PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:18 WIB
loading...
A
A
A
“Pesantren tidak boleh menjadi ruang aman bagi pelaku kekerasan seksual. Sebaliknya, pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi santri untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.
Baca juga: Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dicabut dan Ditutup Permanen
Gus Ma’shum juga mendorong seluruh pesantren untuk terus memperkuat tata kelola dan sistem perlindungan santri agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pesantren semakin meningkat.
“Jangan sampai jasa besar pesantren dalam mendidik jutaan anak bangsa tertutupi oleh perbuatan segelintir oknum yang menyimpang dari nilai-nilai pesantren,” tandasnya.
Pesantren Langitan sendiri dikenal melahirkan santri-santri yang menjadi ulama besar seperti Syaechona Cholil (Bangkalan), KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), Hadlratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Abdul Wahab Chasbullah yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Baca juga: Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dicabut dan Ditutup Permanen
Gus Ma’shum juga mendorong seluruh pesantren untuk terus memperkuat tata kelola dan sistem perlindungan santri agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pesantren semakin meningkat.
“Jangan sampai jasa besar pesantren dalam mendidik jutaan anak bangsa tertutupi oleh perbuatan segelintir oknum yang menyimpang dari nilai-nilai pesantren,” tandasnya.
Pesantren Langitan sendiri dikenal melahirkan santri-santri yang menjadi ulama besar seperti Syaechona Cholil (Bangkalan), KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), Hadlratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Abdul Wahab Chasbullah yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
(shf)
Lihat Juga :