Peringati Hari Kartini, Perindo Dorong Perempuan Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan Inklusif

Selasa, 21 April 2026 - 13:45 WIB
loading...
Peringati Hari Kartini,...
Wakil Ketua Umum DPP Partai Perindo, Angkie Yudistia, yang juga mantan Staf Khusus Presiden 2019–2024 dorong perempuan jadi motor ekonomi kerakyatan inklusif. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Peringatan Hari Kartini kembali menempatkan isu kesetaraan dan peran perempuan dalam pembangunan sebagai agenda strategis. Di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya inklusif, perempuan dinilai masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pekerjaan, permodalan, dan ruang pengembangan usaha.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Perindo, Angkie Yudistia, yang juga mantan Staf Khusus Presiden 2019–2024, dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4/2026).

Dia menilai bahwa perempuan termasuk penyandang disabilitas, memiliki peran strategis yang kerap tidak terlihat dalam sistem ekonomi. “Saya selalu percaya bahwa perempuan dan juga perempuan penyandang disabilitas, bukan sekadar bagian dari sistem ekonomi, tetapi penggerak utama yang sering tidak terlihat,” ujar dia.

Baca juga: Sambut Hari Kartini 2026, Ini 12 Menteri dan Wamen Perempuan di Kabinet Prabowo

Menurut dia, penguatan ekonomi kerakyatan harus dimulai dari perubahan perspektif, dengan menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan yang memiliki kapasitas dan peran strategis. Ketika perempuan diberikan akses dan ruang yang setara, dampaknya tidak hanya pada peningkatan kesejahteraan individu, tetapi juga terhadap penguatan ekonomi berbasis komunitas.

“Ketika kita memberi akses, kepercayaan, dan ruang yang setara, perempuan berubah menjadi pencipta nilai, bahkan penggerak ekonomi di level keluarga hingga komunitas,” kata dia.

Dia menyoroti bahwa perempuan, khususnya penyandang disabilitas, masih menghadapi hambatan berlapis, mulai dari keterbatasan akses hingga stigma sosial. Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat potensi besar berupa ketahanan, kreativitas, dan kemampuan adaptasi yang dapat menjadi fondasi ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Lihat video: Wamenparekraf Angela Kenalkan Sosok Kartini ke Delegasi Konferensi Pariwisata PBB


“Ekonomi yang inklusif adalah ekonomi yang memastikan tidak ada yang tertinggal dan perempuan harus berada di barisan depan untuk memimpinnya,” ucap dia.

Dalam konteks penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Angkie menekankan pentingnya dukungan sistemik agar perempuan dapat naik kelas dan memiliki daya saing. Dia menilai, semangat saja tidak cukup tanpa dukungan ekosistem yang memadai. “Ada tiga hal yang menurut saya krusial,” ujar dia.

Pertama, akses permodalan yang inklusif dan berkeadilan, mengingat banyak pelaku usaha perempuan terhambat karena keterbatasan akses keuangan. Kedua, pelatihan yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk literasi digital, strategi branding, hingga pemanfaatan platform e-commerce. Ketiga, pembangunan ekosistem usaha yang memungkinkan perempuan mendapatkan akses pasar, pendampingan, serta kolaborasi lintas sektor.

“Naik kelas itu bukan perjalanan individu. Itu adalah perjalanan kolektif,” kata dia.
Lebih jauh, dia menilai kepemimpinan perempuan dalam Partai Perindo membawa perspektif yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai penting dalam menerjemahkan visi ekonomi kerakyatan menjadi program yang berdampak langsung.

“Visi ekonomi kerakyatan di Perindo… harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang bisa dirasakan langsung. Bukan hanya kebijakan di atas kertas, tetapi aksi yang menyentuh kehidupan sehari-hari,” ujar dia.

Dia mencontohkan, implementasi tersebut dapat diwujudkan melalui program pemberdayaan UMKM perempuan berbasis komunitas, akses permodalan yang benar-benar menjangkau akar rumput, serta pelatihan yang berkelanjutan.

“Misalnya: program pemberdayaan UMKM perempuan berbasis komunitas, akses permodalan yang benar-benar sampai ke akar rumput, pelatihan yang berkelanjutan, bukan sekali selesai,” kata dia.

Menurut dia, keberhasilan tidak diukur dari banyaknya program yang dibuat, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu mengubah kehidupan masyarakat, terutama perempuan di tingkat akar rumput.

“Jika kita ingin membawa ‘energi baru Indonesia’, maka energi itu harus terasa di dapur-dapur kecil, di pasar-pasar tradisional, di rumah-rumah perempuan yang sedang berjuang,” pungkas Angkie.

Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat arah kebijakan yang lebih inklusif, dengan menempatkan perempuan sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Siapkan 5.000 Anggota...
Siapkan 5.000 Anggota Baru, DPD Partai Perindo Madiun Optimistis Raih 5 Kursi DPRD
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Rekomendasi
Ronaldo Disorot di Piala...
Ronaldo Disorot di Piala Dunia 2026, Conceicao: Tak Wajib Umpan CR7
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
Berita Terkini
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved