nasaruddin menjelaskan, sebelum Islam hadir masyarakat Arab didominasi oleh sistem kabilah yang bertumpu pada hubungan darah dan kesukuan. Kehadiran Rasulullah kemudian memperkenalkan konsep umat, yaitu komunitas yang melampaui batas-batas suku, ras, dan golongan.

“Terdapat perbedaan mendasar antara berbagai bentuk komunitas sosial. Kabilah dibangun atas dasar hubungan darah, sya'abun berlandaskan ikatan keluarga besar, qawmun terbentuk melalui kesepakatan sosial dan organisasi, sedangkan hizbun merujuk pada kelompok atau partai politik,” katanya.

Lihat video: TAHUN BARU ISLAM 1448H: Warga Sambut Tahun Baru Islam dengan Semangat!


Umat merupakan komunitas yang dipersatukan oleh empat unsur sekaligus, yaitu kasih sayang, visi ke depan, kepemimpinan yang berwibawa, serta masyarakat yang santun dan taat dalam satu sistem kepemimpinan yang disebut imamah. "Kalau keempat unsur itu ada dalam satu komunitas, barulah layak disebut umat," tegasnya.

Nasaruddin juga mengajak umat Islam melakukan refleksi terhadap kondisi kehidupan sosial saat ini. "Pertanyaannya sekarang, apakah masyarakat Islam Indonesia sudah bisa disebut umat? Atau kita masih terjebak dalam mentalitas kabilah, hizbun, kedaerahan, dan kelompok sendiri-sendiri?" katanya.

Nasaruddin menilai salah satu ciri masyarakat yang masih bermentalitas kabilah adalah tertutupnya akses kepemimpinan bagi pihak di luar kelompok tertentu. Sebaliknya, dalam masyarakat umat, kesempatan memimpin terbuka bagi siapa saja yang memiliki kapasitas dan mendapat kepercayaan masyarakat, tanpa memandang latar belakang suku maupun jenis kelamin.

Meski demikian, Nasaruddin mengingatkan keterbukaan saja tidak cukup. Persatuan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama harus terus diperkuat agar masyarakat benar-benar tumbuh sebagai umat yang kokoh. Karena itu, Nasaruddin mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum untuk meninggalkan sikap eksklusif yang hanya mementingkan kelompok sendiri serta memperkuat semangat persaudaraan dan kebersamaan.

"Semoga komunitas Islam Indonesia sudah layak untuk kita sebut sebagai umat, komunitas sejati. Inilah hakikat hijrah yang sesungguhnya," ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Waisak 2026, Menag:...
Waisak 2026, Menag: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia
Prabowo Salat Iduladha...
Prabowo Salat Iduladha di Paris, Menag: Tetap Ikuti Perkembangan di Istiqlal
Menag Ungkap Banyak...
Menag Ungkap Banyak Non-Muslim Sumbang Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal
Masjid Istiqlal Siap...
Masjid Istiqlal Siap Gelar Salat Iduladha: Khatib Prof Hamdan Juhannis, Imam Ahmad Anshoruddin
Nasaruddin Umar: Spirit...
Nasaruddin Umar: Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan untuk Perkuat Pesantren dan NKRI
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Rekomendasi
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Berita Terkini
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved