Sejarah Tak Masuk Kurikulum, PDIP: Mendikbud Tak Paham Perjuangan Bangsa
Minggu, 20 September 2020 - 13:53 WIB
loading...
A
A
A
"Bung Karno dalam pembuangan di NTT dan Bengkulu, paling gemar mengajar sejarah. Sejarah yang membangun cita-cita kemerdekaan. Sejarah yang mengangkat akar Nusantara sebagai bangsa besar yang mewarnai peradaban dunia," tuturnya.
Karena itu kata Hasto, PDIP sangat menyesalkan bagaimana Nadiem Nakarim memiliki kesadaran yang rendah tentang makna sejarah.
"Kalau kita berkunjung ke museum, seluruh kader PDI Perjuangan diajarkan suatu pesan: Anda boleh meninggalkan gedung museum sejarah, tetapi jangan pernah meninggalkan sejarah. Suatu bangsa akan kehilangan masa depan apabila meninggalkan sejarah," katanya.
PDIP meminta Mendikbud untuk melihat pendidikan dalam pengertian luas, yakni pendidikan yang meletakkan dasar budi pekerti dan karakter bangsa sebagai dasar dari kemajuan. Sebab, melalui sejarah, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berjalan beriringan sesuai sejarah dan kebudayaan bangsa.
"Belajarlah dari para pendiri bangsa. Belajar ilmu pengetahuan dan teknologi dari Barat dan berbagai belahan dunia lainnya, namun membumikan setiap pengetahuan pada akar sejarah dan kebudayaan bangsa," pungkasnya.
Karena itu kata Hasto, PDIP sangat menyesalkan bagaimana Nadiem Nakarim memiliki kesadaran yang rendah tentang makna sejarah.
"Kalau kita berkunjung ke museum, seluruh kader PDI Perjuangan diajarkan suatu pesan: Anda boleh meninggalkan gedung museum sejarah, tetapi jangan pernah meninggalkan sejarah. Suatu bangsa akan kehilangan masa depan apabila meninggalkan sejarah," katanya.
PDIP meminta Mendikbud untuk melihat pendidikan dalam pengertian luas, yakni pendidikan yang meletakkan dasar budi pekerti dan karakter bangsa sebagai dasar dari kemajuan. Sebab, melalui sejarah, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berjalan beriringan sesuai sejarah dan kebudayaan bangsa.
"Belajarlah dari para pendiri bangsa. Belajar ilmu pengetahuan dan teknologi dari Barat dan berbagai belahan dunia lainnya, namun membumikan setiap pengetahuan pada akar sejarah dan kebudayaan bangsa," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :