Rekomendasi Komisi Reformasi Polri Hasil Penyerapan Aspirasi 154 Elemen Masyarakat
Rabu, 06 Mei 2026 - 15:04 WIB
loading...
Sekretaris KPRP Jenderal (Purn) Ahmad Dofiri memastikan rekomendasi yang diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto telah menyerap aspirasi dari masyarakat. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) Jenderal (Purn) Ahmad Dofiri memastikan rekomendasi yang diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto telah menyerap aspirasi dari masyarakat. Tercatat ada 154 kelompok yang diserap aspirasinya.
"Aspirasi yang kita serap yaitu semua lapisan masyarakat. Ada kurang lebih 154 entitas atau kelompok yang kemudian kita undang ya, baik yang ada di tingkat pusat, kita undang waktu itu di Jakarta. Nah, tapi ada yang menyampaikan 'Pak, jangan sampai nanti yang diundang itu yang diminta saran masukan hanya elitis, di wilayah juga perlu," kata Dofiri di Kantor KPRP, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Menurut Dofiri, aspirasi ratusan elemen masyarakat itu juga dilakukan di beberapa wilayah Indonesia. Di antaranya, Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Baca juga: Komisi Reformasi Tak Usulkan Polri di Bawah Kementerian, Mahfud: Secara Politis Lebih Aman
”Oke, itu hasil masukan dari serap aspirasi sehingga Ketua Komisi memutuskan kita serap juga nanti yang dari wilayah. Tapi kan karena keterbatasan waktu kita bagi per pulau-pulau besar. Jadi ada di Sumatera, Kalimantan, Jawa, kemudian Bali, Sulawesi ya," ujar Dofiri.
Oleh sebab itu, Dofiri memastikan, seluruh rekomendasi sebanyak 3 ribu halaman tersebut merupakan aspirasi dari masyarakat untuk kebaikan Korps Bhayangkara ke depannya.
Lihat video: BREAKING! REFORMASI POLRI! Jimly Asshiddiqie: Kompolnas Bakal Diperkuat, Kapolri Tetap Lewat DPR
"Nah ini yang kemudian ini kita serap, kita jaring semuanya ya, dan kita betul-betul kalau rekan-rekan baca di sini ya, ini verbatimnya ada. Tidak ada yang ditambahi dan tidak ada yang dikurangi, apa yang dihasilkan dari rapat-rapat komisi kemudian menghasilkan rekomendasi itu semua adalah masukan dari serap aspirasi," ucap Dofiri.
"Tidak cukup dengan kita mengundang dan mendatangi LSM, tokoh, dan lain sebagainya, kami juga secara terbuka menyampaikan melalui membuka hotline baik WA maupun email," tambah Dofiri.
Puteranegara
"Aspirasi yang kita serap yaitu semua lapisan masyarakat. Ada kurang lebih 154 entitas atau kelompok yang kemudian kita undang ya, baik yang ada di tingkat pusat, kita undang waktu itu di Jakarta. Nah, tapi ada yang menyampaikan 'Pak, jangan sampai nanti yang diundang itu yang diminta saran masukan hanya elitis, di wilayah juga perlu," kata Dofiri di Kantor KPRP, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Menurut Dofiri, aspirasi ratusan elemen masyarakat itu juga dilakukan di beberapa wilayah Indonesia. Di antaranya, Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Baca juga: Komisi Reformasi Tak Usulkan Polri di Bawah Kementerian, Mahfud: Secara Politis Lebih Aman
”Oke, itu hasil masukan dari serap aspirasi sehingga Ketua Komisi memutuskan kita serap juga nanti yang dari wilayah. Tapi kan karena keterbatasan waktu kita bagi per pulau-pulau besar. Jadi ada di Sumatera, Kalimantan, Jawa, kemudian Bali, Sulawesi ya," ujar Dofiri.
Oleh sebab itu, Dofiri memastikan, seluruh rekomendasi sebanyak 3 ribu halaman tersebut merupakan aspirasi dari masyarakat untuk kebaikan Korps Bhayangkara ke depannya.
Lihat video: BREAKING! REFORMASI POLRI! Jimly Asshiddiqie: Kompolnas Bakal Diperkuat, Kapolri Tetap Lewat DPR
"Nah ini yang kemudian ini kita serap, kita jaring semuanya ya, dan kita betul-betul kalau rekan-rekan baca di sini ya, ini verbatimnya ada. Tidak ada yang ditambahi dan tidak ada yang dikurangi, apa yang dihasilkan dari rapat-rapat komisi kemudian menghasilkan rekomendasi itu semua adalah masukan dari serap aspirasi," ucap Dofiri.
"Tidak cukup dengan kita mengundang dan mendatangi LSM, tokoh, dan lain sebagainya, kami juga secara terbuka menyampaikan melalui membuka hotline baik WA maupun email," tambah Dofiri.
Puteranegara
(cip)
Lihat Juga :