Profil Yakuza Maneges, Organisasi Dakwah Bentukan Para Gus Pembela Kaum Marjinal
Rabu, 13 Mei 2026 - 10:17 WIB
loading...
Ormas Yakuza Maneges resmi dideklarasikan di Kediri, Jawa Timur. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Nama Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Yakuza Maneges ramai diperbincangkan publik. Meski bernama Yakuza yang identik dengan mafia Jepang, namun ormas bentukan para Gus atau putra kiai ini justru membawa misi keadilan sosial, kemanusiaan, dan dakwah.
Lalu apa itu Yakuza Maneges, berikut ini ulasannya:
Yakuza Maneges dideklarasikan di Ballroom Hotel Bukit Daun, Kediri, Jawa Timur pada Sabtu, 9 Mei 2026. Inisiator sekaligus pendiri Yakuza Maneges adalah Thuba Topo Broto Maneges atau Gus Thuba yang merupakan cucu almarhum KH Hamim Jazuli atau Gus Miek.
Yakuza Maneges sendiri berada di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur'an dan Dzikrul Ghofilin yang didirikan ulama kharismatik Gus Miek. Hal ini juga mempertegas garis ideologi organisasi yang berfokus pada pendekatan kultural dan spiritual terhadap kaum marginal.
Baca juga: Jaga Stabilitas Nasional, MUI Ajak Ormas Islam Jaga Lisan agar Tak Timbulkan Kegaduhan
Dikutip dari laman resmi IG Yakuza Maneges, kata Yakuza memiliki filosofi yang mendalam yakni (Y) ang (A)walnya (K)otor (U)jungnya (Z)uhud (A)badi.
Yakuza Maneges memiliki visi penjaga yang lemah, pembela yang benar, dan pembenah yang salah. Sedangkan misinya adalah, kemanusiaan dan keadilan sosial, merangkul masyarakat awam yang jauh dari agama bahkan lintas agama sekalipun.
Selain itu, misinya juga membantu orang yang bermasalah baik secara hukum maupun nonhukum, secara fisik, maupun mental, dan psikis. Kemudian, memantau dan menindak kasus di tengah masyarakat, pejabat, bahkan kepada ulama yang melenceng sekalipun khususnya dalam hal asusila dan kenakalan.
Baca juga: 39 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Mei 2026, Berikut Namanya
Anggota Yakuza Maneges saat ini sebagian besar dari kalangan preman, mantan narapidana, dan gerombolan mafia. Akan tetapi dengan niat dan visi misi yang baik. Nilai-nilai utama yang dipegang adalah menanamkan nilai spiritual yang diajarkan almarhum Gus Miek di masa silam kepada kaum marjinal. Tigak ada manusia yang terlahir buruk dan tidak ada pintu yang tertutup bagi mereka yang ingin kembali.
Deklarasi Yakuza Maneges dihadiri sejumlah pejabat di antaranya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edi Herwiyanto, Kapolres Kediri, Dandim, Danbrigif, dan Danyon 521, Kejaksaan, Disbut Parpora.
Hadir pula perwakilan ormas seperti Pemuda Pancasila, PCNU, Ketua GRIB Jaya Kediri, Ketua PSHT, Ketua PSHW, Pagar Nuasa, Ketua IKSPI Kera Sakti dan sebagainya.
"Kami juga menegaskan bahwa Yakuza Maneges tidak berdiri berseberangan dengan negara melainkan hadir untuk mendukung dan berjalan bersama aparat penegak hukum," tegas Gus Thuba.
Sekedar informasi, KH Hamim Thohari Djazuli atau Gus Miek merupakan ulama kharismatik asal Kediri yang lahir pada 17 Agustus 1940 dan wafat pada 5 Juni 1993. Gus Miek merupakan paman dari Gus Kautsar.
Gus Miek merupakan pendiri amalan dzikir Jama'ah Mujahadah Lailiyah, Dzikrul Ghofilin, dan sema'an (mendengarkan) al-Qur'an Jantiko Mantab. Gus Miek adalah anak kandung dari K.H. Ahmad Djazuli Utsman, pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur.
Ia terkenal sebagai seorang wali (kekasih Allah) yang menghabiskan sebagian besar waktunya di luar Pesantren untuk berdakwah. Gus Miek juga terkenal sebagai wali yang memiliki banyak karomah.
Lalu apa itu Yakuza Maneges, berikut ini ulasannya:
Yakuza Maneges dideklarasikan di Ballroom Hotel Bukit Daun, Kediri, Jawa Timur pada Sabtu, 9 Mei 2026. Inisiator sekaligus pendiri Yakuza Maneges adalah Thuba Topo Broto Maneges atau Gus Thuba yang merupakan cucu almarhum KH Hamim Jazuli atau Gus Miek.
Yakuza Maneges sendiri berada di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur'an dan Dzikrul Ghofilin yang didirikan ulama kharismatik Gus Miek. Hal ini juga mempertegas garis ideologi organisasi yang berfokus pada pendekatan kultural dan spiritual terhadap kaum marginal.
Baca juga: Jaga Stabilitas Nasional, MUI Ajak Ormas Islam Jaga Lisan agar Tak Timbulkan Kegaduhan
Dikutip dari laman resmi IG Yakuza Maneges, kata Yakuza memiliki filosofi yang mendalam yakni (Y) ang (A)walnya (K)otor (U)jungnya (Z)uhud (A)badi.
Yakuza Maneges memiliki visi penjaga yang lemah, pembela yang benar, dan pembenah yang salah. Sedangkan misinya adalah, kemanusiaan dan keadilan sosial, merangkul masyarakat awam yang jauh dari agama bahkan lintas agama sekalipun.
Selain itu, misinya juga membantu orang yang bermasalah baik secara hukum maupun nonhukum, secara fisik, maupun mental, dan psikis. Kemudian, memantau dan menindak kasus di tengah masyarakat, pejabat, bahkan kepada ulama yang melenceng sekalipun khususnya dalam hal asusila dan kenakalan.
Baca juga: 39 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Mei 2026, Berikut Namanya
Anggota Yakuza Maneges saat ini sebagian besar dari kalangan preman, mantan narapidana, dan gerombolan mafia. Akan tetapi dengan niat dan visi misi yang baik. Nilai-nilai utama yang dipegang adalah menanamkan nilai spiritual yang diajarkan almarhum Gus Miek di masa silam kepada kaum marjinal. Tigak ada manusia yang terlahir buruk dan tidak ada pintu yang tertutup bagi mereka yang ingin kembali.
Deklarasi Yakuza Maneges dihadiri sejumlah pejabat di antaranya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edi Herwiyanto, Kapolres Kediri, Dandim, Danbrigif, dan Danyon 521, Kejaksaan, Disbut Parpora.
Hadir pula perwakilan ormas seperti Pemuda Pancasila, PCNU, Ketua GRIB Jaya Kediri, Ketua PSHT, Ketua PSHW, Pagar Nuasa, Ketua IKSPI Kera Sakti dan sebagainya.
"Kami juga menegaskan bahwa Yakuza Maneges tidak berdiri berseberangan dengan negara melainkan hadir untuk mendukung dan berjalan bersama aparat penegak hukum," tegas Gus Thuba.
Sekedar informasi, KH Hamim Thohari Djazuli atau Gus Miek merupakan ulama kharismatik asal Kediri yang lahir pada 17 Agustus 1940 dan wafat pada 5 Juni 1993. Gus Miek merupakan paman dari Gus Kautsar.
Gus Miek merupakan pendiri amalan dzikir Jama'ah Mujahadah Lailiyah, Dzikrul Ghofilin, dan sema'an (mendengarkan) al-Qur'an Jantiko Mantab. Gus Miek adalah anak kandung dari K.H. Ahmad Djazuli Utsman, pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur.
Ia terkenal sebagai seorang wali (kekasih Allah) yang menghabiskan sebagian besar waktunya di luar Pesantren untuk berdakwah. Gus Miek juga terkenal sebagai wali yang memiliki banyak karomah.
(cip)
Lihat Juga :