Pendeta dan Ustaz Poso Akui Ceramah Jusuf Kalla Sesuai Fakta Konflik

Selasa, 21 April 2026 - 16:38 WIB
loading...
Pendeta dan Ustaz Poso...
Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) mengumpulkan sejumlah tokoh yang ikut perundingan perdamaian konflik Poso-Ambon untuk menjelaskan maksud ceramahnya di UGM. Foto/Jonathan Simanjuntak
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) mengumpulkan sejumlah tokoh yang ikut perundingan perdamaian konflik Poso-Ambon untuk menjelaskan maksud ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang belakangan menjadi sorotan. Dalam pertemuan tersebut, tokoh dari kedua kelompok mengakui bahwa apa yang disampaikan JK merupakan gambaran situasi nyata saat konflik terjadi.

Delegasi Kristen Perundingan Malino I, Pendeta Rinaldi Damanik menyampaikan bahwa ceramah JK mencerminkan kondisi yang dialami masing-masing kelompok ketika konflik Poso memanas. Ia mengakui, pada masa itu dirinya kerap mendoakan jemaatnya yang terlibat konflik.

Baca juga: Ceramahnya di UGM Fakta Konflik Poso-Ambon, JK: Ade Armando Jangan Ngomong Seenaknya

"Kami pakai jubah dan mendoakan mereka karena mereka yakin bahwa membunuh orang dan terbunuh pun akan masuk surga. Itu yang terjadi pada waktu itu," ungkap Rinaldi di sela pertemuan dengan JK di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2026).



Di tengah situasi tersebut, Rinaldi menyebut kehadiran JK sebagai sosok yang bersedia menjadi juru damai antarkelompok. Ia pun menyadari bahwa pembenaran pertikaian atas dasar agama merupakan pemahaman yang keliru.

"Akhirnya kami sadar bahwa ini apa yang kami pahami waktu itu adalah ajaran yang salah. Harus kembali kepada ajaran yang benar. Jadi apa yang disampaikan oleh Pak JK itu, itu memang realitas waktu itu," ungkap dia. Baca juga: Respons Ade Armando-Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Terkait Video Ceramah JK yang Dipotong

Senada, Delegasi Muslim Perundingan Malino I, Ustaz Sugianto Kaimuddin juga menyampaikan bahwa pada masa konflik, pemuka agama di pihaknya turut memberikan legitimasi terhadap perjuangan yang dilakukan.

"Ada ustaz kita yang menjemput dan mengadzankan kita dari belakang. Dia keliling tiga kali dan adzan. Dia adzankan, dia restui kita berangkat. Insya Allah kalian mati dalam keadaan syahid. Ini adalah perjuangan, ini adalah jihad fisabilillah. Itu yang terjadi," tegas Sugianto.

Menurutnya, ceramah JK tidak perlu dipersoalkan karena disampaikan dalam konteks pembelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang.

"Ini harus kita ceritakan ke anak cucu kita bahwa itu yang terjadi. Dengan harapan apa? Jangan sampai terulang lagi peristiwa yang sangat kelam itu, yang tidak ada keuntungannya apa-apa kecuali yang terbakar jadi api, abu dan kita merasakan itu," imbuh dia.

Sugianto juga meminta masyarakat tidak terpancing oleh pihak-pihak yang menuding JK menistakan agama. Ia menilai, JK justru merupakan tokoh penting dalam upaya perdamaian konflik tersebut.

"Justru mereka ini yang membuat gaduh (fitnah JK) sebenarnya. Sebenarnya mereka yang mesti dilapor ini. Mereka yang harus diproses. Mereka yang membuat situasi ini menambah kondisi ini menjadi kacau balau," tandas dia.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
David dan Victoria Beckham...
David dan Victoria Beckham Kirim Sinyal Damai untuk Brooklyn di Hari Ayah
Konten JK Dipotong,...
Konten JK Dipotong, Peneliti Soroti Bahaya Dekontekstualisasi di Medsos
Polda Metro Analisa...
Polda Metro Analisa Video Ceramah JK Buntut Ade Armando-Abu Janda Dilaporkan
Rekomendasi
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Kehadiran Meghan Markle...
Kehadiran Meghan Markle Jadi Penentu Rekonsiliasi Pangeran Harry dan Raja Charles
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Berita Terkini
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved