Kemlu Beri Sinyal Positif Kondisi 2 Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

Kamis, 30 April 2026 - 17:01 WIB
loading...
Kemlu Beri Sinyal Positif...
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan sinyal positif mengenai kondisi kondisi dua kapal tanker milik PT Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan sinyal positif mengenai kondisi kondisi dua kapal tanker milik PT Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz. Otoritas Iran disebut telah memberikan sinyal positif terkait izin melintas dua kapal Indonesia yang mengangkut total sekitar 2 juta barel minyak mentah (crude).

Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan bahwa keputusan untuk perizinan kapal agar keluar dari Selat Hormuz ada di tangan otoritas Iran. "Sampai saat ini memang keputusan untuk perizinan kapal-kapal itu dari pihak Iran memang sudah diputuskan," kata Nabyl kepada awak media di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Meski ada lampu hijau dari Iran, namun Nabyl mengatakan bahwa saat ini Kemlu masih terus koordinasi dengan otoritas Iran. "Tapi memang ada koordinasi di internal mereka juga yang karena kondisi di sana belum bisa semuanya diterapkan. Jadi kapal sejauh ini masih dalam tahap tersebut."

Baca juga: Dunia Siaga Satu! Harga Minyak Dunia Mendidih Tembus USD126 per Barel, Rekor Tertinggi Sejak 2022



"Sudah ada tanggapan positif tapi memang perlu untuk ada di lapangan yang banyak ditentukan juga oleh kondisi-kondisi di lapangan. Lebih pada hal itu," tambahnya.

Nabyl kembali memastikan bahwa dua kapal Pertamina tersebut saat ini masih berada di Selat Hormuz. "Masih di sana."

"Teknisnya memang masih kita lakukan pembicaraan termasuk oleh KBRI di Teheran dengan pihak-pihak di sana. Spesifiknya itu cukup banyak ya teknisnya di sana," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Rekomendasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved