Gus Ipul Ungkap Calon Kuat Ketum PBNU: Nasaruddin Umar dan Gus Yahya
Jum'at, 08 Mei 2026 - 15:43 WIB
loading...
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan, Menag Nasaruddin Umar dan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) berpotensi maju sebagai calon kuat Ketua Umum (Ketum) PBNU, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (8/5/2026). Foto/Nur Khabibi
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap dua calon kuat yang berpotensi maju sebagai Ketua Umum (Ketum) PBNU. Gus Ipul menyebut kedua calon itu yakni Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos) ini mengaku tak risau terkait siapa yang akan jadi penerus pemimpin organisasi warga Nahdliyin.
Baca juga: Muktamar ke-35 NU: Menghitung Fakta Pemilik Suara
"Salah satu yang berpotensi ya, kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Kyai Said kalau nggak salah sebelumnya juga pernah jadi Katib Aam," kata Gus Ipul di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
"Jadi semuanya sebenernya punya potensi ya punya potensi, tinggal berkenan apa nggak," sambungnya.
Ia menegaskan, sejauh ini belum ada pihak yang menyatakan diri maju sebagai calon ketua umum.
Baca juga: ‘Perang Tiga Poros’ di Muktamar NU 2026, dari Istana hingga Pesantren
"Ya calon-calon belum ada secara khusus, tetapi ya semua diberi kesempatan, semua diberi kesempatan untuk bisa mencalonkan diri, apalagi Nahdlatul Ulama ini besar, tidak akan kekurangan kader untuk menjadi ketua umum," ujarnya.
Saat disinggung perihal peluang dirinya maju sebagai caketum, Gus Ipul menyatakan tidak ada niatan. Sebab, ia menilai dirinya belum memenuhi syarat.
"Saya udah sampaikan berulang-ulang ya, saya merasa tidak mencukupi syarat untuk bisa jadi ketua umum," ujarnya.
Ia menambahkan, Muktamar PBNU dijadwalkan pada Agustus 2026 mendatang. Sebelum itu, pada Juni akan digelar Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar.
Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos) ini mengaku tak risau terkait siapa yang akan jadi penerus pemimpin organisasi warga Nahdliyin.
Baca juga: Muktamar ke-35 NU: Menghitung Fakta Pemilik Suara
"Salah satu yang berpotensi ya, kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Kyai Said kalau nggak salah sebelumnya juga pernah jadi Katib Aam," kata Gus Ipul di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
"Jadi semuanya sebenernya punya potensi ya punya potensi, tinggal berkenan apa nggak," sambungnya.
Ia menegaskan, sejauh ini belum ada pihak yang menyatakan diri maju sebagai calon ketua umum.
Baca juga: ‘Perang Tiga Poros’ di Muktamar NU 2026, dari Istana hingga Pesantren
"Ya calon-calon belum ada secara khusus, tetapi ya semua diberi kesempatan, semua diberi kesempatan untuk bisa mencalonkan diri, apalagi Nahdlatul Ulama ini besar, tidak akan kekurangan kader untuk menjadi ketua umum," ujarnya.
Saat disinggung perihal peluang dirinya maju sebagai caketum, Gus Ipul menyatakan tidak ada niatan. Sebab, ia menilai dirinya belum memenuhi syarat.
"Saya udah sampaikan berulang-ulang ya, saya merasa tidak mencukupi syarat untuk bisa jadi ketua umum," ujarnya.
Ia menambahkan, Muktamar PBNU dijadwalkan pada Agustus 2026 mendatang. Sebelum itu, pada Juni akan digelar Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar.
(shf)
Lihat Juga :