Hashim Ungkap Asal-usul MBG: Digagas Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Partai Gerindra Ada

Minggu, 19 April 2026 - 21:13 WIB
loading...
Hashim Ungkap Asal-usul...
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo membeberkan asal-usul di balik program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto/YouTube ABPEDNAS
A A A
JAKARTA - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo membeberkan asal-usul di balik program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Hashim menyebut bahwa gagasan tersebut bukanlah janji kampanye mendadak, melainkan kepedulian yang sudah dipikirkan Prabowo sejak 20 tahun lalu.

Dalam sambutannya di hadapan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Pemusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Hashim mengenang momen pada tahun 2006 ketika Prabowo mulai merasa cemas dengan masa depan bangsa akibat tingginya angka stunting saat itu.

Baca juga: MBG: Program Makan atau Mesin Ekonomi yang Kita Abaikan?

“Stunting ini adalah yang menyebabkan Prabowo Subianto pada tahun 2006 mencetuskan ide untuk program MBG ini. Ini 2006, berarti 19 tahun lalu, 20 tahun lalu Pak Prabowo waktu itu belum ada partai Pak Jaksa Agung, belum ada Partai Gerindra, belum ada imajinasi, belum ada khayalan untuk mendirikan partai,” ujar Hashim dalam sambutannya dilihat dari YouTube ABPEDNAS TV, Minggu (19/4/2026).



Menurut Hashim, pada saat itu data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membeberkan angka stunting di Indonesia mencapai 30 persen. Prabowo pun melihat tingginya angka stunting sebagai ancaman serius bagi masa depan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

“Namun waktu itu Pak Prabowo sudah melihat bahwa stunting merupakan suatu ancaman bagi masa depan bangsa kita. Waktu itu 2006 saya ingat, 30% ini menurut Kementerian Kesehatan waktu itu, 30% anak-anak Indonesia waktu itu menderita dari kondisi namanya stunting, 30%. Sewaktu itu Pak Prabowo bilang ke saya, kalau ini tidak bisa ditanggulangi kondisi yang berat ini kita bisa bayangkan 20 tahun kemudian, dia bilang 30% angkatan kerja dari angkatan kerja Indonesia itu 30% adalah orang-orang yang menderita stunting, 30%,” lanjutnya.

Baca juga: Kepala BGN Blak-blakan Soal 21.801 Unit Motor Listrik MBG: Dari Mekanisma Pembayaran hingga Produksi

Hashim menekankan bahwa dampak stunting bukan sekadar masalah fisik, melainkan kapasitas intelektual. Ia membandingkan rata-rata IQ penderita stunting yang berada di angka 72, jauh di bawah rata-rata manusia normal yang berada di angka 100.

Sekarang 20 tahun, 20 tahun dari 2006 sekarang jangan-jangan 30% dari para pekerja kita di desa atau di pabrik atau di kota besar menderita dari stunting. Coba, dengan IQ rata-rata yang Saya dengar 72. Orang-orang yang stunting mereka IQ-nya rata-rata 72 dari manusia yang biasa 100,” ungkap Hashim yang juga merupakan adik kandung Presiden Prabowo itu.

Oleh karena itu, Hashim menegaskan bahwa program MBG menjadi langkah strategis untuk memutus rantai stunting dan meningkatkan kecerdasan generasi mendatang, terutama bagi anak-anak yang selama ini mengalami hambatan pertumbuhan.

Terkait pelaksanaan program MBG, Hashim tidak menampik adanya hambatan teknis di lapangan. Namun, ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang menyerang program ini.

“MBG ada salah satu program utama dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dan di sini kita lihat bahwa tulisan saja program MBG ini banyak diserang oleh kelompok-kelompok tertentu dengan fitnah dan hoax dengan kebohongan. Namun kita harus betul-betul menanggapi aspirasi dari rakyat yang benar-benar aspirasi yang tulus,” pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Rekomendasi
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Asal-usul Siomay Khas...
Asal-usul Siomay Khas Bandung, Jajanan Terenak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved