Track Record Taksi Green SM yang Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Kereta Bekasi Disorot Sahroni: Memang Sering Ugal-Ugalan!
Selasa, 28 April 2026 - 11:28 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Track record atau rekam jejak taksi listrik asal Vietnam, Green SM (PT Xanh SM Green) yang diduga menjadi penyebab kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam disorot oleh Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Diketahui, Kereta Api (KA) 4 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL TM 5568A (PLB 5568a) yang berhenti di peron 2 Stasiun Bekasi Timur (BKST).
Tragedi itu berpangkal dari 35 menit sebelumnya di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera. Sebuah taksi listrik Green SM mogok di tengah rel dan tertemper KRL CRRC Jakarta–Cikarang (PLB 5181), sehingga KRL PLB 5568a di belakangnya tertahan tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat KRL PLB 5181 yang tertemper taksi listrik.
Melihat kejadian tersebut, Ahmad Sahroni pun mendesak kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendalami dugaan kelalaian taksi Green SM dalam kejadian ini. “Saya minta polisi bekerja sama dengan KNKT untuk selidiki betul keterlibatan taksi Green SM yang diduga menjadi salah satu pemicu tabrakan maut ini,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Baca juga: Taksi Green SM Diduga Jadi Pemicu Tabrakan Maut Kereta di Bekasi Timur
“Perlu diperiksa benar apakah sopir memang sengaja melewati rel setelah tahu bahwa akan ada kereta melintas, karena harusnya dia juga paham bahwa mobil listrik itu kan kalau bertemu sinyal rel bisa langsung berhenti. Ini bahaya sekali. Kalau memang ada unsur kesengajaan, tak hanya sopirnya yang harus dihukum berat, tapi perusahaannya juga harus disanksi,” sambungnya.
Sahroni menuturkan bahwa Indonesia merupakan negara yang terbuka terhadap investasi. Namun bukan berarti, bisnis yang dijalankan dibiarkan berjalan tanpa standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dan jadi meresahkan masyarakat.
“Karena perlu dicatat, negara kita sangat terbuka untuk investasi dari luar atau pebisnis mau cari uang di sini. Tapi harus benar-benar baik barangnya dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. Sedangkan ini, track record taksi listrik tersebut kalau kita lihat di media sosial memang sering ugal-ugalan dan meresahkan, sudah banyak laporannya dari masyarakat,” ungkap Sahroni.
Terakhir, Sahroni juga menyebut bahwa aksi ugal-ugalan armada Green SM ini juga sempat menyebabkan kecelakaan kereta api di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Desember 2025 lalu.
“Bahkan sebelumnya, taksi yang sama juga pernah ditabrak kereta di Sawah Besar karena diduga menerobos palang. Artinya, ada pola dan kelalaian sistemik yang harus dievaluasi, bahkan ya tadi, bisa saja dijatuhi sanksi,” pungkas Sahroni.
Sebelumnya, PT KAI kembali meng-update jumlah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 14 orang.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. "Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan," demikian siaran pers yang disampaikan Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Peristiwa di wilayah Stasiun Bekasi Timur menghadirkan duka yang mendalam. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan belasungkawa kepada korban meninggal dunia serta keluarga yang ditinggalkan, dan kepada korban luka yang saat ini tengah menjalani penanganan medis.
Green SM Indonesia buka suara terkait insiden di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur tersebut. Green SM Indonesia menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi di kawasan Bekasi Timur tersebut.
Perusahaan menegaskan tengah memberikan perhatian penuh terhadap peristiwa yang melibatkan armadanya. Green SM Indonesia juga memastikan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, guna mendukung proses investigasi yang saat ini masih berlangsung.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi," demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia.
Green SM Indonesia menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasional mereka. Perusahaan berkomitmen menjaga standar keselamatan melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.
Seiring proses penyelidikan yang masih berjalan, pihak perusahaan menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada publik, dengan memastikan seluruh data yang disampaikan telah terverifikasi.
Tragedi itu berpangkal dari 35 menit sebelumnya di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera. Sebuah taksi listrik Green SM mogok di tengah rel dan tertemper KRL CRRC Jakarta–Cikarang (PLB 5181), sehingga KRL PLB 5568a di belakangnya tertahan tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat KRL PLB 5181 yang tertemper taksi listrik.
Melihat kejadian tersebut, Ahmad Sahroni pun mendesak kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendalami dugaan kelalaian taksi Green SM dalam kejadian ini. “Saya minta polisi bekerja sama dengan KNKT untuk selidiki betul keterlibatan taksi Green SM yang diduga menjadi salah satu pemicu tabrakan maut ini,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Baca juga: Taksi Green SM Diduga Jadi Pemicu Tabrakan Maut Kereta di Bekasi Timur
“Perlu diperiksa benar apakah sopir memang sengaja melewati rel setelah tahu bahwa akan ada kereta melintas, karena harusnya dia juga paham bahwa mobil listrik itu kan kalau bertemu sinyal rel bisa langsung berhenti. Ini bahaya sekali. Kalau memang ada unsur kesengajaan, tak hanya sopirnya yang harus dihukum berat, tapi perusahaannya juga harus disanksi,” sambungnya.
Sahroni menuturkan bahwa Indonesia merupakan negara yang terbuka terhadap investasi. Namun bukan berarti, bisnis yang dijalankan dibiarkan berjalan tanpa standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dan jadi meresahkan masyarakat.
“Karena perlu dicatat, negara kita sangat terbuka untuk investasi dari luar atau pebisnis mau cari uang di sini. Tapi harus benar-benar baik barangnya dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. Sedangkan ini, track record taksi listrik tersebut kalau kita lihat di media sosial memang sering ugal-ugalan dan meresahkan, sudah banyak laporannya dari masyarakat,” ungkap Sahroni.
Terakhir, Sahroni juga menyebut bahwa aksi ugal-ugalan armada Green SM ini juga sempat menyebabkan kecelakaan kereta api di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Desember 2025 lalu.
“Bahkan sebelumnya, taksi yang sama juga pernah ditabrak kereta di Sawah Besar karena diduga menerobos palang. Artinya, ada pola dan kelalaian sistemik yang harus dievaluasi, bahkan ya tadi, bisa saja dijatuhi sanksi,” pungkas Sahroni.
Sebelumnya, PT KAI kembali meng-update jumlah korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 14 orang.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. "Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan," demikian siaran pers yang disampaikan Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Peristiwa di wilayah Stasiun Bekasi Timur menghadirkan duka yang mendalam. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan belasungkawa kepada korban meninggal dunia serta keluarga yang ditinggalkan, dan kepada korban luka yang saat ini tengah menjalani penanganan medis.
Green SM Buka Suara
Green SM Indonesia buka suara terkait insiden di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur tersebut. Green SM Indonesia menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi di kawasan Bekasi Timur tersebut.
Perusahaan menegaskan tengah memberikan perhatian penuh terhadap peristiwa yang melibatkan armadanya. Green SM Indonesia juga memastikan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, guna mendukung proses investigasi yang saat ini masih berlangsung.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi," demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia.
Green SM Indonesia menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasional mereka. Perusahaan berkomitmen menjaga standar keselamatan melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.
Seiring proses penyelidikan yang masih berjalan, pihak perusahaan menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada publik, dengan memastikan seluruh data yang disampaikan telah terverifikasi.
(rca)
Lihat Juga :