Dubes Iran Bertemu Din Syamsuddin dan Tokoh Islam, Gaungkan Kampanye Anti-Perang
Jum'at, 03 April 2026 - 14:43 WIB
loading...
Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi bertemu mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh Islam di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026). Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Republik Indonesia (RI), Mohammad Boroujerdi menggaungkan kampanye anti-perang. Hal ini ditujukan untuk menentang segala bentuk konflik terhadap negara lain.
Gaung anti-perang ini dicetuskan Boroujerdi saat bertemu mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh Islam di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).
Baca juga: Iran Gempur Pusat Data Amazon dan Oracle, Google dan YouTube Selanjutnya
"Pertemuan-pertemuan yang lakukan sebenarnya adalah ingin menyampaikan satu suara yaitu kampanye anti-perang tersebut," ujar Boroujerdi.
Dia mengatakan bahwa pihaknya menggaungkan kampanye anti-perang untuk menentang segala bentuk konflik.
"Kemudian juga disampaikan bahwa kampanye anti-perang terhadap Iran adalah sebagai yang ingin diserukan sebagai langkah awal untuk juga menentang peperangan-peperangan terhadap negara lain," terangnya.
Baca juga: Militer Iran Tetap Kuat dan Canggih, IRGC Serang Pabrik Baja Terkait AS di Teluk
Lebih lanjut, Boroujerdi menyampaikan, pertemuan ini ditujukan untuk mengetahui anjuran untuk Qunut Nazilah. "Artinya adalah bahwa mereka tanpa kita minta pun secara langsung kemudian ikut mendoakan, ikut mendukung," ucapnya.
"Terutama pada hari Jumat ini, mudah-mudahan mereka semua juga mendoakan kita dalam Salat Jamaah dan Salat Jumatnya, mendoakan sebuah negara yang dimazlumi oleh dua negara yang punya senjata nuklir yang penyerangannya juga dapat kita saksikan bersama kemazluman Iran dan kezaliman mereka-mereka yang menyerang," imbuh Boroujerdi.
Ia pun berharap, Iran mendapat dukungan baik dalam bentuk doa dan dukungan dari umat muslim. "Para ulama juga untuk berdoa supaya umat Islam dapat bersatu dalam menghadapi musuh-musuhnya," terangnya.
Sementara itu, Din Syamsuddin mennyambut baik gerakan yang digaungkan Boroujerdi. Ia menyerukan negara Israel dan AS untuk tak menyerang Iran.
"Jangan Perangi Iran. Slogan yang boleh dikembangkan di kalangan ormas-ormas Islam, 'Mabar Netanyahu! Mabar Donald Trump! Mabar Israel!' La’natullahi alaihim," pungkasnya.
Gaung anti-perang ini dicetuskan Boroujerdi saat bertemu mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh Islam di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).
Baca juga: Iran Gempur Pusat Data Amazon dan Oracle, Google dan YouTube Selanjutnya
"Pertemuan-pertemuan yang lakukan sebenarnya adalah ingin menyampaikan satu suara yaitu kampanye anti-perang tersebut," ujar Boroujerdi.
Dia mengatakan bahwa pihaknya menggaungkan kampanye anti-perang untuk menentang segala bentuk konflik.
"Kemudian juga disampaikan bahwa kampanye anti-perang terhadap Iran adalah sebagai yang ingin diserukan sebagai langkah awal untuk juga menentang peperangan-peperangan terhadap negara lain," terangnya.
Baca juga: Militer Iran Tetap Kuat dan Canggih, IRGC Serang Pabrik Baja Terkait AS di Teluk
Lebih lanjut, Boroujerdi menyampaikan, pertemuan ini ditujukan untuk mengetahui anjuran untuk Qunut Nazilah. "Artinya adalah bahwa mereka tanpa kita minta pun secara langsung kemudian ikut mendoakan, ikut mendukung," ucapnya.
"Terutama pada hari Jumat ini, mudah-mudahan mereka semua juga mendoakan kita dalam Salat Jamaah dan Salat Jumatnya, mendoakan sebuah negara yang dimazlumi oleh dua negara yang punya senjata nuklir yang penyerangannya juga dapat kita saksikan bersama kemazluman Iran dan kezaliman mereka-mereka yang menyerang," imbuh Boroujerdi.
Ia pun berharap, Iran mendapat dukungan baik dalam bentuk doa dan dukungan dari umat muslim. "Para ulama juga untuk berdoa supaya umat Islam dapat bersatu dalam menghadapi musuh-musuhnya," terangnya.
Sementara itu, Din Syamsuddin mennyambut baik gerakan yang digaungkan Boroujerdi. Ia menyerukan negara Israel dan AS untuk tak menyerang Iran.
"Jangan Perangi Iran. Slogan yang boleh dikembangkan di kalangan ormas-ormas Islam, 'Mabar Netanyahu! Mabar Donald Trump! Mabar Israel!' La’natullahi alaihim," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :