PAN Dorong JK ke Istana dan Sampaikan Langsung Kritik di Depan Prabowo

Sabtu, 11 April 2026 - 09:11 WIB
loading...
PAN Dorong JK ke Istana...
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Presidential Lounge, Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/2/2025). Foto/Setpres
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay mendorong Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) untuk menyampaikan masukan dan kritik langsung ke Presiden Prabowo Subianto . Menurutnya, masukan yang dilayangkan JK akan mudah ditindaklanjuti pemerintah bila sampaikan langsung ke Prabowo.

Saleh berkata, sudah banyak tokoh publik yang memberikan saran serta kritik kepada Prabowo secara langsung. Bahkan, kata dia, Prabowo sendiri yang mengundang tokoh publik dari kalangan birokrat, akademisi, guru besar, aktivis, hingga jurnalis.

"Setiap pertemuan yang dilakukan selalu diisi dengan diskusi. Bahkan tidak hanya mereka yang ke Istana yang mengetahui isi pertemuan, masyarakat luas pun dapat mengikutinya melalui siaran televisi. Ini menandakan kerendahan hati Prabowo untuk selalu bersama dengan seluruh komponen masyarakat dalam menata pembangunan ke depan," kata Saleh dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/4/2026).

Baca Juga: Hadapi Krisis Energi, JK Minta Pemerintah Pertimbangkan Kurangi Subsidi BBM

Untuk itu, Ketua Komisi VII DPR RI ini menilai, sudah sepatutnya JK sebagai salah seorang tokoh bangsa menyempatkan diri untuk bertemu Prabowo secara langsung di Istana.

"Apa pun saran, masukan, dan bahkan kritik yang ingin disampaikan akan lebih pas untuk diutarakan di hadapan orangnya. Saya yakin Prabowo akan senang bertemu dengan tokoh sekaliber Pak Jusuf Kalla. Itulah sebabnya, saya dengar, Pak JK selalu diundang juga ke Istana," tutur Saleh.

Baca Juga: Cak Imin Realistis soal Pilpres 2029: Pak Prabowo Maju dan Masih Sangat Kuat

Saleh menambahkan, JK tokoh hebat. "Beliau tidak hanya menguasai bisnis, tetapi juga sangat mengerti politik dan birokrasi. Tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga sampai ke mancanegara."

Saleh pun meyakini, banyak pihak yang menaruh harapan agar JK menyampaikan masukan dan kritik secara langsung ke Prabowo. "Saya kira kalau Pak JK singgah di Istana, semua orang berharap agar beliau menyampaikan saran, masukan, dan kritik konstruktif. Berbicara langsung dengan Presiden pasti akan lebih mudah untuk dilaksanakan. Apalagi yang menyampaikan sekelas Pak JK," ucap Saleh.

Menurut Saleh, untuk orang sekelas JK, kurang elok menyampaikan kritik di media sosial dan media massa. "Biarlah kritik-kritik terbuka seperti itu disampaikan oleh masyarakat biasa. Apalagi semua orang tahu bahwa Pak JK itu sangat cinta dan selalu rela berkorban untuk Indonesia," ujar Saleh.



Sebelumnya, JK mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan untuk mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat. Langkah ini dalam rangka menekan defisit negara. Hal ini dikatakan JK merespons krisis energi yang belakangan tengah menjadi perhatian imbas adanya perang yang terjadi di Timur Tengah, antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

"Kita minta bahwa, agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga. Dan itu dilakukan di banyak negara," kata JK di kediamannya Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026).

JK melihat jika harga BBM itu tetap murah seperti sekarang ini, hal itu justru membuat orang cenderung tidak berhemat. Mobilisasi dengan kendaraan akan terus dilakukan karena harga BBM masih terjangkau. "Di samping itu subsidi akan meningkat terus. Nah, kalau meningkat terus maka utang naik terus," ujarnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Rekomendasi
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Berita Terkini
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Pemerintah Ajukan RUU...
Pemerintah Ajukan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber ke DPR, Atur Mekanisme Penyidikan dan Sanksi
PN Jakpus Gelar Sidang...
PN Jakpus Gelar Sidang Vonis Nadiem Makarim Besok
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Persoalkan Penangkapan, Penahanan, Penggeledahan, hingga Pencekalan
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved