Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga

Senin, 15 Juni 2026 - 06:38 WIB
loading...
Jumhur Dorong Penanaman...
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan bahwa penanaman bambu sebagai solusi rehabilitasi lingkungan. Foto: Istimewa
A A A
BOGOR - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan bahwa penanaman bambu sebagai solusi rehabilitasi lingkungan. Penanaman bambu juga dianggapnya mampu menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat melalui skema perdagangan karbon (carbon trading).

Hal tersebut dikatakan Jumhur dalam Sarasehan "Gerakan Menanam Bambu Selamatkan Bumi, Serumpun Bambu untuk Sejuta Manfaat" yang digelar oleh Yayasan Bambu Indonesia dan Pencanangan Gerakan Menanam Bambu Nusantara 2026 di Cibinong, Bogor, Minggu (14/6/2026).

Sarasehan itu diikuti unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, komunitas lingkungan, pegiat konservasi, hingga masyarakat. Jumhur menuturkan, mekanisme perdagangan karbon dapat berjalan ketika emisi dari aktivitas industri melebihi batas yang diperbolehkan.

Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga


Baca juga: Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan



Nantinya, kelebihan tersebut wajib dikompensasi melalui penanaman vegetasi penyerap karbon, salah satunya pohon bambu. “Ketika ada proses industrialisasi, tentu menghasilkan emisi. Emisi itu ada batasannya. Kalau melebihi yang diperbolehkan, maka harus di-offset dengan penanaman tertentu sehingga emisi yang keluar bisa diserap kembali,” ujar Jumhur.

Lebih lanjut dia mengatakan, proyek penghijauan seperti penanaman bambu memiliki nilai ekonomi karena kemampuan tanaman tersebut dalam menyerap karbon dioksida (CO_2) dapat dihitung menggunakan metodologi tertentu. Setelah dihitung dan diverifikasi, pemerintah akan menerbitkan sertifikat emisi yang dapat diperdagangkan di pasar karbon.

Melalui skema itu, Jumhur optimistis masyarakat bisa mendapatkan dua sumber penghasilan sekaligus (double income). “Pohonnya aman, masyarakat dapat penghasilan. Jadi ada dua pemasukan, dari budidaya bambunya sendiri dan dari nilai karbon hasil pengurangan emisinya,” tuturnya.

Selain memberi keuntungan finansial, perdagangan karbon berbasis penghijauan ini juga dinilai mampu membuka peluang lapangan kerja baru yang ramah lingkungan (green jobs) di tingkat komunitas. Pemerintah saat ini terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat agar mereka mendapat penghasilan lebih, sambil tetap menjaga kelestarian alam.

Dalam kesempatan itu, Jumhur juga menegaskan bahwa potensi besar bambu sebagai tanaman konservasi sekaligus bagian dari kearifan lokal Indonesia. Apalagi, bambu sangat efektif untuk memulihkan kawasan lahan kritis dan daerah aliran sungai (DAS).

“Kita punya sekitar 12,4 juta hektare lahan kritis. Saya ingin mencanangkan gerakan besar-besaran menanam bambu di mana-mana. Secara nasional, jumlahnya bisa jutaan, bahkan mungkin ratusan juta bambu ditanam,” ungkapnya.

Menutup arahannya, Jumhur pun menantang komunitas lingkungan dan pegiat bambu untuk mulai menyiapkan pembibitan secara masif demi menyukseskan gerakan nasional tersebut.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Kelakar Prabowo ke Jumhur...
Kelakar Prabowo ke Jumhur saat Resmikan Museum Marsinah: Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri
Menteri LH Jumhur Tegaskan...
Menteri LH Jumhur Tegaskan Komitmen Atasi Pengelolaan Sampah
Forum Bisnis New York,...
Forum Bisnis New York, RI Dorong Investasi Karbon Hutan Berintegritas Tinggi
75% TPA di Riau Masih...
75% TPA di Riau Masih Gunakan Sistem Open Dumping Sampah, Jumhur Dorong Percepatan Teknologi RDF dan Methane Capture
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
Rekomendasi
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved