Prabowo: Waktu Saya Enggak Berkuasa, Ibu Mega juga Bantu Saya di Bidang Ekonomi

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:54 WIB
loading...
Prabowo: Waktu Saya...
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri pernah membantunya di bidang ekonomi saat dirinya belum berkuasa. Hal itu disampaikan Prabowo ketika menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Dalam pidatonya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Prabowo terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada seluruh partai politik, termasuk PDIP yang berada di luar pemerintahan. Menurutnya, keberadaan oposisi penting untuk menjaga demokrasi dan sistem pengawasan terhadap pemerintah.

"Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah dan saya hormati dan saya hargai itu, demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya mengerti itu. Sebenarnya saya ingin ucapan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita," kata Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Janji Bangun 5.000 Desa Nelayan dalam 3 Tahun

Prabowo menilai PDIP telah berkorban demi menjaga keseimbangan demokrasi dengan tetap berada di luar koalisi pemerintahan. Meski mengaku lebih nyaman apabila seluruh partai bergabung dalam pemerintahan, ia menyadari kritik tetap diperlukan.

"Memang maunya saya itu gotong royong. Kalau semua partai di pemerintah alangkah manisnya, alangkah manisnya untuk saya. Tapi mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik. Setiap eksekutif harus diawasi," ujarnya.

Prabowo juga mengaku kerap merasa tersentuh dengan kritik keras yang disampaikan kader PDIP terhadap pemerintahannya. Menurutnya, kritik tersebut menjadi pengingat agar pemerintah tetap berjalan di jalur yang benar.

"Terima kasih atas pengawasan saudara kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur pilu hati saya. Ini anggota PDIP, kadang-kadang kritiknya keras banget. Tapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membedakan latar belakang politik dalam menentukan pemenang proyek atau tender. Ia mengaku sering mendapat laporan dari para menteri terkait proyek yang melibatkan pihak-pihak yang memiliki kedekatan dengan PDIP. Namun, Prabowo menegaskan penilaian harus dilakukan secara profesional.

"Tapi tanya, saya selalu mengatakan menteri-menteri minta petunjuk ini bagaimana Pak, Ada proyek ada tender, tapi ini di belakangnya PDIP. Bener? Ayo, menteri-menteri bener kan. Tapi Apa jawaban saya? Apa jawaban saya? Tidak ada masalah kalau dia menang dia menang aja, jangan kita lihat latar belakangnya, benar," papar Prabowo.

Prabowo kemudian mengungkapkan pengalamannya saat belum memiliki jabatan politik. Ia menyebut Megawati pernah membantu dirinya terkait urusan ekonomi dan proyek tender.



"Saudara tenang aja, karena waktu saya enggak berkuasa, waktu saya enggak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi. Enggak, saya mau terbuka. Saya mau terbuka saya enggak berkuasa waktu itu alias luntang-lantunglah."

Prabowo mengungkapkan bahwa saat itu Megawati meminta agar proyek yang dimenangkan Prabowo tidak diganggu apabila memang diperoleh secara benar. "Ibu Megawati Soekarnoputri intervensi mengatakan kalau memang Prabowo yang menang tender itu jangan diganggu, diteruskan."

Menurut Prabowo, pengalaman tersebut menjadi pelajaran baginya dalam memimpin pemerintahan saat ini. "Saya sekarang mengikuti contoh beliau. Saya sekarang presiden. Tidak boleh kita lihat latar belakang politik. Kalau dia benar, dia menang dengan benar, harus kita berikan," tandasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minta Maaf ke Presiden,...
Minta Maaf ke Presiden, Febrie Adriansyah Akan Buktikan Kebenaran Sesuai Fakta Hukum
Londo Ireng di Republik...
Londo Ireng di Republik Antikritik
Presiden Prabowo Dijadwalkan...
Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Hadiri Peringatan Harlah ke-28 PKB
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Rekomendasi
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Muslimah pun Perlu Berdakwah,...
Muslimah pun Perlu Berdakwah, Ini Peran Penting Wanita dalam Syiar Islam
Berita Terkini
DPR Usul Kemenhaj Bentuk...
DPR Usul Kemenhaj Bentuk BLU untuk Kelola Asrama Haji
Diduga Langgar Etik,...
Diduga Langgar Etik, Ketua KPU RI Dilaporkan ke DKPP Terkait Pembiaran Dokumen Ijazah Jokowi
Ketua Harian DPP Partai...
Ketua Harian DPP Partai Ummat: Harlah PKB Momentum Rekonsiliasi Politik Nasional
Penyidikan Kasus Bupati...
Penyidikan Kasus Bupati Rejang Lebong Meluas ke Bengkulu, Ini Alasan KPK
Menlu Sugiono Bertemu...
Menlu Sugiono Bertemu Menteri Palestina, Tegaskan Dukungan Kemerdekaan dan Rekonstruksi Gaza
Minta Maaf ke Presiden,...
Minta Maaf ke Presiden, Febrie Adriansyah Akan Buktikan Kebenaran Sesuai Fakta Hukum
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved