Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:41 WIB
loading...
Peristiwa Bersejarah...
Presiden ke-RI BJ Habibie. Foto/Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Setelah Soeharto menyatakan berhenti dari jabatan Presiden Republik Indonesia (RI), Wakil Presiden (Wapres) Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie otomatis menjadi RI-1. Situasi di Gedung DPR/MPR RI yang sedang diduduki mahasiswa membuat BJ Habibie mengucapkan sumpah jabatan di Istana Merdeka .

Diketahui, di bagian pernyataan berhenti sebagai Presiden RI, Soeharto menyebut bahwa sesuai dengan Pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945, maka Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. Ing.B J. Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden/Mandataris MPR 1998–2003.

"Oleh karena keadaan tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan pengucapan sumpah di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat, maka untuk menghindari kekosongan pimpinan dalam menyelenggarakan pemerintahan negara, kiranya saudara Wakil Presiden sekarang juga agar melaksanakan pengucapan sumpah jabatan presiden di hadapan Mahkamah Agung Republik Indonesia," ucap Soeharto.

Baca Juga: Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden

Diketahui, pada 21 Mei 1998 tersebut, Gedung DPR/MPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, diduduki mahasiswa. Karena itu, pengucapan sumpah BJ Habibie sebagai Presiden ke-3 RI tersebut langsung dilakukan pada Kamis, 21 Mei 1998 di Istana Merdeka. Pengucapan sumpah dilakukan di hadapan hakim Mahkamah Agung (MA) yang diketuai Soerjono.

"Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang- Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa," ujar Habibie membacakan sumpah sebagai presiden.

Pria kelahiran Parepare pada 25 Juni 1936 itu resmi menjadi Presiden ke-3 RI. Seusai membacakan sumpah sebagai presiden, Habibie disalami oleh Soeharto.

Habibie kemudian membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan. Dia menjalankan pemerintahannya di tengah krisis ekonomi dan politik yang melanda Indonesia.

Habibie memang tak lama menjabat presiden. Pidato pertanggungjawabannya sebagai presiden ditolak MPR pada Oktober 1999.

Baca Juga: Kisah Habibie Berhasil Taklukkan Dolar AS dari Rp17.000 ke Rp6.550

Dikutip dari akun Instagram @habibiecenter, selama masa jabatannya sebagai presiden, yaitu selama 517 hari, Habibie mencapai banyak tonggak penting dalam meletakkan dasar bagi demokrasi Indonesia seperti kebebasan berbicara, kebebasan pers, pembebasan tahanan politik, dan penyelenggaraan pemilihan umum yang bebas dan adil.

Amien Rais , Tokoh Reformasi yang juga merupakan Ketua MPR RI 1999-2004, menyebut bangsa ini berutang budi kepada Habibie. "Beliau memperjuangkan kebebasan pers dan juga membebaskan para tahanan politik dari ekstrem kiri maupun kanan. Beliau juga mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan kepada publik mengenai kebebasan berpolitik dan pemulihan ekonomi," ujar Amien dikutip dari buku Mohammad Amien Rais Putra Nusantara.



Menurut Amien, Habibie juga tidak dibutakan oleh kekuasaan. "Beliau tidak berambisi merampungkan masa jabatannya hingga 2003 dan membuka jalan bagi terselenggaranya proses demokrasi melalui pemilu setelah setahun Soeharto mengundurkan diri. Meskipun memiliki legitimasi untuk tetap menjabat sebagai presiden, Habibie tidak bersikeras mempertahankan kedudukannya dan sungguh-sungguh mendukung penyelenggaraan pemilu secepatnya," kata Amien.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Momen Prabowo Sambut...
Momen Prabowo Sambut PM Narendra Modi di Istana Merdeka
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Rekomendasi
Malam Ini, MNCTV Siap...
Malam Ini, MNCTV Siap Menggoyang Warga Klaten dan Sekitarnya di Road To Kilau Raya
Tissa Biani Rayakan...
Tissa Biani Rayakan Ulang Tahun, Dul Jaelani Beri Ucapan Romantis
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
Berita Terkini
Di Seminar JARI, Para...
Di Seminar JARI, Para Pakar Kritisi Konstitusi untuk Kemajuan Bangsa
Kabar Duka, Juru Bicara...
Kabar Duka, Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Meninggal Dunia
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Peristiwa Teknologi Paling Menonjol di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved