Jaksa Tegaskan Tak Ada Niat Intimidasi Amsal Sitepu
Kamis, 02 April 2026 - 17:43 WIB
loading...
RDPU Komisi III DPR RI dengan pihak Kejaksaan dan Amsal Sitepu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026). Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus dugaan mark up pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Wira Arizona, menegaskan tak ada niat untuk mengintimidasi Amsal Sitepu . Ia juga mengaku tak pernah menyerahkan "kue brownies" secara langsung ke Amsal.
Hal itu diungkapkan Wira saat RDPU bersama Komisi III DPR RI dan Amsal Sitepu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026). Wira menjelaskan, dia mendatangi Rutan Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara untuk memeriksa Amsal pada 1 Desember 2025.
"Jadi dari situ tidak ada niatan sedikit pun kami mau mengintimidasi karena kami juga sudah berkoordinasi dengan pengacara saudara Amsal untuk hadir di Tanjung Gusta, bertemu di Tanjung Gusta untuk dilakukannya pemeriksaan," kata Wira.
Baca Juga: Kajari Karo Dicecar Habiburokhman soal Dugaan Intimidasi ke Amsal Sitepu
Wira berkata, kuasa hukum Amsal berhalangan hadir dikarenakan satu dan lain hal. Ia tak ungkapkan alasan absennya kuasa hukum Amsal saat itu. Namun, ia menegaskan, dirinya tak datang sendiri ke rutan tersebut.
"Saya hadir tidak hanya sendiri, ada dua rekan tim saya juga. Di situ juga disaksikan bahwasanya penyerahan itu tidak dari tangan saya, yaitu tangan dari staf saya, dan tidak ada omongan apa-apa, Pak," ucap Wira.
Wira menegaskan, "Mohon izin, saya juga tidak ada niat apa pun. Kami hanya murni mengedepankan rasa kemanusiaan, hati nurani."
Wira pun memaparkan sejumlah dokumentasi kegiatan kunjungan bertemu dengan terdakwa. Wira mengaku tak ada bentuk intimidasi saat bertemu Amsal. "Siap, itu (intimidasi) tidak ada Bapak, saya sampaikan Pak," pungkasnya.
Sebelumnya, Amsal Christy Sitepu mengaku diintimidasi setelah diberikan kue brownies oleh jaksa. Amsal mengaku diminta untuk tak bersuara dan mengikuti alur terhadap perkara yang menimpanya oleh jaksa.
Hal itu diungkapkan Amsal dalam RDPU Komisi III DPR RI yang digelar secara hybrid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dan di Sumatera Utara pada Senin (30/3/2026). "Dalam proses hukum yang sedang saya jalani ini saya pernah mendapatkan intimidasi oleh Jaksa secara langsung yang memberikan saya sekotak brownies cokelat, dengan pesan, dia ngomong langsung kepada saya di rutan ini, 'Sudah ikutin aja alurnya. Nggak usah ribut-ribut, tutup konten-konten itu'," ungkap Amsal.
Namun, Amsal mengaku menolak tekanan tersebut dan memilih tetap melawan demi keadilan. "Saya bilang tidak, Pimpinan. Cukup, tidak ada lagi anak muda yang dikriminalisasi di Indonesia. Biarkan, nggak ada lagi Amsal Amsal lain dikriminalisasi. Biar saya menjadi satu-satunya pekerja ekonomi kreatif yang dikriminalisasi dan diintimidasi. Biarkan saya yang terakhir, Pimpinan,” tegasnya.
Meski dihadapkan pada berbagai tekanan, Amsal mengaku tidak gentar sama sekali. Ia akan berjuang melawan ketidakadilan yang dihadapi. "Saya bilang saya nggak takut, saya nggak salah," pungkasnya.
Hal itu diungkapkan Wira saat RDPU bersama Komisi III DPR RI dan Amsal Sitepu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026). Wira menjelaskan, dia mendatangi Rutan Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara untuk memeriksa Amsal pada 1 Desember 2025.
"Jadi dari situ tidak ada niatan sedikit pun kami mau mengintimidasi karena kami juga sudah berkoordinasi dengan pengacara saudara Amsal untuk hadir di Tanjung Gusta, bertemu di Tanjung Gusta untuk dilakukannya pemeriksaan," kata Wira.
Baca Juga: Kajari Karo Dicecar Habiburokhman soal Dugaan Intimidasi ke Amsal Sitepu
Wira berkata, kuasa hukum Amsal berhalangan hadir dikarenakan satu dan lain hal. Ia tak ungkapkan alasan absennya kuasa hukum Amsal saat itu. Namun, ia menegaskan, dirinya tak datang sendiri ke rutan tersebut.
"Saya hadir tidak hanya sendiri, ada dua rekan tim saya juga. Di situ juga disaksikan bahwasanya penyerahan itu tidak dari tangan saya, yaitu tangan dari staf saya, dan tidak ada omongan apa-apa, Pak," ucap Wira.
Wira menegaskan, "Mohon izin, saya juga tidak ada niat apa pun. Kami hanya murni mengedepankan rasa kemanusiaan, hati nurani."
Wira pun memaparkan sejumlah dokumentasi kegiatan kunjungan bertemu dengan terdakwa. Wira mengaku tak ada bentuk intimidasi saat bertemu Amsal. "Siap, itu (intimidasi) tidak ada Bapak, saya sampaikan Pak," pungkasnya.
Sebelumnya, Amsal Christy Sitepu mengaku diintimidasi setelah diberikan kue brownies oleh jaksa. Amsal mengaku diminta untuk tak bersuara dan mengikuti alur terhadap perkara yang menimpanya oleh jaksa.
Hal itu diungkapkan Amsal dalam RDPU Komisi III DPR RI yang digelar secara hybrid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dan di Sumatera Utara pada Senin (30/3/2026). "Dalam proses hukum yang sedang saya jalani ini saya pernah mendapatkan intimidasi oleh Jaksa secara langsung yang memberikan saya sekotak brownies cokelat, dengan pesan, dia ngomong langsung kepada saya di rutan ini, 'Sudah ikutin aja alurnya. Nggak usah ribut-ribut, tutup konten-konten itu'," ungkap Amsal.
Namun, Amsal mengaku menolak tekanan tersebut dan memilih tetap melawan demi keadilan. "Saya bilang tidak, Pimpinan. Cukup, tidak ada lagi anak muda yang dikriminalisasi di Indonesia. Biarkan, nggak ada lagi Amsal Amsal lain dikriminalisasi. Biar saya menjadi satu-satunya pekerja ekonomi kreatif yang dikriminalisasi dan diintimidasi. Biarkan saya yang terakhir, Pimpinan,” tegasnya.
Meski dihadapkan pada berbagai tekanan, Amsal mengaku tidak gentar sama sekali. Ia akan berjuang melawan ketidakadilan yang dihadapi. "Saya bilang saya nggak takut, saya nggak salah," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :