JK Murka Dituduh Nistakan Agama oleh Para Pemfitnahnya

Sabtu, 18 April 2026 - 17:11 WIB
loading...
JK Murka Dituduh Nistakan...
Mantan Wapres RI Jusuf Kalla (JK) murka kepada para pemfitnahnya yang telah menuding telah menistakan agama Kristen. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Mantan Wapres RI Jusuf Kalla (JK) murka kepada para pemfitnahnya yang telah menuding telah menistakan agama Kristen saat ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM). JK menggunakan istilah syahid lantaran tengah berbicara dihadapan jemaah masjid.

"Menjelaskan tentang ceramah saya, ceramah Ramadan, artinya yang hadir cuma orang muslim di masjid, di kampus, berarti yang hadir orang intelektual, dan lingkungan terbatas, itu dahulu dipahami," ujar JK, Sabtu (18/4/2026).

Sebelum menjelaskan tentang ceramahnya itu, JK sempat menampilkan video tentang kondisi konflik yang ada di Indonesia, baik di Maluku maupun Poso. Menurut JK, situasi konflik tersebut sangat mengerikan, berdasarkan fakta di lapangan konflik tersebut tak lepas pula dari isu agama.

Baca juga: Jusuf Kalla Dianggap Tokoh Perdamaian, Pengamat: Setop Politisasi Murahan

"Inilah konflik, bagaimana kejamnya waktu itu, paling jahat, paling ganas, inilah. Itu jelas dikatakan tadi (tokoh agama), agama masuk di situ, Islam-Kristen berbuat begitu," tuturnya.

JK menerangkan, isu agama membuat masyarakat melakukan perbuatan brutal pembunuhan. Bahkan, orang-orang yang sebelumnya saling bertetangga malah saling membakar rumah masing-masing. "Kami bertiga masuk ke situ untuk menenangkan, anda berani tidak, berani tidak Ade Armando ke situ," jelas JK.

JK lantas menerangkan, ceramah yang dilakukannya di Masjid UGM itu dilakukan pascadiundang sebagai narasumber dalam momen Bulan Suci Ramadan 2026. Tema ceramahnya adalah tentang perdamaian.

Lihat video: Ceramah Kontroversi, Jusuf Kalla Dilaporkan ke Polisi


"Jadi, saya ingin jelaskan tentang di UGM itu, acara di UGM itu, acara ceramah bulan puasa dilakukan di masjid, saya diundang datang karena temanya perdamaian. Saya jelaskan tentang perdamaian, perdamaian adalah akhir dari konflik, apa itu konflik, akhir dari perdamaian. Kemudian mulai konflik dunia ini, konflik di Eropa, perang dunia pertama saya uraikan," paparnya.

JK awalnya menjabarkan tentang perdamaian, yang mana perdamaian merupakan akhir dari konflik. Dalam ceramahnya itu, dia mengungkapkan tentang konflik dan contohnya, seperti konflik di dunia, Eropa, perang dunia, hingga konflik yang terjadi di Indonesia.

"Dan bagaimana konflik di Indonesia, ada konflik karena ideologi di Madiun, ada konflik karena wilayah sepeti Tim-Tim, konflik ekonomi seperti di Aceh, saya jelaskan satu persatu. Kemudian 1 menit saja saya bicarakan konflik karena agama," terangnya.

JK mengungkap, contoh konflik di Indonesia misalnya di Poso, yang mana karena dia turun langsung ke lapangan kala itu dia pun tahu penyebab terjadinya konflik tersebut. Salah satunya faktor isu agama, khususnya tentang syahid dan martir dalam agama Islam dan Kristen.

"Saya mendamaikan ini, apa saya menista agama, saya pertaruhkan jiwa saya masuk ke daerah itu. Saya tahu kenapa dia berbuat begitu, dia pikir ini perang agama (perang suci), siapa yang meninggal akan syahid untuk Islam, Kristen namanya martir, tapi saya berada di masjid, tidak mengerti martir, karena hampir sama syahid dengan martir, cuma bedanya caranya," ungkapnya.

JK lantas menggunakan istilah syahid karena saat berceramah dia berada di masjid, yang mana para jemaah tidak mengerti penggunaan istilah martir. "Kalau syahid mati karena membela agama, martir juga begitu mati karena membela agama. Jadi hanya istilah saja, saya di masjid maka saya pakai kata syahid karena kalau saya pakai kata martir jemaah tidak tahu," katanya.

Namun, ceramahnya itu justru malah dituding oleh para pemfitnahnya sebagai penistaan agama berdasarkan video yang dipotong. JK pun tampak murka karena sejatinya dia orang yang mendamaikan konflik di Poso tersebut.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Momen Prabowo Bincang...
Momen Prabowo Bincang dengan Megawati, Gibran, hingga JK saat Hari Lahir Pancasila
Eks Waketum Projo Sebut...
Eks Waketum Projo Sebut Jokowi dan PSI Akan Babak Belur usai Serang JK Pakai Isu SARA
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran...
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Semuanya Mendoakan Pak JK Sehat
Pengacara GAMKI Tegaskan...
Pengacara GAMKI Tegaskan Laporan Terhadap JK Bukan Berniat Menghukum
Polandia Marah atas...
Polandia Marah atas Ulah Tentara Israel Letakkan Rokok di Mulut Patung Perawan Maria
Tentara Israel Kembali...
Tentara Israel Kembali Menista Kristen, Letakkan Rokok di Mulut Patung Perawan Maria
Polda Metro Analisa...
Polda Metro Analisa Video Ceramah JK Buntut Ade Armando-Abu Janda Dilaporkan
Rekomendasi
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Berita Terkini
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved