Rismon Sangkal Terima Uang Miliaran hingga Tantang Roy Suryo Buktikan Keilmiahan Tulisannya
Rabu, 15 April 2026 - 20:31 WIB
loading...
Ahli Forensik Rismon Sianipar menyangkal tudingan kubu Roy Suryo telah menerima uang miliaran rupiah setelah meminta maaf dan mengaku salah pada mantan Presiden Jokowi. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Ahli Forensik Rismon Sianipar menyangkal tudingan kubu Roy Suryo telah menerima uang miliaran rupiah setelah meminta maaf dan mengaku salah pada mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Dia menantang Roy membuktikan keilmiahan tulisannya dalam buku Jokowi's White Paper.
"Saya ingin mengklarifikasi isu yang beredar di luar saya menerima uang miliaran, bahkan puluhan miliar sampai disebut Rp50 miliar, itu saya tepis. Seluruh proses RJ ini inisiatif saya, berbasis riset yang saya lakukan," ujar Rismon, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Razman Ungkap Rismon Merasa Dipolitisasi Roy Suryo terkait Kasus Ijazah Jokowi
Dia mengakui kesalahan dan meminta maaf pada Jokowi sehingga secara logika pun tidak akan mungkin. Pasalnya, dia yang bersalah malah diberikan uang oleh orang yang memaafkan kesalahannya. Seharusnya dialah yang memberikan ganti rugi pada Jokowi.
Terkait buku Jokowi’s White Paper, sejatinya sebagai seorang peneliti, dia harus bersikap independen dan bebas dari bias. Ketika tahu penelitiannya salah, dia harus mengakuinya.
"Jika penelitian salah, kita harus siap mengakui. Saya menyoroti tulisan 49 halaman yang ditulis Pak Roy Suryo, menurut saya, itu tidak ilmiah, tidak ada variabel, tidak ada metode, tidak ada pengukuran. Janganlah sesatkan publik Pak Roy Suryo, jangan sampai publik disesatkan seolah anda itu menyatakan kebenaran," ungkapnya.
Dia menantang Roy untuk membuktikan keilmiahan tulisannya dalam buku tersebut. Dia meminta Roy memberikan tulisannya pada ahli independen untuk memastikan apakah tulisannya itu ilmiah ataukah tidak.
"Jika ingin dibuktikan, silakan berikan pada para ahli independen, jangan hanya mengulang jargon 99,9 persen (palsu) tanpa verifikasi ilmiah. Kebenaran ilmiah harus dipertanggungjawabkan, bukan dipolitisasi, jangan sampai publik dibingungkan oleh informasi yang diulang-ulang tanpa dasar metodologi yang jelas," ujar Rismon.
"Saya tantang selalu pihak sebelah, coba berikan 49 halaman ini pada para ahli lain yang independen, apakah ini ilmiah tulisannya Pak Roy Suryo atau apakah ini hanya politisi yang mengaku-aku peneliti, ini yang paling bahaya," sambungnya.
"Saya ingin mengklarifikasi isu yang beredar di luar saya menerima uang miliaran, bahkan puluhan miliar sampai disebut Rp50 miliar, itu saya tepis. Seluruh proses RJ ini inisiatif saya, berbasis riset yang saya lakukan," ujar Rismon, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Razman Ungkap Rismon Merasa Dipolitisasi Roy Suryo terkait Kasus Ijazah Jokowi
Dia mengakui kesalahan dan meminta maaf pada Jokowi sehingga secara logika pun tidak akan mungkin. Pasalnya, dia yang bersalah malah diberikan uang oleh orang yang memaafkan kesalahannya. Seharusnya dialah yang memberikan ganti rugi pada Jokowi.
Terkait buku Jokowi’s White Paper, sejatinya sebagai seorang peneliti, dia harus bersikap independen dan bebas dari bias. Ketika tahu penelitiannya salah, dia harus mengakuinya.
"Jika penelitian salah, kita harus siap mengakui. Saya menyoroti tulisan 49 halaman yang ditulis Pak Roy Suryo, menurut saya, itu tidak ilmiah, tidak ada variabel, tidak ada metode, tidak ada pengukuran. Janganlah sesatkan publik Pak Roy Suryo, jangan sampai publik disesatkan seolah anda itu menyatakan kebenaran," ungkapnya.
Dia menantang Roy untuk membuktikan keilmiahan tulisannya dalam buku tersebut. Dia meminta Roy memberikan tulisannya pada ahli independen untuk memastikan apakah tulisannya itu ilmiah ataukah tidak.
"Jika ingin dibuktikan, silakan berikan pada para ahli independen, jangan hanya mengulang jargon 99,9 persen (palsu) tanpa verifikasi ilmiah. Kebenaran ilmiah harus dipertanggungjawabkan, bukan dipolitisasi, jangan sampai publik dibingungkan oleh informasi yang diulang-ulang tanpa dasar metodologi yang jelas," ujar Rismon.
"Saya tantang selalu pihak sebelah, coba berikan 49 halaman ini pada para ahli lain yang independen, apakah ini ilmiah tulisannya Pak Roy Suryo atau apakah ini hanya politisi yang mengaku-aku peneliti, ini yang paling bahaya," sambungnya.
(jon)
Lihat Juga :