Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Minggu, 07 Juni 2026 - 15:56 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai anggota Steering Committee (SC) Komisi Rekomendasi Munas-Konbes NU, Gus Ma'shum mengusulkan konsep "Tata Kelola dan Tata Krama Organisasi" sebagai salah satu agenda strategis NU ke depan. Ia menilai tata kelola diperlukan agar organisasi berjalan efektif, sedangkan tata krama diperlukan agar organisasi tetap menjaga kepercayaan dan kehormatan.
Anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban itu mengutip ajaran Hadlratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari yang menempatkan adab sebagai puncak dari tauhid, iman, dan syariat. "Hadlratussyaikh mengajarkan bahwa adab bukan sekadar pelengkap, tetapi fondasi kehidupan. Nilai itulah yang selama ini menjadi kekuatan pesantren dan perlu terus dihadirkan dalam kehidupan organisasi," ujarnya.
Mantan Wakil Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur dan PCNU Tuban itu menegaskan, NU lahir dari tradisi pesantren yang mengajarkan keseimbangan antara ilmu, kepemimpinan, dan adab. Karena itu, penguatan tata kelola harus berjalan seiring dengan penguatan tata krama organisasi.
"Ketika tata kelola organisasi berjalan baik dan tata krama tetap terjaga, NU akan semakin kuat, mandiri, dan disegani," pungkasnya.
Anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban itu mengutip ajaran Hadlratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari yang menempatkan adab sebagai puncak dari tauhid, iman, dan syariat. "Hadlratussyaikh mengajarkan bahwa adab bukan sekadar pelengkap, tetapi fondasi kehidupan. Nilai itulah yang selama ini menjadi kekuatan pesantren dan perlu terus dihadirkan dalam kehidupan organisasi," ujarnya.
Mantan Wakil Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur dan PCNU Tuban itu menegaskan, NU lahir dari tradisi pesantren yang mengajarkan keseimbangan antara ilmu, kepemimpinan, dan adab. Karena itu, penguatan tata kelola harus berjalan seiring dengan penguatan tata krama organisasi.
"Ketika tata kelola organisasi berjalan baik dan tata krama tetap terjaga, NU akan semakin kuat, mandiri, dan disegani," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :