Sudirman Said Ungkap Tiga Faktor yang Mengancam Keamanan Energi

Kamis, 30 April 2026 - 21:40 WIB
loading...
Sudirman Said Ungkap...
Mantan Menteri ESDM Sudirman Said dalam diskusi bertajuk Perang di Timur Tengah: Dampak dan Solusi Hadapi Krisis Energi, di kantor DPP PKS di Jakarta Selatan, pada Kamis (30/4/2026). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Konflik di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian bagi pasokan minyak dunia. Termasukbagi Indonesia, negeri pengimpor lebih dari satu juta barel minyak per hari. Wanti-wanti itu disampaikan oleh mantan Menteri ESDM Sudirman Said dalam diskusi di kantor DPP PKS di Jakarta Selatan, pada Kamis (30/4/2026).

"Ketidakpastiannya ada di tiga isu, yaitu: harga, ketersediaan suplai, dan jalur logistik," kata Sudirman.

Baca juga: Dunia Siaga Satu! Harga Minyak Dunia Mendidih Tembus USD126 per Barel, Rekor Tertinggi Sejak 2022

Sinyalemen Sudirman itu merujuk pada penilaian dari Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) yang menyebutnya sebagai the largest supply disruption in the history of the global oil market. Oleh karena itu, lanjut dia, ketahanan energi kita pun sangat rentan, terutama karena ketergantungan impor yang tinggi sekali itu.



Sudirman kemudian menjelaskan dampak langsung ketergantungan impor terhadap stabilitas mata uang. Rumusnya adalah, tingginya impor dan kenaikan harga akan menekan kurs rupiah. “Untuk impor, kita harus belanja valas sehari senilai USD100 juta. Itu angka minimalnya," jelas Sudirman.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, total impor migas Indonesia pada 2025 mencapai 55,33 juta ton; nilainya adalah USD32,77 miliar atau sekitar USD89,8 juta per hari. Pada harga brent yang kini berkisar USD96-111 per barel, angka harian tersebut telah melampaui ambang USD100 juta. Pasar langsung meresponsnya.

Baca juga: Peringati Sumpah Pemuda, Sudirman Said Ajak Generasi Muda Kembalikan Kepemimpinan Moral

Pada 29 April 2026, rupiah merosot ke rekor terendah sepanjang masa, yakni Rp17.326 per USD1, tertekan harga brent yang bertahan di kisaran USD111 dolar per barel selama delapan hari berturut-turut. Kombinasi antara mahalnya minyak dunia dan melemahnya rupiah menciptakan tekanan ganda bagi struktur biaya energi dalam negeri.

Namun, apakah itu merupakan ancaman terbesar bagi keamanan energi (energy security) Indonesia? “Bukan. Ancaman terbesar datangnya justru dari dalam negeri, mencakup tiga aspek fundamental,” ungkap Sudirman.

Apakah tiga aspek fundamental itu? "Pertama adalah kesukaan pada short-termism atau pola pikir jangka pendek. Kedua, dominannya politik dan kebijakan populis. Ketiga, maraknya konflik-kepentingan antara pengambil kebijakan dan pelaku usaha yang celakanya makin terang-terangan tanpa malu,” papar Sudirman.

Kombinasi dari ketiga biang kerok masalah itu, imbuh Sudirman, berujung pada satu konsekuensi, yakni kegagalan sistemik dalam mengelola urusan-urusan strategis berdimensi jangka panjang.

"Tiga biang kerok itulah yang membuat kita selalu gagal dalam mengelola urusan-urusan fundamental dan berdimensi jangka panjang. Mulai dari eksplorasi minyak dan gas bumi beserta riset dan pengembangannya, transisi energi, tata-kelola pasokan minyak, dan lain-lain," tukas Sudirman.

Dalam kebijakan transisi energi, Sudirman menyebut ada inkonsistensi yang polanya sama dari dekade ke dekade. "Riuh-rendah transisi energi hanya ada dalam suasana harga minyak ekstrem tinggi. Begitu keadaan normal, kita terninabobokan dan kembali pada mode business as usual," jelasnya.

Sudirman yang kini Rektor Universitas Harkat Negeri itu juga mengingatkan, krisis saat ini seharusnya menjadi momentum titik-balik. “Selama produksi tidak meningkat signifikan, Indonesia akan terus bergantung pada impor, alias selalu rentan terhadap gejolak harga minyak global,” ujarnya.

"Pertanyaan krusial saat ini bukanlah ‘bagaimana kita bertahan melewati krisis’, melainkan ‘mengapa kita selalu saja tidak siap ketika krisis datang’. Kita seperti bukan bangsa pembelajar,” tandas Sudirman.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran...
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Semuanya Mendoakan Pak JK Sehat
Luncurkan Syiar Zulhijjah,...
Luncurkan Syiar Zulhijjah, PKS Tekankan Dampak Sosial dan Ekonomi Kurban
Prabowo di KTT ke-48...
Prabowo di KTT ke-48 ASEAN: Ketahanan Energi Salah Satu Isu Penting yang Kita Hadapi Saat Ini
Lewat Forum IQRO, PKS...
Lewat Forum IQRO, PKS Perkuat Peran Solutif Hadapi Krisis Energi
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
Pembubaran Diskusi di...
Pembubaran Diskusi di UGM, Pengamat : Kampus Harusnya Jadi Ruang Dialog yang Demokratis
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Rekomendasi
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Berita Terkini
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Infografis
Profil Rafael Granada...
Profil Rafael Granada Baay, Putra Tidore yang Sandang Pangkat Bintang Tiga TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved