PSI Konsinyering Nasional, Ahmad Ali Tegaskan Transformasi Total Menuju Kemenangan 2029
Senin, 13 April 2026 - 20:08 WIB
loading...
PSI menunjukkan keseriusan penuh dalam menatap Pemilu 2029 melalui pelaksanaan Konsinyering Nasional yang dihadiri seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Indonesia di Jakarta, Minggu (12/4/2026). Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjukkan keseriusan penuh dalam menatap Pemilu 2029 melalui pelaksanaan Konsinyering Nasional yang dihadiri seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Indonesia di Jakarta, Minggu (12/4/2026). Forum ini menjadi momentum strategis memperkuat arah baru partai sekaligus menegaskan kepemimpinan transformasional Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali .
Konsinyering ini tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi, melainkan ruang perumusan langkah konkret dalam mendorong PSI naik kelas dari sekadar peserta pemilu menjadi kekuatan pemenang yang diperhitungkan secara nasional.
Baca juga: Kaesang Sebut Pengalaman Ahmad Ali Akan Jadi Kunci Kemenangan PSI
Dalam arahannya, Ahmad Ali menegaskan PSI harus melakukan lompatan besar melalui penguatan struktur, soliditas gerakan, serta kehadiran nyata di tengah masyarakat.
“PSI tidak boleh hanya hadir. PSI harus dirasakan. Kita harus bekerja lebih keras, lebih terstruktur, dan lebih berani memenangkan hati rakyat Indonesia,” ucapnya.
Sebagai Ketua Harian, Ahmad Ali menekankan orientasi perjuangan PSI harus berakar kuat pada kepentingan rakyat, bukan sekadar eksistensi politik formal. Dia menggarisbawahi bahwa kekuasaan harus dimaknai sebagai alat perjuangan, bukan tujuan akhir.
“Senayan adalah tempat kita berjuang membawa aspirasi masyarakat. DPRD adalah jembatan untuk memastikan suara rakyat benar-benar diperjuangkan,” katanya.
Di bawah arah kepemimpinan Ahmad Ali, PSI juga melakukan refleksi kritis terhadap perjalanan politiknya. Dua kali kegagalan dalam pemilu sebelumnya ditegaskan sebagai pelajaran strategis yang tidak boleh terulang.
Dia mengungkapkan adanya komunikasi serius dengan seorang tokoh besar nasional yang berpotensi menjadi katalisator loncatan politik PSI. Namun, tokoh tersebut memberikan syarat tegas bahwa PSI harus lebih dulu membuktikan kesiapan sebagai partai yang kuat dan solid.
“Ada harapan besar yang akan datang ke PSI. Tapi beliau tidak ingin bergabung dengan partai yang belum siap. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kita semua,” ujar Ahmad Ali.
Pesan ini mempertegas arah kepemimpinan Ahmad Ali bahwa PSI tidak bergantung pada figure melainkan membangun kekuatan internal agar layak dipercaya baik oleh tokoh nasional maupun rakyat.
Seluruh peserta konsinyering sepakat bahwa penguatan “otot partai” menjadi prioritas utama menghadapi kontestasi 2029. Strategi yang dirumuskan mencakup penguatan struktur hingga akar rumput, konsolidasi kader, serta pembangunan basis dukungan yang lebih luas dan militan.
Konsinyering nasional ini menandai fase baru PSI di bawah kendali operasional Ahmad Ali yakni fase transformasi total menuju partai yang solid, relevan, dan siap menang. PSI menegaskan komitmennya memenuhi seluruh prasyarat strategis sebagai fondasi menuju kemenangan Pemilu 2029 sekaligus membuka jalan bagi hadirnya kekuatan-kekuatan besar yang akan memperkuat perjuangan politik partai ke depan.
Konsinyering ini tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi, melainkan ruang perumusan langkah konkret dalam mendorong PSI naik kelas dari sekadar peserta pemilu menjadi kekuatan pemenang yang diperhitungkan secara nasional.
Baca juga: Kaesang Sebut Pengalaman Ahmad Ali Akan Jadi Kunci Kemenangan PSI
Dalam arahannya, Ahmad Ali menegaskan PSI harus melakukan lompatan besar melalui penguatan struktur, soliditas gerakan, serta kehadiran nyata di tengah masyarakat.
“PSI tidak boleh hanya hadir. PSI harus dirasakan. Kita harus bekerja lebih keras, lebih terstruktur, dan lebih berani memenangkan hati rakyat Indonesia,” ucapnya.
Sebagai Ketua Harian, Ahmad Ali menekankan orientasi perjuangan PSI harus berakar kuat pada kepentingan rakyat, bukan sekadar eksistensi politik formal. Dia menggarisbawahi bahwa kekuasaan harus dimaknai sebagai alat perjuangan, bukan tujuan akhir.
“Senayan adalah tempat kita berjuang membawa aspirasi masyarakat. DPRD adalah jembatan untuk memastikan suara rakyat benar-benar diperjuangkan,” katanya.
Di bawah arah kepemimpinan Ahmad Ali, PSI juga melakukan refleksi kritis terhadap perjalanan politiknya. Dua kali kegagalan dalam pemilu sebelumnya ditegaskan sebagai pelajaran strategis yang tidak boleh terulang.
Dia mengungkapkan adanya komunikasi serius dengan seorang tokoh besar nasional yang berpotensi menjadi katalisator loncatan politik PSI. Namun, tokoh tersebut memberikan syarat tegas bahwa PSI harus lebih dulu membuktikan kesiapan sebagai partai yang kuat dan solid.
“Ada harapan besar yang akan datang ke PSI. Tapi beliau tidak ingin bergabung dengan partai yang belum siap. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kita semua,” ujar Ahmad Ali.
Pesan ini mempertegas arah kepemimpinan Ahmad Ali bahwa PSI tidak bergantung pada figure melainkan membangun kekuatan internal agar layak dipercaya baik oleh tokoh nasional maupun rakyat.
Seluruh peserta konsinyering sepakat bahwa penguatan “otot partai” menjadi prioritas utama menghadapi kontestasi 2029. Strategi yang dirumuskan mencakup penguatan struktur hingga akar rumput, konsolidasi kader, serta pembangunan basis dukungan yang lebih luas dan militan.
Konsinyering nasional ini menandai fase baru PSI di bawah kendali operasional Ahmad Ali yakni fase transformasi total menuju partai yang solid, relevan, dan siap menang. PSI menegaskan komitmennya memenuhi seluruh prasyarat strategis sebagai fondasi menuju kemenangan Pemilu 2029 sekaligus membuka jalan bagi hadirnya kekuatan-kekuatan besar yang akan memperkuat perjuangan politik partai ke depan.
(jon)
Lihat Juga :