Boni Hargens Sebut TNI Ikut Jaga Stabilitas Ekonomi dari Dampak Perang

Kamis, 09 April 2026 - 22:47 WIB
loading...
Boni Hargens Sebut TNI...
Analis Politik Boni Hargens menyatakan TNI dan semua jajaran ikut berpartisipasi dalam menjaga stabilitas sosial-ekonomi sebagai dampak dari perang di Timteng. Foto/Dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - TNI dan semua jajaran ikut berpartisipasi dalam menjaga stabilitas sosial-ekonomi sebagai dampak dari perang di Timur Tengah (Timteng) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut dikatakan oleh Analis Politik Boni Hargens.

Boni menambahkan, dalam konteks ancaman yang bersumber dari dinamika konflik internasional, TNI mengambil posisi proaktif untuk memastikan bahwa turbulensi geopolitik di kawasan Timur Tengah tidak mentransformasi dirinya menjadi krisis ekonomi di dalam negeri.

Baca juga: Punya SAL Rp420 Triliun, Purbaya Pede Tahan Harga BBM Subsidi Tak Naik

"Peran TNI dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional mencakup beberapa dimensi strategis. Di sisi pengamanan infrastruktur, satuan TNI ditugaskan untuk memperketat pengawasan di titik-titik vital distribusi energi, mulai dari kilang minyak, depo BBM, hingga jalur distribusi yang rawan dimanfaatkan oleh jaringan ilegal. Kehadiran fisik aparat militer di lokasi strategis ini memberikan efek deterrensi yang signifikan," ujar Boni Hargens kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).



Dia melanjutkan, pada dimensi intelijen, TNI berkolaborasi dengan Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk membangun peta ancaman yang komprehensif. Menurutnya, informasi tentang pergerakan jaringan penyalahgunaan subsidi yang diperoleh melalui jaringan intelijen militer menjadi kontribusi berharga dalam operasi gabungan penindakan yang dipimpin Bareskrim Polri.

"TNI bersama instansi lain seperti Polri dan BIN serta lembaga atau kementerian lainnya telah nyata menjaga pilar Komitmen Prabowo-Gibran di tengah dinamika konflik internasional, terutama pertama, memberikan perlindungan subsidi rakyat di mana pemerintah memastikan subsidi BBM dan LPG benar-benar dinikmati oleh kelompok masyarakat yang berhak, bukan disalahgunakan oleh pihak yang mampu," ungkap Hargens.

Baca juga: Eskalasi Subsidi dan Inflasi

Kedua, kata dia, ketahanan energi nasional. Pemerintah Prabowo-Gibran, kata dia, memperkuat diversifikasi sumber energi dan memperbesar kapasitas penyimpanan strategis sebagai buffer terhadap volatilitas harga global. Ketiga, menekankan urgensi penegakan hukum tanpa kompromi.

"Presiden memberikan mandat penuh kepada TNI dan Polri untuk menindak tegas semua bentuk kejahatan energi yang merugikan negara dan rakyat. Lalu, isolasi dari gejolak eksternal dengan membangun benteng kebijakan yang melindungi ekonomi domestik dari dampak destruktif konflik geopolitik internasional," kata dia.

Dia menegaskan pemerintahan Prabowo-Gibran menempatkan stabilitas ekonomi domestik sebagai komitmen yang tidak dapat ditawar. Di tengah lingkungan geopolitik yang semakin tidak menentu, kata dia, pemerintah memahami bahwa pertahanan ekonomi dalam negeri harus dibangun dari dalam.

"Salah satu manifestasi konkret dari komitmen ini adalah pemberian mandat yang kuat kepada aparat penegak hukum. Dengan membekali Polri dan TNI dengan otoritas, sumber daya, dan dukungan politik yang diperlukan, pemerintah mengirimkan sinyal yang jelas kepada semua pemangku kepentingan, tidak akan ada toleransi bagi mereka yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi sulit dengan menggerogoti subsidi rakyat," ujarnya.

Boni juga menyinggung peran sentral pemerintah, TNI dan Polri dalam menghadapi ancaman dari dalam maupun luar negeri. Salah satu ancaman dari dalam negari, kata dia, adalah penyalahgunaan BBM dan elpiji bersubsidi oleh sejumlah oknum. Menurut dia, setiap liter solar subsidi yang dialihkan ke industri besar, setiap tabung LPG 3 kilogram yang dikonversi secara ilegal, secara langsung merampas hak masyarakat miskin yang menjadi target penerima manfaat subsidi tersebut.

"Ketika pasokan LPG 3 kg diselewengkan, masyarakat kecil menghadapi kelangkaan di tingkat pengecer. Ibu rumah tangga berpenghasilan rendah harus membayar lebih mahal atau bahkan tidak dapat memasak karena tabung subsidi "menghilang" dari agen resmi. Setiap rupiah subsidi yang disalahgunakan adalah kerugian langsung bagi APBN," beber Hargens.

Hanya saja, kata Hargens, ancaman tersebut bisa diatasi dengan sinergi dan koordinasi yang kuat dan efektif antara Polri, TNI, dan pemerintahan Prabowo-Gibran. Ketiganya, kata Hargens, bergerak dalam satu irama yang terkoordinasi untuk menghadapi ancaman yang datang dari dua arah sekaligus, dari dalam negeri berupa kejahatan penyalahgunaan subsidi, dan dari luar negeri berupa guncangan geopolitik yang mengancam ketahanan energi nasional.

"Sinergi tiga pilar ini, yakni penegakan hukum oleh Polri, pengamanan strategis oleh TNI, dan komitmen kebijakan dari pemerintahan Prabowo-Gibran, membentuk sistem pertahanan berlapis yang tidak mudah ditembus oleh jaringan kejahatan energi secanggih apapun. Inilah model respons nasional yang harus terus diperkuat dan dilembagakan sebagai standar baru dalam menghadapi tantangan energi di era volatilitas global," pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Rekomendasi
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Ini Respons KPAI usai...
Ini Respons KPAI usai Didatangi Ruben Onsu yang Adukan Polemik Hak Asuh Anak
Berita Terkini
GIC: Ziarah Kapolri...
GIC: Ziarah Kapolri Bentuk Penghormatan Tulus terhadap Tokoh Bangsa Tanpa Kecuali
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
iPhone XS Mantan Kepala...
iPhone XS Mantan Kepala Dinas Perizinan Jogja Dilelang KPK: Laku Rp34 Juta, tapi Belum Dilunasi Pemenang Lelang
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Infografis
TNI Jaga Kejaksaan,...
TNI Jaga Kejaksaan, Ada Perseteruan Penegak Hukum?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved