KRI Canopus-936, Kapal Survei Canggih TNI AL yang Bisa Deteksi Ranjau Laut dan Jalur Kapal Selam
Selasa, 12 Mei 2026 - 11:26 WIB
loading...
A
A
A
Kapal sepanjang 105 meter ini memiliki daya jelajah hingga 60 hari dengan kemampuan operasi dari perairan dangkal hingga laut dalam mencapai kedalaman 11.000 meter. Kehadiran KRI Canopus-936 menjadi langkah strategis dalam mendukung kebijakan pembangunan maritim nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim dunia.
Lihat video: Pushidrosal Temukan Kerangka Pesawat dan Kapal di Perairan Kate-Kate, Maluku
Komandan KRI Canopus-936 Kolonel Laut (P) Indragiri Y. Wardhonomemulai pelayaran perdana pada 14 Maret 2026 dari galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman menuju Indonesia dengan jarak kurang lebih 12.798,5 Nautical mile (Nm) dengan sandi “Operasi Dhruva Samudra-26”.
Selama perjalanan menuju Tanah Air, kapal akan menempuh rute pelayaran jarak jauh dengan beberapa persinggahan di pelabuhan internasional untuk keperluan logistik, koordinasi teknis, serta memastikan kesiapan operasional kapal hingga tiba di Indonesia.
Adapun persinggahan di bagi beberapa etape pelayaran di antaranya etape I jarak 2.031,3 Nm (Lemwerder, Jerman-Las Palmas, Spanyol), etape II jarak 2.481,0 Nm (Las Palmas, Spanyol-Lagos, Nigeria), etape III jarak 2.593,1 Nm (Lagos, Nigeria-Cape Town, Afrika Selatan), etape IV jarak 2.327,8 Nm (Cape Town, Afrika Selatan-Port Louis, Mauritius), etape V jarak 3.245,7 Nm (Port Louis, Mauritius-Lampung), dan etape terakhir jarak 119,5 Nm (Lampung-Jakarta).
Sebagai kapal riset kelautan atau Oceanographic Research Vessel, KRI Canopus-936 dilengkapi teknologi mutakhir seperti Hydrographic Survey Launcher (HSL), Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Surface Vehicle (AUV) serta Unmanned Aerial Vehicle (UAV).
Lihat video: Pushidrosal Temukan Kerangka Pesawat dan Kapal di Perairan Kate-Kate, Maluku
Komandan KRI Canopus-936 Kolonel Laut (P) Indragiri Y. Wardhonomemulai pelayaran perdana pada 14 Maret 2026 dari galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman menuju Indonesia dengan jarak kurang lebih 12.798,5 Nautical mile (Nm) dengan sandi “Operasi Dhruva Samudra-26”.
Selama perjalanan menuju Tanah Air, kapal akan menempuh rute pelayaran jarak jauh dengan beberapa persinggahan di pelabuhan internasional untuk keperluan logistik, koordinasi teknis, serta memastikan kesiapan operasional kapal hingga tiba di Indonesia.
Adapun persinggahan di bagi beberapa etape pelayaran di antaranya etape I jarak 2.031,3 Nm (Lemwerder, Jerman-Las Palmas, Spanyol), etape II jarak 2.481,0 Nm (Las Palmas, Spanyol-Lagos, Nigeria), etape III jarak 2.593,1 Nm (Lagos, Nigeria-Cape Town, Afrika Selatan), etape IV jarak 2.327,8 Nm (Cape Town, Afrika Selatan-Port Louis, Mauritius), etape V jarak 3.245,7 Nm (Port Louis, Mauritius-Lampung), dan etape terakhir jarak 119,5 Nm (Lampung-Jakarta).
Sebagai kapal riset kelautan atau Oceanographic Research Vessel, KRI Canopus-936 dilengkapi teknologi mutakhir seperti Hydrographic Survey Launcher (HSL), Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Surface Vehicle (AUV) serta Unmanned Aerial Vehicle (UAV).
Lihat Juga :