Wamenhub: Pesanan Sewa Jet Pribadi Meningkat selama Libur Lebaran 2026
Rabu, 01 April 2026 - 13:57 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Menhub Klaim Arus Mudik–Balik Lebaran 2026 Lebih Lancar, Kecepatan Rerata Kendaraan 81 Km/Jam
Rinciannya, moda angkutan jalan mengalami kenaikan sebesar 11,6%, angkutan laut naik 9,86%, dan angkutan udara meningkat 6,97%. Sementara itu, transportasi kereta api mencatat pertumbuhan sebesar 10%. Bahkan, Suntana juga mengatakan bahwa ada lonjakan kenaikan kebutuhan pesawat dan pesanan privat jet untuk kebutuhan silaturahmi.
“Kami laporkan, terjadi kenaikan memang kebutuhan pesawat dan pesanan privat jet untuk kebutuhan silaturahmi juga cukup tinggi,” ujarnya.
Di sisi lain, Suntara mengatakan bahwa terjadi pergerakan kendaraan keluar dari wilayah Jabodetabek tercatat sebanyak 2,90 juta kendaraan, meningkat sekitar 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Distribusi perjalanan didominasi ke arah Jawa Tengah sebesar 51%, Jawa Timur 26,5%, serta 22% menuju wilayah barat dan selatan seperti Bogor dan Sukabumi, yang juga menjadi tujuan wisata masyarakat.
“Sementara jumlah negara yang keluar dari wilayah Jabodetabek ternyata sebanyak 2,90 juta kendaraan atau mengalami kenaikan sebesar 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Distribusinya pergerakan dari Jabodetabek yaitu 51% menuju Jawa Tengah, Jawa Timur 26,5 menuju arah barat dan sekitarnya dan 22% menuju arah selatan Kota Bogor, Kota/Kabupaten Bogor dan kampung halaman saya ini Sukabumi, karena memang kadang-kadang untuk wisata,” paparnya.
Rinciannya, moda angkutan jalan mengalami kenaikan sebesar 11,6%, angkutan laut naik 9,86%, dan angkutan udara meningkat 6,97%. Sementara itu, transportasi kereta api mencatat pertumbuhan sebesar 10%. Bahkan, Suntana juga mengatakan bahwa ada lonjakan kenaikan kebutuhan pesawat dan pesanan privat jet untuk kebutuhan silaturahmi.
“Kami laporkan, terjadi kenaikan memang kebutuhan pesawat dan pesanan privat jet untuk kebutuhan silaturahmi juga cukup tinggi,” ujarnya.
Di sisi lain, Suntara mengatakan bahwa terjadi pergerakan kendaraan keluar dari wilayah Jabodetabek tercatat sebanyak 2,90 juta kendaraan, meningkat sekitar 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Distribusi perjalanan didominasi ke arah Jawa Tengah sebesar 51%, Jawa Timur 26,5%, serta 22% menuju wilayah barat dan selatan seperti Bogor dan Sukabumi, yang juga menjadi tujuan wisata masyarakat.
“Sementara jumlah negara yang keluar dari wilayah Jabodetabek ternyata sebanyak 2,90 juta kendaraan atau mengalami kenaikan sebesar 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Distribusinya pergerakan dari Jabodetabek yaitu 51% menuju Jawa Tengah, Jawa Timur 26,5 menuju arah barat dan sekitarnya dan 22% menuju arah selatan Kota Bogor, Kota/Kabupaten Bogor dan kampung halaman saya ini Sukabumi, karena memang kadang-kadang untuk wisata,” paparnya.
(shf)
Lihat Juga :