Istana Sambut Baik Iran dan AS Gencatan Senjata 2 Pekan

Rabu, 08 April 2026 - 21:21 WIB
loading...
Istana Sambut Baik Iran...
Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Istana menyambut baik langkah gencatan senjata yang diambil oleh Iran dan Amerika Serikat (AS) selama dua minggu. Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi .

"Ya sebagaimana yang tadi kami sampaikan, segala upaya untuk menurunkan eskalasi atau menurunkan ketegangan pastilah kita menyambut baik," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Prasetyo menjelaskan bahwa apa pun yang terjadi di dunia akan mempengaruhi apa yang terjadi di internal negara.
"Karena apa pun yang terjadi sekarang ini kan dunia itu saling terhubung, berpengaruh juga terhadap kondisi di negara kita meskipun secara jarak cukup jauh kan," ujarnya.

Baca Juga: AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata, Teheran Rayakan Kemenangan!

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara AS dengan Iran. Gencatan senjata ini akan menghentikan konflik antara kedua negara dan membuka jalur Selat Hormuz selama dua pekan, sementara negosiasi damai berjalan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang, menilai bahwa kondisi ini mencerminkan adanya upaya dari pihak-pihak terkait untuk tetap membuka ruang diplomasi guna mendorong terciptanya de-eskalasi.



"Indonesia melihat momentum ini sebagai awal yang positif dan mendorong agar kesempatan atau momentum ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memajukan penyelesaian damai yang berkelanjutan," kata Yvonne dalam konferensi pers di Gedung Kemlu RI, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Pemerintah Indonesia kembali menegaskan pentingnya bagi semua pihak untuk menahan diri secara maksimal, menghormati kedaulatan dan integritas teritorial, serta selalu mengutamakan dialog dan diplomasi dalam menyelesaikan konflik.

"Dialog dan diplomasi terus kita ulang berulang kali bahwa ini merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan konflik," ujarnya.

Indonesia juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kebebasan navigasi sebagai hak yang dijamin oleh hukum internasional, termasuk Konvensi PBB UNCLOS.

"Pemerintah Indonesia akan terus mendukung setiap upaya diplomasi yang konstruktif, termasuk upaya-upaya yang dapat berkembang menjadi penyelesaian yang sifatnya lebih permanen dengan perlindungan warga sipil sebagai fokus utama kita," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Rekomendasi
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Berita Terkini
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved