Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
Kamis, 04 Juni 2026 - 20:41 WIB
loading...
Nanik S Deyang berjanji bakal amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Foto: Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Nanik S Deyang berjanji bakal amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Dalam konferensi pers perdana bersama jajaran pimpinan baru BGN, Nanik menyatakan kesiapannya untuk menerima masukan dan kritik.
Nanik, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, kini memimpin lembaga tersebut dengan didampingi oleh dua wakil baru, yakni Agustina Arumsari dari unsur BPKP dan Mayjen TNI Trenggono.
Ia menekankan pentingnya sinergi untuk menjalani program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). "Mohon doanya, mohon dukungannya, dan mohon dikoreksi kalau kami salah. Kami butuh banyak masukan," ujar Nanik S Deyang di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/6/2026).
Lebih jauh, Nanik membeberkan bahwa fokus utama BGN saat ini melakukan efisiensi anggaran tanpa mengurangi sasaran penerima manfaat. Hal ini dilakukan melalui refocusing penerima hingga moratorium pembangunan dapur baru di wilayah tertentu.
Baca juga: Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
"Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran," tuturnya.
Terkait pelaksanaan di lapangan, Nanik menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memprioritaskan kelompok rentan atau 3B. "Kami kan sampai mengeluarkan ancaman, SPPG harus ada 3B: Bumil (Ibu Hamil), Busui (Ibu Menyusui), Balita. Kalau enggak kita suspensi," tegas Nanik.
Di bawah kepemimpinannya, Nanik juga berencana mengubah paradigma pelaksanaan program dari sekadar mengejar angka menjadi penguatan kualitas gizi, terutama untuk anak-anak di usia emas. "Intervensi gizi itu paling bagus adalah saat mulai kandungan bulan pertama sampai usia 9 tahun atau sampai SD. Nah, kita yang kejar ke sana," pungkasnya.
Nanik, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, kini memimpin lembaga tersebut dengan didampingi oleh dua wakil baru, yakni Agustina Arumsari dari unsur BPKP dan Mayjen TNI Trenggono.
Ia menekankan pentingnya sinergi untuk menjalani program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). "Mohon doanya, mohon dukungannya, dan mohon dikoreksi kalau kami salah. Kami butuh banyak masukan," ujar Nanik S Deyang di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/6/2026).
Lebih jauh, Nanik membeberkan bahwa fokus utama BGN saat ini melakukan efisiensi anggaran tanpa mengurangi sasaran penerima manfaat. Hal ini dilakukan melalui refocusing penerima hingga moratorium pembangunan dapur baru di wilayah tertentu.
Baca juga: Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
"Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran," tuturnya.
Terkait pelaksanaan di lapangan, Nanik menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memprioritaskan kelompok rentan atau 3B. "Kami kan sampai mengeluarkan ancaman, SPPG harus ada 3B: Bumil (Ibu Hamil), Busui (Ibu Menyusui), Balita. Kalau enggak kita suspensi," tegas Nanik.
Di bawah kepemimpinannya, Nanik juga berencana mengubah paradigma pelaksanaan program dari sekadar mengejar angka menjadi penguatan kualitas gizi, terutama untuk anak-anak di usia emas. "Intervensi gizi itu paling bagus adalah saat mulai kandungan bulan pertama sampai usia 9 tahun atau sampai SD. Nah, kita yang kejar ke sana," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :