Gerindra: Diplomasi Aktif Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Panggung Global

Rabu, 03 Juni 2026 - 15:42 WIB
loading...
Gerindra: Diplomasi...
Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menuturkan bahwa langkah diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto merupakan strategi penting untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menuturkan bahwa langkah diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto merupakan strategi penting untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks. Hal tersebut dikatakannya merespons kritik yang disampaikan diplomat senior Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.

Sugiat mengatakan, kondisi global saat ini menuntut pendekatan yang berbeda dibandingkan masa lalu. Kendati demikian, kata dia, pihaknya menghormati pandangan Dino sebagai diplomat senior. “Kami menghormati pandangan Pak Dino sebagai diplomat senior. Namun, kita harus melihat konstelasi global hari ini yang sedang tidak baik-baik saja,” katanya, Rabu (3/6/2026).

“Di tengah ketegangan geopolitik dunia, kehadiran Pak Prabowo di panggung internasional bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan langkah proaktif untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tapi ikut mewarnai arah kebijakan global yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dalam negeri," sambungnya.

Baca juga: IPR: Sikap Seskab Teddy Abaikan Serangan Personal Jadi Fondasi Penting Jaga Stabilitas



Wakil Ketua Komisi XIII DPR ini berpendapat, lanskap hubungan internasional telah berubah sehingga diplomasi tidak lagi dapat dijalankan hanya melalui pendekatan konvensional. Menurutnya, kehadiran langsung seorang kepala negara menjadi bagian penting dalam membangun pengaruh Indonesia di tingkat global.

“Kita harus memahami bahwa lanskap global hari ini sudah berubah total. Kritik Pak Dino mungkin lahir dari perspektif diplomasi konvensional era lama. Namun di era seperti sekarang ini, kebijakan luar negeri tidak bisa lagi dijalankan dari balik meja penasihat atau sekadar menanti laporan di menara gading. Pak Prabowo sedang mempraktikkan apa yang disebut peta jalan pengaruh. Kehadiran fisik, jabat tangan langsung, dan dialog tatap muka antar-pemimpin negara adalah mata uang tertinggi dalam diplomasi modern," ujarnya.

Lebih lanjut Sugiat mengatakan, tingginya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo tidak terlepas dari meningkatnya peran Indonesia di tingkat internasional. Dia menambahkan, banyak negara yang menginginkan keterlibatan Indonesia dalam berbagai isu strategis global.

"Mengapa kunjungan luar negeri ini begitu intens? Jawabannya sederhana: karena dunia yang meminta kehadiran Indonesia. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, Indonesia tidak lagi memosisikan diri sebagai objek yang pasif, melainkan subjek yang menentukan," tuturnya.

Dia melihat Presiden Prabowo saat ini membawa posisi tawar yang kuat sebagai pemimpin negara dengan potensi ekonomi besar, sekaligus representasi negara-negara berkembang atau Global South. "Saat Pak Prabowo berkunjung, beliau membawa posisi tawar yang besar sebagai raksasa ekonomi baru, pemimpin Global South, dan jangkar stabilitas Asia Tenggara. Jadi, mari kita ubah cara pandang kita. Kita tidak sedang 'mengetuk pintu' negara lain, kita sedang memenuhi undangan sebagai pemain kunci dunia," ujar Sugiat.

Dia menuturkan, diplomasi yang dijalankan Prabowo dilakukan secara seimbang kepada negara-negara mitra strategis, baik di kawasan Barat maupun Timur. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk nyata pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif Indonesia.

"Jika sebelumnya politik luar negeri kita dinilai terlalu pasif, Pak Prabowo mempraktikkannya dengan lebih dinamis. Pak Prabowo mendatangi negara-negara mitra utama secara berimbang, baik Barat maupun Timur, untuk menegaskan bahwa Indonesia bersahabat dengan semua pihak, tetapi tidak bisa didikte oleh siapa pun. Ini adalah wujud nyata dari kedaulatan bangsa," ujarnya.

Dia pun menepis anggapan bahwa aktivitas diplomasi luar negeri tidak berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa berbagai kerja sama yang dibangun pemerintah bertujuan memperkuat kesejahteraan rakyat di dalam negeri.

“Mungkin ada kesan bahwa urusan luar negeri itu jauh dari urusan rakyat kecil. Padahal sebaliknya. Ketika Pak Prabowo berbicara tentang ketahanan pangan, transfer teknologi pertahanan, atau kerja sama energi di luar negeri, tujuannya satu yaitu memastikan pasokan untuk dalam negeri aman, investasi masuk, dan lapangan kerja tercipta,” katanya.

Sugiat mengungkapkan, Presiden Prabowo juga dikenal sebagai pemimpin yang bekerja cepat dan terukur dalam setiap agenda diplomasi yang dijalankan, termasuk melakukan kunjungan ke luar negeri. “Setiap kunjungan selalu terukur dengan agenda yang padat dan konkret, mulai dari kesepakatan strategis hingga pengakuan internasional terhadap posisi Indonesia. Menghadapi dinamika dunia yang bergerak secepat kilat, diplomasi meja makan atau sekadar lewat surat tentu tidak lagi cukup," ujarnya.

Kendati demikian, Sugiat menegaskan bahwa Partai Gerindra tetap terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan dari berbagai kalangan, termasuk para pakar hubungan internasional. Sugiat pun meminta agara Dino aktif memberikan masukan kepada pemerintah.

“Sebagai partai yang terbuka, Gerindra melihat kritik dari tokoh seperti Pak Dino sebagai vitamin bagi demokrasi. Kami justru mengajak beliau dan para pakar hubungan internasional lainnya untuk terus memberikan masukan konstruktif. Mari kita kawal bersama agar posisi tawar Indonesia di dunia internasional yang saat ini sedang kuat-kuatnya, bisa memberikan manfaat maksimal bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Rekomendasi
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Head-to-Head Inggris...
Head-to-Head Inggris vs Ghana: The Three Lions Tak Pernah Kalah dari Afrika
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved