PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:54 WIB
loading...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
Ketua MPP PKS Mulyanto mengatakan, sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi dan masyarakat kunci menjaga stabilitas. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menekankan pentingnya memahami secara komprehensif dinamika perekonomian nasional yang tengah menghadapi berbagai tantangan. Termasuk tekanan terhadap nilai tukar Rupiah, anjloknya IHSG, serta dampaknya terhadap ekonomi nasional.

Hal itu disampaikan Ketua MPP PKS Mulyanto dalam Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema “Memperkuat Fundamental Ekonomi Nasional untuk Mewujudkan Indonesia yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing Global.” Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PKS dalam memberikan kontribusi pemikiran strategis terhadap berbagai isu kebijakan publik dan perkembangan ekonomi nasional.

FGD yang berlangsung di Aula Utama Kantor DPTP PKS, Jakarta ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri atas unsur pimpinan dan pengurus PKS dari Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Syariah Pusat (DSP), Dewan Pakar PKS, Dewan Penasihat PKS, serta Fraksi PKS DPR RI.

Baca juga: Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden

"Tantangan yang sedang kita hadapi saat ini, harus disikapi dengan optimisme dan semangat gotong royong untuk memperkuat ketahanan ekonomi bangsa. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung berbagai langkah perbaikan dan penguatan ekonomi yang sedang dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sehingga Indonesia mampu keluar dari berbagai tekanan ekonomi global dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan nasional,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Dalam diskusi tersebut, para peserta memberikan perhatian terhadap dua isu utama. Pertama, dampak depresiasi rupiah terhadap berbagai aspek fundamental ekonomi nasional. Kedua, berbagai upaya strategis yang diperlukan untuk memperkuat daya tahan ekonomi agar pertumbuhan dapat kembali terjaga, sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi nasional guna mengantisipasi risiko krisis di masa mendatang.

Lihat video: Presiden Prabowo Panggil Ahli Ekonomi ke Istana


Mulyanto menekankan Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi, baik dari sisi sumber daya, potensi pasar domestik, maupun dukungan masyarakat terhadap agenda pembangunan nasional. Karenanya upaya untuk mempertajam dan lebih mengefisiensikan pengelolaan sumber daya fiskal yang prudent menjadi sangat vital.

“Kita harus terus membangun optimisme bahwa penguatan demokrasi ekonomi melalui peran strategis negara yang good governance akan mampu memperkuat fundamental ekonomi nasional untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing global,” ujar Mulyanto menutup sambutannya.

Melalui forum ini, MPP PKS berharap lahir berbagai gagasan, masukan, dan rekomendasi konstruktif yang dapat menjadi kontribusi bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga stabilitas serta mempercepat terwujudnya Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing di tingkat global.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Momen Jokowi Salat Jumat...
Momen Jokowi Salat Jumat Masjid Al Hikmah Sebelum Blusukan di Lampung
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Rekomendasi
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved