Ini Rekomendasi Konbes XXIII GP Ansor dalam Penanganan COVID-19

loading...
Ini Rekomendasi Konbes XXIII GP Ansor dalam Penanganan COVID-19
Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas memberikan sambutan dalam Konferensi Besar (Konbes) XXIII di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (20/9/2020). FOTO/DOK.GP ANSOR
A+ A-
MANADO - Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor telah selesai menggelar Konferensi Besar (Konbes) XXIII di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (20/9/2020). Kegiatan yang dihelat sejak Jumat (18/9/2020) ini menghasilkan sejumlah rekomendasi.

Rekomendasi yang dikeluarkan berkaitan dengan pandemi COVID-19 yang telah memukul bahkan mengubah landskap sosial ekonomi masyarakat dunia dalam 6 bulan terakhir. Berdasarkan data per 18 September 2020, secara global COVID-19 19 telah menginfeksi sebanyak 29,87 juta manusia dan menyebabkan 940.000 di antaranya meninggal dunia.

Adapun di Indonesia, tercatat 232.000 kasus positif dan menyebabkan 9.222 orang meninggal dunia per tanggal yang sama. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II tercatat mengalami perlambatan sebesar minus 5,32% dan diperkirakan masih akan mencatatkan perlambatan di kuartal III. (Baca juga: 3.989 Kasus Baru Covid-19, Ini Lima Provinsi Penyumbang Terbanyak)

"Pandemi belum terlihat kapan akan berakhir dan masih terus mencatatkan penambahan kasus baru. Seluruh dunia berharap segera ditemukan vaksin sehingga mobilitas sosial ekonomi kembali dapat dipulihkan," kata Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/9/2020).



Atas situasi yang serba tidak menentu ini, kata Gus Yaqut, sapaan akrab Yaqut Cholil Qoumas, GP Ansor menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia sebagai berikut:

1. Pandemi COVID-19 adalah krisis kesehatan, sehingga semua pendekatan dan kebijakan harus dilakukan dengan menjadikan pertimbangan kesehatan sebagai prioritas utama;

2. Belajar dari pengalaman negara lain yang telah berhasil membatasi penyebaran COVID-19, pengambil kebijakan harus terus menerus mengevaluasi pendekatan yang dijalankan dengan mengadopsi praktik terbaik dari negara lain dan menyesuaikannya dengan kearifan lokal; (Baca juga: Konbes GP Ansor di Minahasa, Gubernur Olly: Sinergitas Kian Penting Hadapi Covid-19)



3. Dalam kondisi krisis kesehatan ini, semua keputusan yang diambil oleh para pemangku kebijakan termasuk birokrasi dan aparat pemerintah harus dilakukan secara cepat, efektif, dan efisien;
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top