Dubes Iran Ungkap Alasan Pilih Pakistan Jadi Juru Damai Konflik dengan Amerika

Sabtu, 11 April 2026 - 19:09 WIB
loading...
Dubes Iran Ungkap Alasan...
Dubes Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengungkapkan alasan negaranya memilih Pakistan menjadi juru damai. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengungkapkan alasan negaranya memilih Pakistan menjadi juru damai atas konflik dengan Amerika Serikat (AS).

Boroujerdi mengungkapkan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah melakukan sejumlah kegiatan dan upaya untuk terciptanya gencatan senjata di kawasan Timur Tengah.

"Ya, karena kita melihat bahwa Perdana Menteri Pakistan telah melakukan banyak kegiatan, banyak usaha untuk gencatan senjata di wilayah," ungkap Boroujerdi di Kampus Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu (11/4/2026).

Baca juga: Berjumpa Megawati, JK, SBY, hingga Jokowi, Dubes Iran: Kebanggaan jika Bertemu Prabowo

Kendati demikian, pihaknya menerima tawaran damai yang ditengahi oleh Pakistan. Hal itu lantaran Pakistan telah meyakini Iran dan lawannya untuk bernegosiasi damai.

"Oleh karena itu, kita kemudian dari usaha-usaha yang dilakukan oleh Perdana Menteri (Pakistan) ini, juga kemudian berusaha meyakinkan kami serta meyakinkan lawan kami untuk kemudian bernegosiasi di Pakistan," ujar Boroujerdi.

Sebelumnya, Pakistan muncul sebagai mediator kunci dalam konflik Amerika Serikat-Iran pada April 2026. Pakistan memfasilitasi gencatan senjata dua pekan dan merencanakan perundingan di Islamabad.

Dipimpin PM Shehbaz Sharif, Pakistan dipilih karena netralitas, kedekatan geografis, dan jalur komunikasi efektif dengan kedua belah pihak, didukung China.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Rekomendasi
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Besok Puncak HUT ke-499...
Besok Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Info Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkirnya
Berita Terkini
Breaking News! Razman...
Breaking News! Razman Arif Nasution Dijebloskan di Lapas Cipinang!
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
KPK Ungkap Dugaan Intervensi...
KPK Ungkap Dugaan Intervensi BPK Pusat dalam Kasus Perubahan Opini Audit Pemkab Muara Enim
Menko Pangan: Saya Tahu...
Menko Pangan: Saya Tahu Keresahan Mitra BGN, Mitra Jangan Dikorbankan
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan...
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan Sanksi Pidana LGBT: Tidak Semua Happy terhadap Upaya Perbaikan
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved