Wamen Pariwisata: MAX 2026 Tonggak Pengembangan Wisata Bahari Indonesia
Jum'at, 24 April 2026 - 18:09 WIB
loading...
A
A
A
“Hari ini kita berbicara tentang blue economy. Sebuah istilah yang terdengar besar, modern, dan penuh harapan. Tetapi bagi kami, blue economy harus memiliki makna yang jauh lebih nyata. Blue economy harus berarti kesejahteraan bagi masyarakat pesisir, bagi nelayan, bagi pemandu wisata, bagi operator lokal, dan bagi generasi muda maritim Indonesia,” ujarnya.
Selain pertumbuhan ekonomi, kata Aishah pameran ini juga menyoroti isu yang dinilai sering luput dari perhatian publik, yaitu keselamatan penyelam dan pekerja bahari. Tingginya aktivitas wisata selam dan industri kelautan harus diiringi kesiapan fasilitas medis, sistem evakuasi, serta akses layanan hiperbarik yang memadai.
“Ada satu hal penting yang tidak boleh dilupakan ketika kita bicara industri bahari, yaitu keselamatan. Industri ini bernilai besar, perputarannya miliaran rupiah, tetapi nyawa penyelam kita masih sering bergantung pada akses fasilitas hiperbarik yang terbatas. Banyak kejadian bukan semata karena kecelakaan di laut, tetapi karena keterlambatan penanganan,” ungkapnya.
Dia menilai perhatian terhadap aspek keselamatan bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan bentuk penghargaan terhadap profesi penyelam, boat crew, guide, instruktur, dan seluruh pekerja lapangan yang menjadi tulang punggung industri wisata bahari Indonesia.
Selain isu keselamatan, pihaknya juga menyerukan pentingnya keadilan bagi pelaku lokal di tengah pertumbuhan sektor bahari dan terbukanya pasar global. Indonesia menyambut kolaborasi internasional, namun ruang kerja dan peluang usaha bagi masyarakat lokal harus tetap terjaga.
“Kita tentu terbuka terhadap kolaborasi global. Tetapi peluang kerja bagi penyelam lokal, instruktur lokal, pemandu lokal, dan pelaku usaha lokal harus tetap terjaga secara adil. Laut kita harus memberi manfaat pertama-tama bagi rakyat kita sendiri,” kata Aishah Gray.
Sebagai expo yang mempertemukan pelaku industri, komunitas, pemerintah, investor, akademisi dan publik, MAX 2026 hadir sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem maritim nasional.
Selama tiga hari penyelenggaraan, yakni pada 24–26 April 2026 pukul 10.00–22.00 WIB, pengunjung dapat menikmati pameran brand wisata bahari, operator perjalanan, forum bisnis, edukasi konservasi, teknologi kelautan, hingga program hiburan dan pageant bahari.
“Indonesia tidak kekurangan potensi. Yang kita butuhkan adalah keberpihakan, keberanian, dan komitmen bersama. Agar laut kita bukan hanya indah dipandang dunia, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan bagi rakyatnya sendiri,” ujarnya.
Selain pertumbuhan ekonomi, kata Aishah pameran ini juga menyoroti isu yang dinilai sering luput dari perhatian publik, yaitu keselamatan penyelam dan pekerja bahari. Tingginya aktivitas wisata selam dan industri kelautan harus diiringi kesiapan fasilitas medis, sistem evakuasi, serta akses layanan hiperbarik yang memadai.
“Ada satu hal penting yang tidak boleh dilupakan ketika kita bicara industri bahari, yaitu keselamatan. Industri ini bernilai besar, perputarannya miliaran rupiah, tetapi nyawa penyelam kita masih sering bergantung pada akses fasilitas hiperbarik yang terbatas. Banyak kejadian bukan semata karena kecelakaan di laut, tetapi karena keterlambatan penanganan,” ungkapnya.
Dia menilai perhatian terhadap aspek keselamatan bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan bentuk penghargaan terhadap profesi penyelam, boat crew, guide, instruktur, dan seluruh pekerja lapangan yang menjadi tulang punggung industri wisata bahari Indonesia.
Selain isu keselamatan, pihaknya juga menyerukan pentingnya keadilan bagi pelaku lokal di tengah pertumbuhan sektor bahari dan terbukanya pasar global. Indonesia menyambut kolaborasi internasional, namun ruang kerja dan peluang usaha bagi masyarakat lokal harus tetap terjaga.
“Kita tentu terbuka terhadap kolaborasi global. Tetapi peluang kerja bagi penyelam lokal, instruktur lokal, pemandu lokal, dan pelaku usaha lokal harus tetap terjaga secara adil. Laut kita harus memberi manfaat pertama-tama bagi rakyat kita sendiri,” kata Aishah Gray.
Sebagai expo yang mempertemukan pelaku industri, komunitas, pemerintah, investor, akademisi dan publik, MAX 2026 hadir sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem maritim nasional.
Selama tiga hari penyelenggaraan, yakni pada 24–26 April 2026 pukul 10.00–22.00 WIB, pengunjung dapat menikmati pameran brand wisata bahari, operator perjalanan, forum bisnis, edukasi konservasi, teknologi kelautan, hingga program hiburan dan pageant bahari.
“Indonesia tidak kekurangan potensi. Yang kita butuhkan adalah keberpihakan, keberanian, dan komitmen bersama. Agar laut kita bukan hanya indah dipandang dunia, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan bagi rakyatnya sendiri,” ujarnya.
Lihat Juga :