Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:27 WIB
loading...
A A A
Publik hanya akan mengambil potongan video beberapa detik untuk menjawab keresahan mereka atas suatu isu. “Mungkin akan sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika orang-orang masih mau menunggu statement dari pejabat untuk mencari tahu sebuah isu. Kalau sekarang sudah enggak ada yang mau baca mau dengar. Mereka akan lihat medsos dan ambil potongan dari clipper aja,” katanya.

Ketua Institut untuk Demokrasi dan HAM The Habibie Center Julian Aldrin Pasha menjelaskan salah satu inti dari permasalahan hari ini adalah soal kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. “Saya kira ini adalah masalah yang kita rasakan. Saya percaya bahwa demokrasi akan kuat jika ada trust. Kalau dibilang apa yang perlu dibenahi ya rasa percayanya dulu,” kata dosen Ilmu Politik UI tersebut.

Eko Wahyuanto, Tenaga Ahli Deputi 1 Badan Komunikasi yang hadir dalam diaolog tersebut menyadari bahwa pihaknya terus mengevaluasi apa yang terjadi di masyarakat hari ini. Tanpa ada keterbukaan informasi dan kepercayaan dari publik, maka demokrasi tidak akan berjalan baik.

“Kami menyadari hal itu, oleh karenanya Bakom dibentuk untuk menjembatani antara pemerintah dan publik agar ruang itu tidak kosong dan dimanfaatkan oleh mereka yang dengan sengaja menyampaikan narasi tidak produktif bahkan merusak,” ujarnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Sahroni Minta Siber...
Sahroni Minta Siber Polri Kejar Dalang Spam Judi Online di Medsos: Bukan Hal Sulit bagi Polisi
Komentar Judi Online...
Komentar Judi Online Dinilai Bukan Sekadar Promosi, Pakar: Tapi Upaya Provokasi Sistematis
Tren Komentar Spam Judi...
Tren Komentar Spam Judi Online Naik 128 Persen, Kini Pakai Sistem Bot Otomatis
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Bahaya Mengumbar Aib...
Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam Berdasarkan Al-Qur'an
UMB Gelar GEN Z SPEAKS:...
UMB Gelar GEN Z SPEAKS: Aware or Controlled?, Hadirkan Pandji hingga Rian Fahardhi
Rekomendasi
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Fangfang Ungkap Bukti...
Fangfang Ungkap Bukti Pernikahan Siri dengan Vicky Prasetyo, Dihadiri Keluarga
Berita Terkini
Sidang Eksepsi Dokter...
Sidang Eksepsi Dokter Tifa: Kami Tak Pernah Minta Jokowi Dihukum, Hanya Minta Ijazah Dibuktikan
Polri Ultimatum Pihak...
Polri Ultimatum Pihak yang Halangi Pengusutan 3 Kasus Korupsi
Penampakan Koper Berisi...
Penampakan Koper Berisi Emas Disita Polisi usai Geledah Rumah di Bogor
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Tiba PN Jaktim Jelang...
Tiba PN Jaktim Jelang Sidang Eksepsi, Dokter Tifa: Kami Siapkan 37 Halaman Nota Perlawanan
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved