3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Ibas Kecam Serangan terhadap Pasukan Perdamaian
Selasa, 31 Maret 2026 - 12:47 WIB
loading...
A
A
A
“Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran. Sesuai dengan apa yang disampaikan Sekjen PBB, serangan ini dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Saya mendesak UNIFIL dan PBB untuk segera melakukan investigasi penuh, transparan, dan menyeluruh untuk mengungkap sumber serangan ini, apakah berasal dari IDF atau aktivitas militer lainnya,” tegas Ibas.
Lihat video: Israel Gempur Markas UNIFIL! 1 Anggota TNI Dilaporkan Gugur di Lebanon
Lulusan Doktor (S3) IPB University ini juga menyoroti kondisi tiga prajurit lainnya yang mengalami luka-luka yang dilaporkan luka berat. “Kita berdoa agar rekan-rekan prajurit yang terluka segera diberikan kesembuhan. Saya mendukung penuh langkah KBRI Beirut dalam memantau kondisi mereka dan menyiapkan proses pemulasaraan serta pemulangan jenazah almarhum ke tanah air dengan penghormatan tertinggi.”
Sebagai pimpinan MPR RI, Ibas mendukung penuh sikap Pemerintah Indonesia yang menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan Lebanon dan segera melakukan deeskalasi. Ia juga mengapresiasi kesiapan Presiden Prabowo Subianto yang menawarkan diri sebagai mediator untuk gencatan senjata.
“Dunia harus kembali ke meja perundingan. Konflik ini telah membawa imbas yang terlalu besar bagi masyarakat sipil dan personel perdamaian. Kita tidak ingin eskalasi ini meluas menjadi perang yang lebih besar di kawasan,” urai lulusan S2 Nanyang Technological University tersebut.
Lihat video: Israel Gempur Markas UNIFIL! 1 Anggota TNI Dilaporkan Gugur di Lebanon
Lulusan Doktor (S3) IPB University ini juga menyoroti kondisi tiga prajurit lainnya yang mengalami luka-luka yang dilaporkan luka berat. “Kita berdoa agar rekan-rekan prajurit yang terluka segera diberikan kesembuhan. Saya mendukung penuh langkah KBRI Beirut dalam memantau kondisi mereka dan menyiapkan proses pemulasaraan serta pemulangan jenazah almarhum ke tanah air dengan penghormatan tertinggi.”
Sebagai pimpinan MPR RI, Ibas mendukung penuh sikap Pemerintah Indonesia yang menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan Lebanon dan segera melakukan deeskalasi. Ia juga mengapresiasi kesiapan Presiden Prabowo Subianto yang menawarkan diri sebagai mediator untuk gencatan senjata.
“Dunia harus kembali ke meja perundingan. Konflik ini telah membawa imbas yang terlalu besar bagi masyarakat sipil dan personel perdamaian. Kita tidak ingin eskalasi ini meluas menjadi perang yang lebih besar di kawasan,” urai lulusan S2 Nanyang Technological University tersebut.
Lihat Juga :